26.4 C
Indonesia
Thursday, November 25, 2021

Ripple dan XRP yang Wajib Diketahui Pemula

Must read

Ripple dan XRP – Perkembangan cryptocurrency dan banyaknya Altcoin baru yang bermunculan mendorong rasa ingin tahu para trader ataupun investor. Setiap Altcoin baru yang muncul menawarkan fitur-fitur dan goals mereka masing-masing untuk menarik minat target pasar mereka. Jika Anda ingin menjadikan kripto sebagai salah satu aset portofolio Anda, sebaiknya Anda mengenal dan menganalisa lebih jauh tentang kripto yang ingin Anda beli. Do your own research untuk mengetahui prospek masa depan dan risiko-risiko yang mungkin akan Anda hadapi. Terlebih jika Anda adalah seorang trader atau investor pemula di dunia cryptocurrency.

Baca juga Ripple Meluncurkan Layanan ODL Pertama di Timur Tengah dengan Pyypl

Sebagai pemula, tentu Bitcoin atau Altcoin yang sedang hangat dibicarakan akan lebih dulu menarik perhatian Anda. Tentu Ripple (XRP) adalah Altcoin yang familiar bagi Anda atau mungkin menjadi salah satu pilihan untuk menjadi aset investasi Anda. Jika Anda ingin berinvestasi atau trading XRP, berikut adalah beberapa hal yang harus Anda ketahui tentang Ripple dan XRP.

1. Ripple, XRP, dan Perbedaannya

Seperti Ethereum dan Ether yang sebenarnya berbeda, maka Ripple dan XRP juga berbeda. Ripple adalah sebuah perusahaan financial-technology (fintech) Amerika yang bertujuan untuk menjadikan transfer value (uang) secara global menjadi lebih mudah, murah, dan cepat melalui internet. Ripple adalah fintech yang berfokus pada transaksi transfer global atau global settlement dengan target customer perbankan. Ripple menawarkan solusi transaksi yang lebih cepat kepada perbankan yang memiliki sistem lebih lambat dan membutuhkan banyak biaya.

Ripple menawarkan Ripple Protocol kepada institusi perbankan dan institusi non-finasial sebagai sistem pembayaran. RippleNet dan XRPL (XRP Ledger) adalah bagian dari Ripple Protocol. XRPL merupakan blockchain yang berfungsi sebagai buku besar terdistribusi yang akhirnya memunculkan XRP. XRP adalah cryptocurrency yang berjalan di XRP Ledger yang diluncurkan Ripple untuk melancarkan tujuan mereka dalam memudahkan transaksi global.

Kesimpulannya, Ripple adalah perusahaan profit fintech dan XRP adalah mata uang atau token yang diluncurkan Ripple sebagai alat pertukaran di blockchain mereka. Itulah yang membedakan Ripple dan XRP.

2. Cara Kerja Ripple

Jika Bitcoin menggunakan konsensus proof-of-work (PoW) dan Cardano menggunakan proof-of-stake (PoS), maka Ripple tidak menggunakan kedua konsensus ini. XRPL menggunakan sistem validasi yang lebih sederhana dengan ledger yang dikelola oleh pengguna Ripple yang mendaftar menjadi validator dan validator default Ripple.

Setiap transaksi akan divalidasi oleh validator independen atau validator default di setiap node jaringan. Jika lebih dari 80% validator memvalidasi sebuah transaksi, maka transaksi tersebut otomatis terverifikasi atau approved. Ketika ledger sudah mencapai konsensus, maka transaksi diamankan dan tidak bisa diubah oleh siapapun. Proses validasi ini adalah yang tercepat, hanya membutuhkan 3-5 detik.

3. XRP sebagai Alat Tukar

Ilustrasi Ripple dan XRP : Gambar XRP

Sumber: Annie Spratt on Unsplash

XRP diluncurkan Ripple untuk melancarkan tujuan utama mereka dalam memudahkan transfer global. Jika sistem perbankan membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang mahal bahkan berkali-kali untuk menukar mata uang, maka XRP hadir sebagai solusi.

Sebagai contoh, ketika Anda ingin mentransfer uang dari Indonesia ke India, maka bank akan mengkonversi uang Anda terlebih dahulu dari rupiah ke dolar atau euro. Hal ini karena perbankan memilih mata uang dengan nilai yang lebih stabil, dolar atau euro tentu lebih stabil dari rupee. Setelah dikonversi menjadi dolar, uang dikirim ke negara tujuan dan dikonversi menjadi rupee. Setiap proses membutuhkan waktu dan biaya.

