28.4 C
Indonesia
Thursday, November 25, 2021

Trading Ethereum bagi Pemula

Must read

Bagaimana trading ethereum bagi pemula? Cryptocurrency adalah salah satu inovasi yang tercipta karena kemajuan teknologi. Sistem blockchain yang menyimpan seluruh transaksi kripto memberikan berbagai kemudahan bertransaksi. Transfer maupun jual beli kripto lebih mudah, cepat, dan rendah biaya karena tidak membutuhkan pihak ketiga. Sebagai salah satu aset investasi, kripto semakin diminati para investor dan trader dunia.

Bukan hanya Bitcoin, ada banyak Altcoin yang dinilai memberikan peluang keuntungan yang besar. Salah satunya adalah Ethereum. Ethereum adalah sistem blockchain terdesentralisasi dengan mata uang digitalnya Ether (ETH).

Bagi Anda yang ingin berinvestasi atau trading Ethereum, artikel trading ethereum bagi pemula ini sangat tepat untuk Anda.

Baca juga Tanda-tanda Peningkatan Harga Bitcoin dan Ethereum

1. Apa Itu Ethereum?

Ethereum diciptakan oleh Vitalik Buterin, seorang programmer Rusia-Kanada yang juga merupakan seorang penulis Bitcoin Magazine. Ia merasa kagum dengan sistem blockchain Bitcoin, namun menyadari satu kekurangan Bitcoin. Yaitu Bitcoin tidak memiliki bahasa pemrograman yang memberikan akses kepada developer untuk mengembangkan lebih lanjut di atasnya. Ide ini menjadi awal terciptanya Ethereum dan resmi diluncurkan pada 2015.

Ethereum adalah platform berbasis blockchain yang terdesentralisasi dan menggunakan sebuah program baru bernama Smart Contract. Smart Contract tidak hanya merekam transaksi transfer mata uang, tapi juga membuat keputusan lain seperti pinjam meminjam ataupun jual beli.

Dengan segala fitur yang ditawarkan, Ethereum berkembang cukup pesat. Bahkan pada Maret 2021, Ethereum pernah mengalahkan dominasi Bitcoin dengan menembus level $3.000. Rekor ini semakin menarik minat para investor dan trader untuk meraup keuntungan dari Ethereum.

2. Cara Kerja Ethereum

Cara kerja Ethereum mirip dengan cara kerja Bitcoin, yaitu menggunakan sistem blockchain yang menghubungkan seluruh komputer di dunia. Namun Ethereum memiliki keunggulan lain yang membuatnya memiliki kegunaan lebih. Ethereum bekerja dengan bahasa pemrograman smart contract. Smart contract akan merekam seluruh transaksi dan membuat keputusan kontrak secara otomatis yang disimpan di sistem blockchain dan tidak bisa diubah oleh siapapun.

Smart contract tidak hanya digunakan di bidang keuangan, tetapi juga kesehatan, pemerintahan, dan sektor lainnya. Smart contract memberikan keamanan dan keadilan lebih.

Selain smart contract, Ethereum juga memberikan akses kepada developer untuk membangun atau mengembangkan aplikasi di atas sistem Ethereum yang disebut Decentralized Applications (DApps).

3. Menambang (Mining) Ethereum

Illustrasi Gambar

Sumber: Photo by Markus Spiske on Unsplash

Ethereum dibentuk dengan inovasi blockchain Bitcoin. Namun developer Ethereum tidak hanya menyalin teknologi, mereka juga melakukan berbagai modifikasi untuk menjadikan Ethereum mampu menutupi kekurangan Bitcoin. Sehingga cara menambang Bitcoin dan Ethereum juga berbeda.

Salah satu cara mendapatkan Ethereum adalah dengan menambang. Sama seperti menambang Bitcoin, Anda bisa mendapatkan Ethereum sebagai reward karena aktivitas menambang. Menambang yaitu menciptakan blok baru dengan menyelesaikan teka-teki komputasi yang sangat rumit dan kompleks. Blok-blok baru nanntinya akan ditambahkan ke blockchain setiap 15 detik. Penambang (miner) yang berhasilkan menciptakan blok baru akan mendapatkan 2 Ether (ETH).

Jika Anda bisa menambang Bitcoin dengan GPU mining, CPU mining, atau ASIC, maka Ethereum berbeda. Ethereum dirancang sedemikian rupa agar hanya bisa melakukan penambangan dengan GPU mining. Pembatasan ini dilakukan untuk memastikan bahwa penambangan masih bisa dilakukan oleh individu dengan komputer dan rig rumahan.

