22.4 C
Indonesia
Friday, November 26, 2021

Trading Cryptocurrency untuk Pemula

Must read

Bagaimana cara trading cryptocurrency untuk pemula? Cryptocurrency adalah mata uang digital dengan nilai yang fluktuatif. Fluktuasi harga ini menjadikan kripto sebagai instrumen investasi yang profitable. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para trader dan investor kripto.

Sejak kehadiran Bitcoin pada 2009 lalu, hingga saat ini telah tercipta ribuan Altcoin di seluruh dunia. seperti Ethereum, Binance Coin, Litecoin, Ripple, dan lain-lain. Kemunculan Altcoin ini tentu karena semakin meningkatnya minat trader dan investor untuk terjun ke dunia cryptocurrency.

Baca juga Mantan Manajer Produk Facebook Kini Merambah Dunia Crypto sebagai Pemasukan

Dengan harga yang fluktuatif, cryptocurrency bisa dikatakan sebagai produk yang bersifat high risk high return. Cryptocurrency adalah produk investasi yang profitable, tetapi para trader harus memiliki ilmu dan teknik berinvestasi demi menghindari risiko-risiko yang terbilang tinggi. Ada beberapa hal yang harus diketahui dan dipelajari oleh para trader pemula sebelum berkecimpung di dunia cryptocurrency. Oleh sebab itu, penting bagi calon trader untuk mengetahui hal yang berkaitan tentang trading cryptocurrency untuk pemula ini.

1. Gaya Trading

Gaya trading adalah hal pertama yang harus ditentukan trader pemula. Ketika seorang trader mengetahui gaya tradingnya, maka akan lebih mudah untuk menentukan strategi dan indikator-indikator analisis teknikal yang akan digunakan.

Berikut adalah 4 gaya trading paling populer.

1. Day Trader

Day trader adalah gaya trading dengan membeli dan menjual di hari yang sama. Day trader merupakan trader dengan jangka waktu paling cepat.

Day trader akan membeli kripto di saat harga dianggap rendah, dan menjualnya segera di hari yang sama saat harga naik. Gaya trading ini sangat akrab dengan cut loss. Day trader lebih memilih untuk menjual kripto mereka di hari yang sama meskipun rugi daripada harus menunggu sampai besok. Namun, day trader juga bisa mendapatkan keuntungan secara berkali-kali dalam hitungan sehari.

2. Position Trader

Position trader melakukan trading dalam jangka waktu menengah hingga panjang. Mereka menentukan strategi dan time frame dari histori harga. Strategi position trader yaitu membeli kripto saat harga berada di level support dalam posisi uptrend dan menjualnya saat harga memasuki level resistance.

3. Swing Trader

Swing trader sangat ahli mendapatkan keuntungan saat pasar sedang bergejolak. Swing trader menganalisis pergerakan harga dengan berbagai algoritma, sehingga pasar yang bergejolak semakin memudahkan mereka dalam menganalisis pasar. Jangka waktu yang digunakan swing trader lebih pendek dari position trader.

4. Scalping Trader

Gaya trading yang digunakan scalping trader bisa digunakan trader pemula saat sudah memiliki jam terbang yang tinggi. Scalping trader mendapatkan keuntungan dalam jangka waktu yang sangat singkat dengan menggunakan berbagai gabungan indikator analisis teknikal.

2. Prinsip dalam Trading Cryptocurrency

Jual beli kripto yang terjadi di market cryptocurrency memiliki prinsip yang sama dengan market aset lainnya. Harga selalu dipengaruhi dengan permintaan dan penawaran. Harga berbanding lurus dengan permintaan dan berbanding terbalik dengan penawaran.

Sebagai contoh, ketika sebagian besar trader memilih untuk membeli Bitcoin di harga tertentu, hal itu akan meningkatkan harga Bitcoin pada saat itu. Hal itu menandakan adanya permintaan yang tinggi yang mampu mendongkrak harga naik. Sedangkan ketika sebagian besar trader memilih untuk menjual Bitcoin karena faktor-faktor tertentu, maka harga Bitcoin akan bearish dan terus anjlok jika aksi jual terjadi dalam jangka waktu yang panjang.

