26.4 C
Indonesia
Thursday, November 25, 2021

Polkadot (DOT), Kompetitor Ethereum yang Sangat Menarik bagi Investor

Must read

Polkadot, disinyalir sebagai kompetitor Ethereum? Cryptocurrency adalah salah satu bentuk inovasi teknologi yang memberikan kemudahan dan kebebasan bertransaksi secara global. Dengan mengandalkan blockchain, cryptocurrency bersifat desentralisasi yang memberikan kuasa penuh pada pemegang aset untuk mengelola aset mereka. Teknologi blockchain yang dikenalkan Bitcoin terus dikembangkan oleh berbagai developer di dunia dengan menciptakan Altcoin mereka sendiri.

Beberapa contoh inovasi blockchain yaitu Ethereum mengembangkan blockchain dengan menciptakan sebuah program bernama smart contract, Solana beroperasi dengan inovasi proof of history (PoH), dan Polkadot hadir dengan parachain sebagai inovasi baru blockchain.

Parachain yang menjadi kekhasan Polkadot memberikan daya tarik yang sangat besar untuk para investor. Polkadot disinyalir sebagai salah satu kompetitor Ethereum yang memberikan kelebihan-kelebihan yang belum diwujudkan oleh Ethereum 2.0. Dikatakan sebagai kompetitor Ethereum, seperti apakah Polkadot tersebut?

Baca juga Pada Pertengahan Desember, Parachains Polkadot (DOT) akan Segera Tersedia

1. Sejarah Polkadot

Polkadot adalah sebuah proyek yang dikembangkan oleh Parity Technologies. Sebuah perusahaan yang didirikan pada 2015 oleh Gavin Wood dan Jutta Steiner. Gavin Wood adalah salah satu pendiri Ethereum dan CTO Ethereum Foundation. Ia juga merupakan developer yang memberikan ide smart contract Ethereum dan pernah menjadi ilmuwan riset di Microsoft.

Parity Technologies awalnya bertujuan untuk mengimplementasikan proyek yang ingin dibangun di atas jaringan Ethereum. Namun mereka berhenti secara bertahap untuk membangun Ethereum dan berfokus pada Polkadot. Polkadot dibangun oleh Gavin Wood, Peter Czaban, dan Robert Habermeier.

Pengembangan Polkadot dimulai saat developer menerbitkan kode pertama di Github pada November 2017 dengan dukungan dari Web3 Foundation yang juga diketuai oleh Gavin Wood. Web3 Foundation adalah organisasi nirlaba yang menyediakan dana, riset, advokasi, dan kolaborasi untuk proyek Polkadot.

Blok genesis Polkadot diluncurkan pada Mei 2020. Transaksi token DOT pertama kali diaktifkan pada Agustus 2020. Dan hingga saat ini, Polkadot menduduki posisi ke-8 berdasarkan market cap yang dilansir dari Coingekco.

2. Apa Itu Polkadot?

Polkadot adalah protokol blockchain yang memberikan akses kepada jaringan komputer global untuk mengoperasikan blockchain dan juga dapat meluncurkan dan mengoperasikan blockchain mereka sendiri. Polkadot merupakan jaringan multi-chain yang mampu menghubungkan beberapa blockchain menjadi satu jaringan yang saling terhubung. Secara sederhana, Polkadot bisa diibaratkan seperti HTML yang menghubungkan situs, browser, dan server.

Polkadot diciptakan untuk mengoperasikan dua jenis blockchain. Yaitu relay chain sebagai mainnet tempat terjadinya transaksi permanen dan parachain sebagai blockchain individu yang dibuat oleh pengguna. Parachain dapat dikustomisasi untuk sejumlah penggunaan dan dimasukkan ke dalam blockchain utama. Sehingga transaksi parachain mendapatkan manfaat dan keamanan yang sama dari rantai utama.

3. Komponen-Komponen Polkadot

Sebelum menggali lebih dalam tentang cara kerja Polkadot, sebaiknya kita mengenal lebih dulu komponen-komponen apa saja yang dimiliki Polkadot. Komponen-komponen Polkadot bersinergi untuk menciptakan sistem Polkadot yang efektif dan efisien.

1. Relay Chain

Relay chain berperan sebagai rantai utama dan inti dari Polkadot. Relay chain bertanggungjawab atas keamanan bersama, konsensus, dan interoperabilitas cross-chain.