4. Cara-Cara Menambang Ethereum

Jika Anda ingin mendapatkan Ethereum dengan cara menambang, Anda bisa melakukan salah satu dari 3 cara berikut.

1. Pool Mining

Pool mining adalah cara termudah untuk mendapatkan Ether dengan menambang. Pool mining yaitu kegiatan menambang dengan menggabungkan kekuatan komputasi beberapa orang untuk memecahkan teka-teki kriptografi. Reward akan dibagi sesuai dengan hash yang disediakan.

Untuk mendapatkan keuntungan, ada 3 karakteristik utama yang harus Anda pertimbangkan. Yaitu ukuran pool, pembayaran minimum, dan biaya pool. Jika biaya pool lebih dari 3%, sebaiknya Anda mencari pool lain untuk menambang Ether.

2. Solo Mining

Cara menambang Ether selanjutnya yaitu dengan cara solo mining. Sesuai dengan namanya, cara ini dilakukan dengan menyelesaikan teka-teki kriptografi sendiri, tanpa tim ataupun partner.

Dengan solo mining, Anda tidak perlu membayar biaya pool dan membagikan reward yang Anda dapat. Namun, kemungkinan untuk menjadi yang tercepat menambahkan blok baru hampir tidak mungkin dengan cara ini. kekuatan komputasin sendiri tentu tidak sebanding dengan kekuatan hash pool mining. Apalagi semakin banyaknya penambang Ether yang membuat kompetisi mining lebih ketat.

Solo mining biasanya akan berhasil jika dijalankan oleh penambang profesional yang menjalankan mining farm (peternakan penambangan).

3. Cloud Mining

Alternatif menambang Ether yang bisa Anda lakukan adalah dengan membayar orang lain untuk menambang. Cara ini disebut dengan cloud mining. Anda tidak perlu memiliki peralatan menambang ataupun menjalankannya. Anda hanya menyewa daya komputasi orang lain dan mendapatkan hasil dari pekerjaan mereka.

Namun, Anda harus ekstra waspada jika ingin menggunakan cara ini. Karena Anda harus membayar uang sewa dimuka, tidak ada jaminan jika uang sewa itu akan digunakan untuk menambang atau justru Anda terjebak scam.

Anda bisa melakukan cloud mining melalui platform cloud mining terpercaya dengan track record yang baik. Salah satu platform cloud mining yang sangat terkenal dan terpercaya adalah Hashflare.

5. Langkah-Langkah Menambang Ethereum

Jika Anda ingin menambang Ether dengan cara pool mining, berikut adalah langkah-langkah menambang Ether.

1. Buat Wallet Ethereum

Bukan hanya Ethereum, jika ingin berinvestai atau trading kripto, Anda harus memiliki wallet. Wallet adalah tempat Anda menyimpan aset kripto Anda. Ada banyak pilihan jenis wallet yang bisa Anda gunakan. Jika Anda memilih untuk menggunakan online wallet, maka Anda bisa menggunakan MetaMask atau platform lainnya.

2. Perbarui Driver GPU

Agar bisa menambang dengan lebih baik, Anda perlu memperbarui GPU Anda yang disediakan oleh produsen GPU. Seperti Nvidia.

3. Instal Software Penambang Ethereum

Perangkat keras tidak akan bermanfaat tanpa adanya software yang beroperasi. Anda bisa menggunakan mining software seperti NBMiner dan T-Rex Miner.

4. Memilih Pool Mining

Pilihlah pool mining dengan bijak. Jangan lupa untuk memperhatikan kriteria-kriteria yang telah dipaparkan di atas. Anda harus mengetahui dan mempertimbangan ukuran pool, pembayaran minimun, biaya pool.

Anda bisa mencoba mining pool seperti Ethermine, Nanopool, atau Dwarfpool. Biaya pool Ethermine dan Dwarfpool hanya 1%. Pembayaran minimum yang bisa Anda dapatkan di Nanopool adalah 0,2 ETH.

5. Kumpulkan Reward

Setelah berhasil melakukan penambangan, Anda akan mendapatkan reward atau hadiah penambangan. Reward ini akan otomatis dikirim ke wallet Ethereum Anda ketika sudah mencapai pembayaran minimum. Anda hanya perlu menyalin dan menempelkan wallet address Ethereum Anda dan mengklaim reward.

