ExxonMobil dan Crusoe Energy Systems Sepakat untuk Memanfaatkan Gas Terbuang Sebagai Penggerak Operasi Penambangan Bitcoin

Perusahaan minyak terbesar, ExxonMobil (XOM) menjalankan proyek percobaan untuk memanfaatkan gas yang terbuang dari sumur minyak di North Dakota sebagai penggerak operasi penambangan Bitcoin. Kelebihan gas alam tersebut seharusnya dimusnahkan dengan cara burn-off atau flared, karena kurangnya pipeline. Perusahaan minyak ini juga mencari pihak untuk memasok flared gass ke penambang Bitcoin di seluruh dunia.

ExxonMobil membuat kesepakatan dengan Crusoe Energy Systems, untuk mengambil gas dari sumur minyak yang berada di cekungan serpih Bakken. Crusoe Energy Systems merupakan salah satu perintis penggunaan gas yang terbuang untuk menggerakkan operasi penambangan Bitcoin. Keduanya bekerja sama untuk menggerakkan generator seluler yang digunakan untuk operasi penambangan Bitcoin dengan gas tersebut.

Informasi tersebut muncul setelah perusahaan minyak lainnya, ConocoPhillips (COP) mengatakan tengah menjalankan proyek percobaan dalam rangka memanfaatkan kelebihan gas alam. Gas tersebut berasal dari salah satu proyek wilayah Bakken, North Dakota guna memasok daya yang diperlukan untuk operasi penambangan Bitcoin (BTC).

Baca juga Bank Sentral Honduras Menyanggah Rumor Legalisasi Bitcoin

- Advertisement -

Terkait hal tersebut, juru bicara ExxonMobil menanggapi “ExxonMobil terus mengevaluasi teknologi yang muncul dengan tujuan mengurangi volume pembakaran di seluruh operasi perusahaan. Perusahaan baru-baru ini juga tengah mengumumkan rencana pengurangan emisinya yang diharapkan mencapai World Bank Zero Routine Flaring di tahun 2030.”

Di sisi lain, baru-baru ini Crusoe Energy Systems juga mendapatkan pengakuan atas solusi inovatif terkait flaring secara global. Hal tersebut dilaporkan oleh Global Gas Flaring Reduction Initiative dari World Bank. Dalam proses pembakaran, Crusoe Energy Systems membakar kelebihan gas ke atmosfer. Hal tersebut merupakan bagian dari operasi pengeboran minyak yang telah menjadi standar praktik industri. Langkah tersebut diambil karena kurangnya infrastruktur transportasi.

Sarah Nordin selaku juru bicara ExxonMobil menolak memberikan komentar terkait ‘rumor dan spekulasi’ proyek percobaan ExxonMobil. Begitu juga Crusoe Energy yang melakukan hal serupa.

Di tahun 2019, ExxonMobil dan ConocoPhillips termasuk di antara anggota pendiri Konsorium Blockchain Minyak & Gas OOC. Ini merupakan sekelompok perusahaan energi yang ingin membangun standar kerangka kerja dan kemampuan blockchain dalam industri penambangan minyak.

Sumber: Coindesk

Perusahaan minyak terbesar, ExxonMobil (XOM) menjalankan proyek percobaan untuk memanfaatkan gas yang terbuang dari sumur minyak di North Dakota sebagai penggerak operasi penambangan Bitcoin. Kelebihan gas alam tersebut seharusnya dimusnahkan dengan cara burn-off atau flared, karena kurangnya pipeline. Perusahaan minyak ini juga mencari pihak untuk memasok flared gass ke penambang Bitcoin di seluruh dunia.

ExxonMobil membuat kesepakatan dengan Crusoe Energy Systems, untuk mengambil gas dari sumur minyak yang berada di cekungan serpih Bakken. Crusoe Energy Systems merupakan salah satu perintis penggunaan gas yang terbuang untuk menggerakkan operasi penambangan Bitcoin. Keduanya bekerja sama untuk menggerakkan generator seluler yang digunakan untuk operasi penambangan Bitcoin dengan gas tersebut.

Informasi tersebut muncul setelah perusahaan minyak lainnya, ConocoPhillips (COP) mengatakan tengah menjalankan proyek percobaan dalam rangka memanfaatkan kelebihan gas alam. Gas tersebut berasal dari salah satu proyek wilayah Bakken, North Dakota guna memasok daya yang diperlukan untuk operasi penambangan Bitcoin (BTC).

Baca juga Bank Sentral Honduras Menyanggah Rumor Legalisasi Bitcoin

Terkait hal tersebut, juru bicara ExxonMobil menanggapi “ExxonMobil terus mengevaluasi teknologi yang muncul dengan tujuan mengurangi volume pembakaran di seluruh operasi perusahaan. Perusahaan baru-baru ini juga tengah mengumumkan rencana pengurangan emisinya yang diharapkan mencapai World Bank Zero Routine Flaring di tahun 2030.”

Di sisi lain, baru-baru ini Crusoe Energy Systems juga mendapatkan pengakuan atas solusi inovatif terkait flaring secara global. Hal tersebut dilaporkan oleh Global Gas Flaring Reduction Initiative dari World Bank. Dalam proses pembakaran, Crusoe Energy Systems membakar kelebihan gas ke atmosfer. Hal tersebut merupakan bagian dari operasi pengeboran minyak yang telah menjadi standar praktik industri. Langkah tersebut diambil karena kurangnya infrastruktur transportasi.

Sarah Nordin selaku juru bicara ExxonMobil menolak memberikan komentar terkait ‘rumor dan spekulasi’ proyek percobaan ExxonMobil. Begitu juga Crusoe Energy yang melakukan hal serupa.

Di tahun 2019, ExxonMobil dan ConocoPhillips termasuk di antara anggota pendiri Konsorium Blockchain Minyak & Gas OOC. Ini merupakan sekelompok perusahaan energi yang ingin membangun standar kerangka kerja dan kemampuan blockchain dalam industri penambangan minyak.

Sumber: Coindesk

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here