Namun, cryptocurrency adalah aset dengan harga yang fluktuatif. Ketika harga suatu kripto turun, maka trader dengan jam terbang yang tinggi mampu membaca pasar dan menganggap itu adalah saat yang tepat untuk buy. Dengan harapan harga akan kembali naik karena berbagai analisis yang telah dilakukan.

3. Technical Analysis (TA)

Technical analysis atau analisa teknikal adalah salah satu teknik menganalisa sebuah aset secara historis. Yaitu dengan menganalisis data masa lalu seperti harga dan volume yang mempengaruhi tren. Perubahan harga dan volume akan membentuk pola-pola pergerakan harga. Ada satu ucapan yang sering dijadikan prinsip para trader, “history repeats itself”.

Ada banyak indikator analisis teknikal kripto, hal-hal berikut adalah pengetahuan mendasar yang penting untuk  para trader pemula ketahui dan pelajari.

1. Siklus Pasar

Menganalisa secara teknikal berarti menganalisa masa lalu pergerakan harga saat terapresiasi hingga kembali terkoreksi. Pergerakan ini memiliki empat siklus utama, yaitu akumulasi, markup, distribusi, dan penurunan (decline).

Akumulasi yaitu ketika harga mulai bergerak naik karena tingginya bid. Dilanjutkan dengan siklus kedua yaitu markup. Harga semakin mempertegas pergerakan naik karena masuknya para trader saat siklus akumulasi yang meningkatkan volume bid. Grafik mulai memasuki siklus distribusi, yaitu siklus ketika para trader mulai menjual aset mereka karena dianggap telah mencapai target harga. Tingginya volume ask perlahan membuat grafik kembali merosot ke siklus decline.

Hal yang perlu dipelajari trader pemula adalah memiliki time frame yang jelas untuk mengetahui momen yang tepat untuk masuk ke siklus-siklus yang bisa memberikan return. Selain ilmu, trader pemula juga butuh jam terbang untuk lebih mahir membaca pola-pola pergerakan harga.

2. Siklus psikologis

Psikologis para trader mampu mempengaruhi trader untuk tetap konsisten dengan strategi yang telah dirancang atau mengubah strategi itu. Siklus awal selalu dimulai dari harapan (hope), optimistis (optimism), hingga ke puncak siklus euphoria. Kebanyakan trader pemula mengambil tindakan gegabah saat siklus ini karena FOMO (Fear of Missing out). Sehingga saat pergerakan harga selanjutnya tidak sesuai harapan, akan memberikan kecemasan (anxiety), panik, kemarahan (anger), hingga depresi.

Tantangan bagi para trader yaitu untuk tidak membiarkan emosi sesaat mempengaruhi strategi trading mereka ketika banyaknya bad issue yang tersebar di pasar. Ketika trader tahu ia masuk di saat siklus akumulasi dan bukan karena FOMO, trader akan jauh lebih tenang dan mampu mengatasi kecemasannya. Maka dari itu, pengendalian emosi adalah skill yang sebenarnya sangat penting untuk dikuasi oleh para trader, mengingat harga cryptocurrency yang fluktuatif.

4. Fundamental Analysis

Jika analisis teknikal berfokus pada data historis harga sebuah kripto, maka analisis fundamental berfokus pada hal-hal yang lebih dasar. Analisis fundamental biasanya menjadi instrumen yang digunakan oleh investor atau trader jangka panjang. Namun, jenis analisis ini juga perlu diterapkan oleh jenis trader lainnya.

Analisis fundamental berfokus pada kualitas sebuah cryptocurrency. Seperti teknologi, likuiditas, inovasi, dan developer.

1. Teknologi

Cryptocurrency adalah mata uang digital berbasis teknologi blockchain. Teknologi adalah bagian penting dari cryptocurrency yang bisa menarik minat investor dan trader. Altcoin anyar selalu membuat press release mengenai teknologi dan inovasi mereka. Salah satu contohnya adalah Ethereum, Altcoin terbesar saat ini.

Ethereum hadir dengan teknologi yang mampu menutupi kekurangan Bitcoin. Ethereum menawarkan teknologi baru yang memberikan kemudahan bagi para penggunanya dan masa depan yang cerah bagi trader dan investor. Yaitu NFT, DApps, dan smart contract. Ethereum menjadi sangat sukses dengan teknologi-teknologi yang diciptakan para developernya. Hal ini menjadi bukti bahwa teknologi adalah bagian dari analisis fundamental kripto.

