Manfaat Aplikasi Teknologi Blockchain dalam Ruang Industri Real Estate

Real estate merupakan aset yang siap untuk diintegrasikan dengan teknologi blockchain. Meskipun token keamanan (security token) mencakup banyak kategori, real estate tetap mendominasi pasar.

Blockchain Mengubah Industri Real Estate

Popularitas NFT telah meningkat selama beberapa tahun terakhir dan benar-benar meroket pada new all-time-high (ATH) pada tahun 2021. Beberapa sisi negatif dari NFT adalah bahwa mereka banyak digunakan untuk gambar JPEG yang pixelated dan tidak memiliki aplikasi dalam dunia nyata. Mereka yang akrab dengan blockchain dan ruang kripto mengetahui bahwa penggunaan NFT jauh melampaui pixelated apes dan meme Shiba Inu.

Di sisi lain, proyek-proyek blockchain seperti NFT memiliki manfaat, terutama sebagai tokenized real estate.

Aplikasi Teknologi Blockchain

Pemanfaatan token keamanan mencakup berbagai industri dari seni rupa hingga asuransi. Akan tetapi, tidak ada yang tumbuh secepat sektor real estate, dengan 89% dari seluruh security token yang diperdagangkan. Kapitalisasi pasar real estate pada tahun lalu adalah sekitar $3.38 triliun, dan dengan meningkatnya berbagai aplikasi berteknologi blockchain, revolusi kripto menjadi semakin dekat memasuki real estate.

- Advertisement -

Baca juga Pemanfaatan Teknologi Blockchain dan Artificial Intelligence dalam Sektor Real Estate

Kepemilikan properti sangat cocok dengan aplikasi blockchain. Hal ini karena akuntasi buku besar ketiga (triple-ledger accounting) dibangun langsung ke dalam sistem yang membentuk proses dalam bursa. Verifiability dan trustlessness teknologi membuatnya ideal untuk menghilangkan banyak hambatan berbeda dalam transaksi yang menjadi masalah pada ruang real estate tradisional.

Pertumbuhan Real Estate dengan Teknologi Blockchain

Pada tahun 2019, properti pertama dicetak sebagai token ERC-20 dalam blockchain Ethereum. Meskipun mungkin tampak seperti awal yang lambat dalam adopsi, harus dipahami bahwa industri real estate sangat erat dengan regulasi.

Berdasarkan sebuah laporan, volume token real estate yang diperdagangkan secara aktif meningkat sebesar 107% di tahun 2021 dari tahun sebelumnya. Proyek aktif melibatkan berbagai aspek yang berbeda, termasuk hotel komersial, perkebunan pribadi, perumahan terjangkau, dan asuransi.

Proses tokenized menambahkan elemen likuiditas ke pasar real estate yang secara historis telah menjadi fokus utama dalam sektor tersebut. Investor juga dapat mengambil manfaat dari sektor ini dengan mencari dan menemukan yield generation dengan fraksinasi properti yang berbeda dalam blockchain. Sehingga, mampu menghilangkan hambatan pada proses yang rumit dan mahal.

Sumber: Cointelegraph

Real estate merupakan aset yang siap untuk diintegrasikan dengan teknologi blockchain. Meskipun token keamanan (security token) mencakup banyak kategori, real estate tetap mendominasi pasar.

Blockchain Mengubah Industri Real Estate

Popularitas NFT telah meningkat selama beberapa tahun terakhir dan benar-benar meroket pada new all-time-high (ATH) pada tahun 2021. Beberapa sisi negatif dari NFT adalah bahwa mereka banyak digunakan untuk gambar JPEG yang pixelated dan tidak memiliki aplikasi dalam dunia nyata. Mereka yang akrab dengan blockchain dan ruang kripto mengetahui bahwa penggunaan NFT jauh melampaui pixelated apes dan meme Shiba Inu.

Di sisi lain, proyek-proyek blockchain seperti NFT memiliki manfaat, terutama sebagai tokenized real estate.

Aplikasi Teknologi Blockchain

Pemanfaatan token keamanan mencakup berbagai industri dari seni rupa hingga asuransi. Akan tetapi, tidak ada yang tumbuh secepat sektor real estate, dengan 89% dari seluruh security token yang diperdagangkan. Kapitalisasi pasar real estate pada tahun lalu adalah sekitar $3.38 triliun, dan dengan meningkatnya berbagai aplikasi berteknologi blockchain, revolusi kripto menjadi semakin dekat memasuki real estate.

Baca juga Pemanfaatan Teknologi Blockchain dan Artificial Intelligence dalam Sektor Real Estate

Kepemilikan properti sangat cocok dengan aplikasi blockchain. Hal ini karena akuntasi buku besar ketiga (triple-ledger accounting) dibangun langsung ke dalam sistem yang membentuk proses dalam bursa. Verifiability dan trustlessness teknologi membuatnya ideal untuk menghilangkan banyak hambatan berbeda dalam transaksi yang menjadi masalah pada ruang real estate tradisional.

Pertumbuhan Real Estate dengan Teknologi Blockchain

Pada tahun 2019, properti pertama dicetak sebagai token ERC-20 dalam blockchain Ethereum. Meskipun mungkin tampak seperti awal yang lambat dalam adopsi, harus dipahami bahwa industri real estate sangat erat dengan regulasi.

Berdasarkan sebuah laporan, volume token real estate yang diperdagangkan secara aktif meningkat sebesar 107% di tahun 2021 dari tahun sebelumnya. Proyek aktif melibatkan berbagai aspek yang berbeda, termasuk hotel komersial, perkebunan pribadi, perumahan terjangkau, dan asuransi.

Proses tokenized menambahkan elemen likuiditas ke pasar real estate yang secara historis telah menjadi fokus utama dalam sektor tersebut. Investor juga dapat mengambil manfaat dari sektor ini dengan mencari dan menemukan yield generation dengan fraksinasi properti yang berbeda dalam blockchain. Sehingga, mampu menghilangkan hambatan pada proses yang rumit dan mahal.

Sumber: Cointelegraph

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here