XRP hadir sebagai solusi transfer global yang lamban dan mahal. XRP menghapus beberapa tahap sistem transfer konvensional. Jika menggunakan XRP, uang Anda akan dikonversi menjadi XRP, lalu dikirimkan ke India sudah dalam bentuk rupee. XRP melewati langkah-langkah yang menjadikannya lebih efisien dan hemat, sesuai dengan tujuan Ripple.

Sistem yang lebih cepat, mudah, dan hemat inilah yang ditawarkan Ripple kepada institusi perbankan atau institusi non-finansial.

4. Manfaat XRP dalam Pembayaran

Ratusan lembaga keuangan di lebih dari 55 negara bekerjasama dengan Ripple untuk memudahkan aktivitas mereka. Ripple menawarkan berbagai manfaat untuk lembaga-lembaga tersebut sehingga mereka tertarik untuk bekerjasama. Dan perbankan atau lembaga keuangan adalah target customer Ripple sebenarnya.

Berikut adalah manfaat XRP sebagai pembayaran global.

1. Proses Transaksi yang Lebih Cepat

XRP secara konsisten menangani 1.500 transaksi per detik selama 24 jam 7 hari. Kecepatan proses transaksi ini jauh lebih unggul dibanding Bitcoin dan Ethereum. Bitcoin hanya mampu memvalidasi 3-6 transaksi per detik dan Ethereum 15 transaksi per detik. Kecepatan proses transaksi inilah yang menjadi solusi sistem keuangan Ripple yang tidak diberikan oleh Bitcoin dan Ethereum.

2. Terdistribusi

XRP dijalankan oleh jaringan terdesentralisasi yang terdiri dari 150 lebih validator secara global.

3. Stabil

Track record XRP tentang teknologi dan tata kelola yang stabil menjadikannya sangat siap membantu lembaga keuangan atau institusi lainnya.

4. Transaksi yang Ramah Lingkungan

XRP Ledger menyelesaikan XRP secara instan tanpa biaya energi yang terkait dengan proof of work atau penambangan. Poin ini juga menjadi keunggulan XRP yang tidak dimiliki blockchain lainnya seperti Ethereum.

5. Biaya Transaksi yang Murah

Dengan proses yang sangat cepat, XRP menawarkan biaya yang sangat murah. Transaksi di jaringan Ripple hanya dikenakan biaya sebesar 0,0001 XRP atau pada saat ini hanya sekitar $0,0001003.

5. Ripple dan Bitcoin

Ripple seringkali dibandingkan dengan Bitcoin karena tujuan keduanya yang berbeda. jika blockchain Bitcoin digunakan untuk menggantikan sistem perbankan dunia, maka Ripple hadir untuk membantu sistem perbankan yang lamban menjadi lebih cepat. Perbankan seperti musuh Bitcoin, sementara perbankan adalah partner atau target pasar Ripple. Namun, apakah tujuan Ripple salah untuk membantu perbankan? Tentu tidak.

Perbankan adalah sistem keuangan dengan komunitas yang sangat besar di seluruh dunia. Sistem keuangan yang sudah ada sejak lama dan pernah menjadi satu-satunya ini akan sangat sulit untuk dihilangkan sepenuhnya. Hal inilah yang menjadi alasan Ripple menawarkan kerjasama dengan perbankan dan lembaga keuangan lainnya untuk menggunakan sistem mereka. Ripple membantu perbankan untuk memiliki sistem yang lebih efektif dan efisien. Ini sesuai dengan tujuan utama Ripple untuk memudahkan transfer global dan menjadi global settlement.

Selain tujuan dan target pasar yang berbeda, perbedaan lain antara Bitcoin dan Ripple adalah jenis perusahaannya. Bitcoin adalah perusahaan atau komunitas non-profit, sementara Ripple adalah profit company. Ripple menawarkan sistem mereka kepada perbankan untuk mendapatkan untung juga. Tapi hal ini adalah hal yang sangat umum  untuk sebuah perusahaan.

6. Tidak Ada Reward untuk Validator

Jika Anda akan mendapatkan BTC atau Ether saat berhasil menambang di sistem blockchain, maka Anda tidak akan mendapatkan reward apapun saat berhasil memvalidasi sebuah transaksi di XRPL. Lalu, mengapa Ripple bisa memiliki banyak vaidator independen atau default untuk membantu sistem mereka?

Ada dua alasan mengapa Ripple bisa memiliki validator tanpa adanya reward yang diberikan.