2. Parachain

Blockchain independen yang menggunakan sumber daya komputasi relay chain untuk mengkonfirmasi bahwa transaksi akurat.

3. Parathreads

Parathreads adalah alternatif parachain yang lebih ringan untuk developer yang ingin mencoba Polkadot. Polkadot menawarkan parathreads dengan model pay-as-you-go, yaitu bayar sesuai pemakaian.

4. Bridge

Modul dan kontrak yang menghubungkan parachain dan parathreads ke jaringan eksternal seperti Bitcoin dan Ethereum.

Selain 4 komponen di atas, Polkadot juga memiliki aktor-aktor yang berperan untuk mengoperasikan komponen-komponen Polkadot agar bisa beroperasi dengan baik.

1. Nominator

Berperan mengamankan relay chain dengan memilih validator terpercaya dan staking DOT.

2. Validator

Mengamankan relay chain dengan staking DOT dan memvalidasi data di block parachain dengan bukti dari collator. Validator juga juga berpartisipasi dalam konsensus dan memberikan suara pada perubahan yang diusulkan ke jaringan.

3. Collator

Node yang menyimpan riwayat lengkap untuk setiap parachain dan menggabungkan data transaksi parachain ke dalam blok untuk ditambahkan ke relay chain. Collator juga berperan menghasilkan proof untuk divalidasi oleh validator.

4. Fishermen

Fishermen berperan memantau jaringan dan melaporkan aktivitas buruk ke validator.

4. Polkadot Governance

Polkadot Governance adalah pengguna-pengguna yang mempengaruhi pengembangan software Polkadot. Ada 3 jenis pengguna yang menjadi Polkador Governance, yaitu:

1. DOT Holders

Orang-orang yang membeli token DOT atau DOT holders bisa mengusulkan perubahan pada jaringan dan menyetujui atau menolak perubahan yang diusulkan oleh orang lain.

2. Council Members

Dipilih oleh DOT holders dan bertanggungjawab untuk mengusulkan perubahan dan menentukan perubahan mana yang diusulkan oleh pemegang DOT yang akan dijalankan untuk software. Proposal yang diajukan oleh council members membutuhkan lebih sedikit suara untuk dijalankan daripada yang diajukan oleh DOT holders.

3. Panitia Teknis

Panitia teknis adalah tim inti yang aktif membangun dan mengembangkan Polkadot yang dipilih oleh council members. Kelompok ini dapat membuat proposal khusus dalam keadaan darurat.

5. Cara Kerja Polkadot

Polkadot berjalan menggunakan multichain yang bersifat open source yang memungkinkan berbagai macam teknologi blockchain dapat dioperasikan satu sama lain. Polkadot juga memungkinkan cross chain bekerjasama tanpa masalah (interoperabilitas).

Polkadot juga menghadirkan parachain yang dapat ditambahkan atau dihilangkan oleh pengguna sebagai blockchain pribadi ataupun blockchain publik. Data di paracahain diakses melalui collator, yaitu node khusus Polkadot. Parachain diaktifkan dengan staking DOT dan bisa dihilangkan dari Polkadot dengan melepaskan DOT.

Relay chain mendukung smart contract dengan protokol Nominated Proof of Stake (NPoS) yang terdiri dari nominator dan validator yang dipilih oleh nominator. Nominator memilih validator menggunakan token mereka. Validator bertugas memvalidasi atau menambang blok baru. Jika validator melakukan aktivitas jahat, validator akan dihukum bersama dengan nominator yang memilihnya.

Kelebihan parachain yaitu dapat mendukung fitur-fitur dari blockchain eksternal seperti smart contract milik Ethereum, ZK-snarks milik Zcash, dan UTXO milik Bitcoin. Namun fitur-fitur ini juga bisa dihilangkan dari parachain.

Parachain Polkadot bisa digunakan sebagai rantai transaksi, rantai oracle, rantai keuangan, rantai privasi, jaringan kurasi data, maupun rantai identitas.

6. Keunggulan Polkadot

Dengan memanfaatkan parachain, Polkadot yang disinyalir sebagai kompetitor Ethereum memberikan berbagai keuntungan untuk para penggunanya. Berikut adalah beberapa keunggulan Polkadot.

1. Skalabilitas yang Lebih Besar

Blockchain yang beroperasi sendiri hanya bisa memproses lalu lintas transaksi (traffic) secara terbatas. Hal ini juga menyebabkan terjadinya bottleneck atau kemacetan yang membuat transaksi lebih lambat divalidasi. Polkadot memberikan solusi dari permasalahan ini karena sistem multi-chain netwrok yang mereka miliki.

