Eksekutif Kripto: Departemen Ketenagakerjaan Amerika Serikat ‘Benar’ Tentang Peringatan 401(k)

Salah satu eksekutif kripto mengungkapkan bahwa peringatan Departemen Ketenagakerjaan Amerika Serikat (DOL) terkait fidusia yang menawarkan cryptocurrency di rencana investasi 401(k) mulai terdengar masuk akal.

“Saya berpikir pendapat DOL benar untuk tetap berhati-hati dalam memasukkan instrumen investasi kripto dan jangan gegabah mengikuti tren hanya karena aset kripto sedang populer saat ini. Setiap orang perlu bersikap pragmatis terkait itu,” jelas Chris Kline, eksekutif senior dan salah satu pendiri Bitcoin IRA, dalam sebuah wawancara bersama Yahoo Finance Live (14/3/22).

Bitcoin IRA platform investai yang melayanan investor untuk menggabungkan akun pensiun dan rencana investasi 401(k) menjadi satu akun pensiun dapat menyimpan berbagai cryptocurrency.

Peringatan DOL datang setelah perintah eksekutif Presiden Joe Biden yang mengakui aset kripto yang lazim untuk menjamin studi federal dan regulasi. Dalam sebuah laporan, DOL mengataan bahwa rencana fidusia menawarkan cryptocurrency sebagai instrumen investasi harus dilakukan secara hati-hati, terutama investasi kripto dalam rencana 401(k).

- Advertisement -

Baca juga FEGex: Wajah Baru Bursa Trading Kripto

Lembaga tersebut menekankan bahwa kewajiban fidusia untuk bertindak semata-mata demi kepentingan recana keuangan klien adalah salah satu yang kewajiban perlu mematuhi undang-undang.

“Penerima fidusi yang melanggar kewajiban tersebut secara pribadi bertanggung jawab atas kerugian apa pun pada rencana yang ditimbulkan dari pelanggaran itu,” mengitup laporan DOL. Lembaga menambahkan bahwa pemegang fidusia tidak boleh melepas kewajiban hukum mereka untuk mengindari opsi investasi yang tidak bijaksana terhadap investor 401(k).

DOL juga mencatat bahwa ada lima risiko yang dapat membuat investasi cryptocurrency tidak sesuai dengan rencana investasi 401(k), yaitu votalitas harga yang ekstrem, investor dan manajer dana yang tidak berpengalaman dengan opsi investasi tradisional, kripto memiliki kerentanan terhadap kehilangan dan pencurian, penilaian yang tidak dapat diandalkan, serta regulasi yang masih berkembang.

“Mereka tidak stabil, saya tidak dapat membantah hal tersebut,” kata Kline. Di sisi lain, Kline mencatat bahwa hanya sedikit pekerja AS memiliki akses ke paket 401(k) dan partisipasi rencana investasi tersebut tertinggal, terutama inflasi yang terjadi telah menurunkan beberapa uang yang semestinya dapat dialokasikan pekerja untuk dana pensiun.

Untuk alasan tersebut, Kline mengharapkan pandangan DOL tentang cryptocurrency dapat memberi pandangan baru untuk investor. Ia juga berharap votalitas cryptocurrency mereda karena pasokannya yang terbatas, hal ini membuat kripto lebih rentang dibandingkan uang fiat dan saham.

Sumber: https://finance.yahoo.com/news/crypto-exec-us-labor-department-401-k-warning-171435629.html

Salah satu eksekutif kripto mengungkapkan bahwa peringatan Departemen Ketenagakerjaan Amerika Serikat (DOL) terkait fidusia yang menawarkan cryptocurrency di rencana investasi 401(k) mulai terdengar masuk akal.

“Saya berpikir pendapat DOL benar untuk tetap berhati-hati dalam memasukkan instrumen investasi kripto dan jangan gegabah mengikuti tren hanya karena aset kripto sedang populer saat ini. Setiap orang perlu bersikap pragmatis terkait itu,” jelas Chris Kline, eksekutif senior dan salah satu pendiri Bitcoin IRA, dalam sebuah wawancara bersama Yahoo Finance Live (14/3/22).

Bitcoin IRA platform investai yang melayanan investor untuk menggabungkan akun pensiun dan rencana investasi 401(k) menjadi satu akun pensiun dapat menyimpan berbagai cryptocurrency.

Peringatan DOL datang setelah perintah eksekutif Presiden Joe Biden yang mengakui aset kripto yang lazim untuk menjamin studi federal dan regulasi. Dalam sebuah laporan, DOL mengataan bahwa rencana fidusia menawarkan cryptocurrency sebagai instrumen investasi harus dilakukan secara hati-hati, terutama investasi kripto dalam rencana 401(k).

Baca juga FEGex: Wajah Baru Bursa Trading Kripto

Lembaga tersebut menekankan bahwa kewajiban fidusia untuk bertindak semata-mata demi kepentingan recana keuangan klien adalah salah satu yang kewajiban perlu mematuhi undang-undang.

“Penerima fidusi yang melanggar kewajiban tersebut secara pribadi bertanggung jawab atas kerugian apa pun pada rencana yang ditimbulkan dari pelanggaran itu,” mengitup laporan DOL. Lembaga menambahkan bahwa pemegang fidusia tidak boleh melepas kewajiban hukum mereka untuk mengindari opsi investasi yang tidak bijaksana terhadap investor 401(k).

DOL juga mencatat bahwa ada lima risiko yang dapat membuat investasi cryptocurrency tidak sesuai dengan rencana investasi 401(k), yaitu votalitas harga yang ekstrem, investor dan manajer dana yang tidak berpengalaman dengan opsi investasi tradisional, kripto memiliki kerentanan terhadap kehilangan dan pencurian, penilaian yang tidak dapat diandalkan, serta regulasi yang masih berkembang.

“Mereka tidak stabil, saya tidak dapat membantah hal tersebut,” kata Kline. Di sisi lain, Kline mencatat bahwa hanya sedikit pekerja AS memiliki akses ke paket 401(k) dan partisipasi rencana investasi tersebut tertinggal, terutama inflasi yang terjadi telah menurunkan beberapa uang yang semestinya dapat dialokasikan pekerja untuk dana pensiun.

Untuk alasan tersebut, Kline mengharapkan pandangan DOL tentang cryptocurrency dapat memberi pandangan baru untuk investor. Ia juga berharap votalitas cryptocurrency mereda karena pasokannya yang terbatas, hal ini membuat kripto lebih rentang dibandingkan uang fiat dan saham.

Sumber: https://finance.yahoo.com/news/crypto-exec-us-labor-department-401-k-warning-171435629.html

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here