1. Komunitas yang Kuat

Banyaknya orang yang merasa bahwa Ripple benar-benar menjadi solusi transaksi yang mudah, murah, dan aman, menjadikan banyak mereka secara sukarela menjadi validator yang membantu sistem XRPL bekerja. Mereka murni ingin membantu kesuksesan Ripple dan keberhasilan tujuan Ripple untuk memudahakan transaksi global.

2. Validator default

Ripple menjalin kerjasama dengan ratusan institusi keuangan dan non keuangan. Ripple meminta lembaga-lembaga tersebut juga ikut menjadi validator aktif atau default di ledger XRP. Saat ini, Ripple memiliki 36 validator aktif yang terdiri dari universitas, bursa, dan lembaga keuangan lainnya. Inilah salah satu alasan mengapa transaksi di Ripple sangat cepat.

7. Lembaga Keuangan yang Menggunakan RippleNet

ilustrasi Money transfer

Sumber: Alistair MacRobert on Unsplash

Sistem yang ditawarkan Ripple sudah diadopsi oleh ratusan lembaga keuangan dunia maupun institusi non finansial lainnya. Perusahaan atau institusi yang bekerjasama dengan Ripple adalah institusi-institusi raksasa dunia. Berikut adalah beberapa lembaga keuangan besar yang menggunakan RippleNet.

  • American Express
  • Western Union
  • Bank of America
  • CIMB Bank
  • Ria
  • Currencycloud
  • Santander
  • MoneyGram International
  • RationalFX
  • Bee Tech
  • LuLu Exchange
  • Tranglo
  • Dee Money
  • Moneynetint

8. Ripple dan Central Bank Digital Currency (CBDC)

Central Bank Digital Currency (CBDC) adalah salah satu projek keuangan dunia untuk membentuk mata uang fiat digital. CBDC diatur oleh bank sentral di setiap negara. CBDC adalah sebuah projek yang akan menggunakan teknologi blockchain untuk beroperasi. Dan blockchain yang dimiliki Ripple adalah blockchain pertama yang dilirik bank-bank sentral di berbagai negara.

Ripple menggunakan sistem mereka untuk menjadi partner yang tepat bagi perbankan dunia. Sistem yang membantu transaksi menjadi lebih cepat, mudah, dan hemat biaya menjadikan Ripple sebagai blockchain utama yang dilirik para bank sentral dunia untuk membantu mereka merealisasikan projek CBDC ini.

Hal ini tentu akan sangat berdampak positif bagi masa depan Ripple. Mereka mengambil peran penting dalam kemajuan sistem keuangan dunia dengan memanfaatkan teknologi.

9. Ripple di Indonesia

Ripple (XRP) bukanlah kripto yang asing di telinga para trader dan investor Indonesia. Terlebih saat Ripple berkunjung ke Bank Indonesia. Banyak yang beranggapan bahwa ini adalah untuk projek CBDC, namun tidak ada konfirmasi resmi dari BI. Tapi berita ini membuat Ripple menjadi perbincangan hangat pada saat itu.

Kabar-kabar baik tentang kerjasama Ripple dengan berbagai perusahaan dan bank dunia memberikan angin segar bagi para holder XRP untuk terus HODL XRP, bahkan sebagian dari mereka optimis bahwa XRP bisa menembus $10.

Dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibanding dengan Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), atau Litecoin (LTC), membuat banyak investor Indonesia menjadikan Ripple (XRP) sebagai bagian dari portofolio mereka.

10. Cara Membeli Ripple

Cara membeli Ripple (XRP) sama dengan cara membeli kripto lainnya. Anda hanya perlu menentukan kripto exchange yang akan Anda gunakan, lalu lakukan registrasi dan verifikasi.

Sebelum membeli kripto di exchange pilihan Anda, Anda diwajibkan untuk melakukan deposit dengan uang fiat, biasanya USD. Setelah itu Anda sudah bisa mulai berdagang kripto.

Anda bisa membeli Ripple (XRP) di Kraken, Binance, Huobi Global, atau Kucoin. Namun, Anda tidak akan bisa menemukan Ripple di Coinbase. Coinbase memutuskan untuk mencabut XRP dari exchange mereka karena kontroversi antara Ripple dan SEC yang belum menemukan titik terang hingga saat ini.

Jika Anda ingin menggunakan kripto exchange lokal, Anda bisa membeli Ripple (XRP) di Indodax, Pintu, Luno, Zipmex, atau Tokocrypto yang sudah memiliki izin Bappebti.

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article