Tips:
Lakukan investasi atau trading dengan reward yang Anda dapat. Jual reward saat harga Ether sedang tinggi.

6. Langkah-Langkah Menambang Ethereum

Ada banyak jenis wallet yang bisa Anda gunakan untuk menyimpan Ethereum Anda. setiap jenis wallet tentu memiliki fitur nya masing-masing.

1. Mobile Wallet

Mobile wallet adalah jenis wallet yang bisa Anda instal di perangkat seluler dari App Store atau Google Play. Anda hanya perlu menginstal mobile wallet seperti Trustwallet dan mulai membuat akun.

2. Desktop Wallet

Bagi Anda yang lebih suka menggunakan aplikasi di desktop, jenis wallet ini adalah yang paling tepat untuk Anda. Desktop Wallet berjalan di sistem seperti Microsoft Windows atau OS Linux.

3. Hardware Wallet

Hardware Wallet biasanya berbentuk seperti USB dan bisa diakses secara offline. Anda harus menghubungkan Hardware Wallet ke komputer untuk bisa menggunaknanya.

4. Paper Wallet

Paper Wallet adalah jenis lain dari Cold Wallet yang berbentuk selembar kertas berisi kode QR. Anda harus mengunjungi web pembuat Paper Wallet untuk membuat jenis wallet ini.

7. Cara Mengisi Ethereum Wallet

Untuk bisa melakukan transaksi atau menggunakan DApps Ethereum, Anda harus memiliki Ether di wallet Anda. Cara mengisi wallet Anda dengan Ether sangatlah mudah. Anda bisa membeli Ether di exchange kripto seperti Binance,  Kraken, atau Crypto.com. setelah membeli Ether, simpanlah Ether di wallet Anda untuk menghindari serangan hacker.

8. Tips Menjaga Ethereum agar Tetap Aman

Illustrasi Gambar 2

Sumber: Photo by KeepCoding on Unsplash

Seperti jenis aset lainnya, Anda harus menjaga keamanan aset Anda untuk menghindari pencurian ataupun penipuan. Sebagai aset digital, kripto cukup rentan terkena serangan malware atau hacker. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menjaga Ethereum Anda tetap aman.

  1. Jangan beritahu informasi rahasia tentang kripto Anda kepada SIAPAPUN. Seperti private key, public key, atau jumlah aset kripto Anda.
  2. Waspada dengan serangan phishing. Anda bisa kehilangan kripto Anda tanpa Anda sadari. Serangan phising dilakukan oleh aktor jahat yang berpura-pura sebagai perwakilan exchange atau entitas penting lainnya untuk mendapatkan informasi pribadi Anda. Biasanya phishing dilakukan dengan cara mengirimkan email kepada Anda.
  3. Simpanlah hardware wallet Anda di tempat yang aman dan rahasia. Hardware wallet dianggap sebagai tempat penyimpanan kripto yang paling aman. Karena hanya orang yang memegang fisik hardware wallet yang dapat mengaksesnya. Sehingga jenis dompet ini sangat terjaga dari serangan hacker. Namun, Anda harus waspada agar hardware wallet aman tersimpan di brankas atau tempat lain yang menurut Anda hanya Anda yang tahu.
  4. Jangan tinggalkan Ethereum Anda di bursa. Sebagian pemula yang masih bingung menggunakan online wallet biasanya akan membiarkan Ethereum miliknya tersimpan di bursa. Hal ini tentu sangat berisiko. Meskipun Anda menggunakan bursa terpercaya seperti Binance atau Coinbase, itu tidak menjamin mereka terhindar dari peretas.

9. Hal-Hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Membeli Ethereum

Sebelum membeli Ethereum, berikut adalah beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan.

  1. Volatilitas yang tinggi.
  2. Biaya Gas yang semakin mahal.
  3. Sesuaikan dengan portofolio Anda.
  4. Harga yang sangat fluktuatif.

10. Ethereum di Indonesia

Jika Anda ingin membeli atau menjual Ethereum menggunakan broker lokal, sebaiknya Anda menggunakan broker yang sudah berizin Bappebti. Hal ini akan meminimalisir risiko Anda terkena scam.

Berikut adalah 5 broker lokal yang bisa Anda coba untuk bertransaksi Ethereum. Anda bisa memilih broker yang sesuai dengan kriteria yang Anda cari.

  1. Indodax
  2. TokoCrypto
  3. Rekeningku
  4. Pintu
  5. Luno

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article