ABBC, Platform Belanja Online Berteknologi Blockchain

Jason Daniel Paul Philip mendirikan platform ABBC pada tahun 2017 ketika menyadari kondisi penambahan penjualan sebesar $1.4 triliun oleh ritel online dalam tiga tahun mendatang. Sehingga, terdapat peluang investasi besar bagi usaha agar menengah mampu menciptakan teknologi yang dapat mendorong pertumbuhan tersebut. Di tahun 2000an, model bisnis online market muncul dengan Amazon dan eBay sebagai pencetusnya. Keduanya menjadi pemimpin pasar global sejak pertengahan tahun 2010.

ABBC merupakan platform blockchain yang memungkinkan transaksi pembayaran secara aman dengan memfasilitasi adopsi ritel cryptocurrency. Platform ini juga membuat proses pengalaman belanja online dengan aset digital meningkat, lebih aman, dan lebih menyenangkan bagi end user.

Platform ini memiliki tiga fitur utama. Pertama, dompet multi-platform yang mendukung Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), serta berbagai cryptocurrency lain dan ERC-20. Kedua, aplikasi belanja online yang memungkinkan pengguna berbelanja dengan cryptocurrency di lebih dari 50 pedagang retail. Ketiga, platform bursa mata uang kripto dengan transaksi aman dan biaya rendah.

Baca juga Dipopulerkan oleh Bitcoin, Blockchain Publik Masih Menjadi Teknologi yang Mendasari Cryptocurrency

- Advertisement -

Menariknya, holder ABC Coin dapat mengontrol evolusi platform dengan mendelegasikan hak suara kepada Block Producers (BP) yang terpilih. Kemudian dapat memberikan suara pada governance proposal. Inisiatif dari governance proposal ini dapat mencakup pembentukan kemitraan strategis, penerapan fitur baru, dan perluasan layanan ABBC ke negara-negara baru.

Berkaitan dengan metode konsensus delegated proof-of-stake (DPoS) yang hemat energi, saat ini ABBC dibangun di atas blockchain EOSIO. Teknologi ini memungkinkan proses transaksi hingga 5.000 transaksi per detik dengan tetap ramah lingkungan. Keuntungan lainnya adalah jumlah bandwith software EOSIO yang dapat diakses tidak terpengaruh oleh harga token. Sehingga menjadi ideal untuk menskalakan platform ini.

Meskipun basis utama ABBC terletak di Dubai, UEA dan Minsk, Belarusia, namun platform ini telah menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan dan organisasi di berbagai belahan dunia. Seluruhnya merupakan pakar di berbagai industri termasuk fintech, pengembangan web dan seluler, pengembangan artificial intelligence dan augmented reality, dan sebagainya.

Jason Daniel Paul Philip mendirikan platform ABBC pada tahun 2017 ketika menyadari kondisi penambahan penjualan sebesar $1.4 triliun oleh ritel online dalam tiga tahun mendatang. Sehingga, terdapat peluang investasi besar bagi usaha agar menengah mampu menciptakan teknologi yang dapat mendorong pertumbuhan tersebut. Di tahun 2000an, model bisnis online market muncul dengan Amazon dan eBay sebagai pencetusnya. Keduanya menjadi pemimpin pasar global sejak pertengahan tahun 2010.

ABBC merupakan platform blockchain yang memungkinkan transaksi pembayaran secara aman dengan memfasilitasi adopsi ritel cryptocurrency. Platform ini juga membuat proses pengalaman belanja online dengan aset digital meningkat, lebih aman, dan lebih menyenangkan bagi end user.

Platform ini memiliki tiga fitur utama. Pertama, dompet multi-platform yang mendukung Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), serta berbagai cryptocurrency lain dan ERC-20. Kedua, aplikasi belanja online yang memungkinkan pengguna berbelanja dengan cryptocurrency di lebih dari 50 pedagang retail. Ketiga, platform bursa mata uang kripto dengan transaksi aman dan biaya rendah.

Baca juga Dipopulerkan oleh Bitcoin, Blockchain Publik Masih Menjadi Teknologi yang Mendasari Cryptocurrency

Menariknya, holder ABC Coin dapat mengontrol evolusi platform dengan mendelegasikan hak suara kepada Block Producers (BP) yang terpilih. Kemudian dapat memberikan suara pada governance proposal. Inisiatif dari governance proposal ini dapat mencakup pembentukan kemitraan strategis, penerapan fitur baru, dan perluasan layanan ABBC ke negara-negara baru.

Berkaitan dengan metode konsensus delegated proof-of-stake (DPoS) yang hemat energi, saat ini ABBC dibangun di atas blockchain EOSIO. Teknologi ini memungkinkan proses transaksi hingga 5.000 transaksi per detik dengan tetap ramah lingkungan. Keuntungan lainnya adalah jumlah bandwith software EOSIO yang dapat diakses tidak terpengaruh oleh harga token. Sehingga menjadi ideal untuk menskalakan platform ini.

Meskipun basis utama ABBC terletak di Dubai, UEA dan Minsk, Belarusia, namun platform ini telah menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan dan organisasi di berbagai belahan dunia. Seluruhnya merupakan pakar di berbagai industri termasuk fintech, pengembangan web dan seluler, pengembangan artificial intelligence dan augmented reality, dan sebagainya.

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here