Polkadot mendukung banyak blockchain melalui mekanisme sharding atau parachain yang memungkinkan transaksi diproses secara paralel dan lebih efisien.

2. Terdesentralisasi

Polkadot memberikan kebebasan bagi para penggunanya untuk mengoptimasi dan mengatur sistem blockchain sesuai dengan kebutuhan. Mereka bisa menciptakan atau menghilangkan parachain atau fitur tertentu. Pengembangan sistem Polkadot juga bisa diusulkan oleh DOT holders.

3. Interoperabilitas

Parachain dan aplikasi Polkadot dapat berbagi informasi karena sistem yang dapat dioperasikan dan kompatibilitas antar rantai.

4. Upgrade yang Lebih Mudah

Seperti sistem komputasi lainnya, blockchain juga membutuhkan upgrade agar sistemnya tetap beroperasi dengan baik dari waktu ke waktu. Proses upgrade ini disebut dengan hard fork dengan proses yang cukup sulit dan memakan waktu yang cukup lama. Namun Polkadot memungkinkan penggunanya untuk melakukan upgrade tanpa harus merombak jaringan sepenuhnya.

7. Proyek di Jaringan Polkadot

Polkadot adalah software baru yang masih terus dikembangkan. Meskipun komunitas Polkadot yang disinyalir sebagai kompetitor Ethereum belum sebesar Ethereum itu sendiri, namun sistem yang diciptakan Polkadot mulai dilirik oleh banyak developer blockchain. berikut adalah beberapa proyek di jaringan Polkadot.

    1. Subspace
    2. Kusama
    3. PolkaBTC
    4. Moonbeam
    5. Figment Networks
    6. doTreasury
    7. HOPR
    8. Trust Wallet
    9. Dimension
    10. OpenSquare Network
    11. Token DOT

Polkadot menggunakan token DOT sebagai token internall jaringan mereka. DOT memungkinkan para pemegangnya untuk memberikan suara untuk Polkadot yang bisa meningkatkan seluruh jaringan jika konsensus tercapai.

Selain sebagai transaksi keuangan dasar, DOT juga juga berfungsi untuk tata kelola, staking yang dilakukan oleh nominator dan validator, dan bonding.

DOT telah terdaftar di lebih dari 40 bursa. Volume perdagangan ynag tinggi mampu mendongkrak kapitalisasi Polkadot dan harga koin meroket.

9. Perkembangan Harga Polkadot (DOT)

Dilansir dari CoinMarketCap, sejak listing pada 22 Agustus 2020, Polkadot (DOT), yand disinyalir sebagai kompetitor Ethereum menunjukkan grafik yang bergerak sangat positif. Pada awal listing, harga DOT hanya Rp.66,213 dengan volume transaksi Rp.7,17 triliun selama kurun waktu 24 jam.

Pada 14 Mei 2021, DOT akhirnya mencapai ATH (AllTimeHigh) setelah pergerakan grafik yang terus meroket. DOT mencapai harga tertingginya yaitu Rp.688,335 dengan volume transaksi Rp.80,88 triliun selama 24 jam. Namun DOT terus terkoreksi hingga sangat dalam sampai 20 Juli 2021 di level harga Rp.160,213.

Sejak terkoreksi dalam, DOT mulai menunjukkan tren positif dengan koreksi tipis. Hingga saat artikel ini ditulis pada 30 Oktober 2021, harga DOT yaitu Rp.614,952. DOT juga masih menunjukkan sinyal-sinyal pergerakan yang sangat baik.

Jika Anda berpikir bahwa DOT akan menciptakan ATH baru, maka itu sangat mungkin terjadi melihat reli DOT yang terus bergerak positif selama 3 bulan terakhir ini.

10. Cara Membeli Polkadot (DOT)

Jika Anda ingin berinvestasi DOT, caranya sama dengan investasi kripto lainnya. Anda hanya perlu melakukan registrasi di bursa yang menjual DOT seperti Binance, Huobi Global, OKEx, Gemini, Coinbase, Tokocrypto, atau Indodax.

Langkah selanjutnya yaitu menyetorkan deposit sebagai setoran awal untuk membeli DOT. Selanjutnya Anda bisa memproses pembelian DOT yang akan tersimpan di wallet Anda.

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article