2. Likuiditas

Likuiditas adalah tingkat kemudahan cryptocurrency ketika ingin ditarik dalam bentuk mata uang fiat atau aset lain yang dapat diperjualbelikan. Likuditas tentu dipengaruhi oleh popularitas. Besarnya permintaan pasar mampu membuat sebuah cryptocurrency dengan mudah diperdagangkan dan dicairkan menjadi mata uang fiat atau dikonversi menjadi aset lain.

Tidak semua kripto memiliki likuiditas yang sama, karena kualitas dan popularitas yang berbeda sehingga permintaan pasar pun berbeda. Bagi trader pemula, memulai trading menggunakan kripto dengan likuiditas yang tinggi adalah hal yang sangat penting. Beberapa cryptocurrency dengan likuiditas yang tidak perlu diragukan lagi adalah Bitcoin, Ethereum, Litecoin, dan Ripple.

3. Inovasi

Seperti teknologi, inovasi merupakan unsur dari analisis fundamental kripto berkaitan dengan sistem yang diciptakan sebuah platform cryptocurrency. Inovasi akan memberikan kemudahan baru yang sebelumnya tidak ada. Inovasi yang menarik akan menarik minat trader dengan mudah pula.

Bagi trader pemula, pilihlah kripto dengan inovasi yang menarik. Karena inovasi selalu menawarkan masa depan yang cerah. Seperti inovasi smart contract dan DApps oleh Ethereum atau SAFU (Secure Asset Fund for Users) yang diciptakan Binance.

4. Developer

Jika trader dan investor saham menganalisis manajemen sebuah perusahaan, maka trader dan investor kripto akan menganalisis developer. Developer sama pentingnya dengan manajemen perusahaan. Merekalah yang akan mengatur inovasi dan memutuskan produk-produk apa yang akan dirilis untuk menarik minat konsumer.

Memilih cryptocurrency dengan developer yang terus aktif memperbarui dan menciptakan sistem dan program baru adalah hal yang harus diperhatikan trader pemula. Karena itu menunjukkan bahwa cryptocurrency tersebut terus berkembang dan aktif berinovasi.

5. Basic Tools untuk Trader Pemula

Untuk merealisasikan analisis teknikal, trader harus lebih dulu mengenal alat-alat dasar untuk trading cryptocurrency. Alat-alat inilah yang membantu para trader untuk menganalisa data, membuat strategi trading dan time frame.

Berikut adalah beberapa basic tools untuk trader pemula cryptocurrency.

1. Support dan Resistance

Support dan resistance adalah serangkaian alat mutlak yang akan Anda jumpai saat Anda menganalisis grafik historis harga sebuah aset. Support atau area support merupakan area dimana tren turun cenderung berhenti dan mulai bergerak naik karena masuknya permintaan. Sedangkan resistance adalah level harga ketika tren naik cenderung berhenti dan terkoreksi karena adanya aksi jual.

Dengan menggunakan gabungan support dan resistance, trader bisa menentukan time frame untuk masuk di momen-momen yang tepat. Yaitu membeli saat harga berada di level support dan menjualnya saat harga berada di level resistance atau mendekati resistance.

2. Candlestick

Candlestick merupakan grafik harga yang terdiri dari balok-balok dengan sumbu di atas atau bagian bawahnya yang menunjukkan harga open, high, dan low. Candlestick bisa merangkum rentang waktu yang berbeda, tergantung dengan garis waktu yang dipilih trader untuk dianalisis.

Candlestick akan membentuk pola yang membantu trader melakukan analisis teknikal. Indikator-indikator TA juga menggunakan candlestick sebagai grafik harga. Tidak ada trader yang tidak mengenal candlestick, karena ini adalah alat yang sangat penting dalam dunia trading cryptocurrency atau aset lainnya.

3. Trendline

Trendline atau garis tren tidak terlepas dari support dan resistance. Garis tren akan membantu trader untuk menentukan level support dan resistance yang mempengaruhi waktu beli dan jual. Contohnya downtrend akan membentuk lower highs dan lower lows.

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article