MyMetaverse Meluncurkan NFT ‘Carbon Sink’ untuk Keberlanjutan Web3

Platform game blockchain MyMetaverse mengatakan pada hari Jumat, 25 Maret lalu bahwa mereka telah meluncurkan platform pencetakan NFT carbon-sink dalam upaya untuk mengatasi kekhawatiran seputar penggunaan energi di industri tersebut.

Pada tahun 2021, Steam telah melarang non-fungible token dari platform mereka. Hal itu karena MyMetaverse khawatir dengan masalah lingkungan yang dapat ditimbulkan oleh industri NFT. Atas dasar kekhawatiran itulah akhirnya MyMetaverse menyuarakan niatnya untuk mengatasi hal tersebut.

Setelah adanya ledakan minat terhadap NFT sejak tahun 2020, kontroversi mengenai konsumsi energi di sektor tersebut pun segera menyusul. MyMetaverse mengatakan bahwa hal itu membuat timnya untuk menerapkan persyaratan bagi basis pengguna untuk membeli kredit karbon dalam penggunaan platform dan token pencetakannya.

Baca juga Aavegotchi Memperkenalkan Metaverse Gaming NFT Terbaru

- Advertisement -

Dengan memanfaatkan proof-of-authority chain Enjin, yaitu JumpNet, MyMetaverse mengatakan bahwa mereka telah memilih jaringan khusus yang sesuai dengan ambisinya dan mencapai netralitas karbon. Chain tersebut mengklaim netralitas karbon melalui node terbatas yang mengonsumsi kira-kira setara dengan satu rumah di AS.

Simon Kertonegoro, CEO MyMetaverse, mengatakan bahwa sampai saat ini banyak orang mengira hal tersebut hanyalah klaim pemasaran yang tak masuk akal. Akan tetapi, inisiatif carbon-sink yang mereka ciptakan hanyalah salah satu contoh bagaimana mereka dapat menggunakan NFT untuk membuat perbedaan yang signifikan.

MyMetaverse secara khusus membeli kredit karbon dari Beyond Neutral, sebuah broker offset karbon berlisensi ASIC. Broker tersebut bertindak sebagai perantara yang menghubungkan pembeli dengan gerakan “hijau” yang menjual kredit karbon.

Kredit tersebut setara dengan satu ton CO2 yang dilepaskan dari atmosfer, dan kemudian dibagi menjadi “kilogram karbon” untuk digunakan sebagai mata uang dalam aplikasi di platform MyMetaverse. Pengguna yang membeli kilogram tersebut dapat membayar transaksi serta membuat token.

MyMetaverse juga menjelaskan bahwa pihaknya saat ini berencana untuk melakukan ekspansi ke parachain Efinity Polkadot setelah Enjin merilis rangkaian alat pengembangannya. Hal ini akan memungkinkan mereka untuk membawa NFT ramah karbon mereka ke ekosistem Polkadot yang saat ini sudah bernilai lebih dari $20 miliar.

Sumber: Bitnewstoday

Platform game blockchain MyMetaverse mengatakan pada hari Jumat, 25 Maret lalu bahwa mereka telah meluncurkan platform pencetakan NFT carbon-sink dalam upaya untuk mengatasi kekhawatiran seputar penggunaan energi di industri tersebut.

Pada tahun 2021, Steam telah melarang non-fungible token dari platform mereka. Hal itu karena MyMetaverse khawatir dengan masalah lingkungan yang dapat ditimbulkan oleh industri NFT. Atas dasar kekhawatiran itulah akhirnya MyMetaverse menyuarakan niatnya untuk mengatasi hal tersebut.

Setelah adanya ledakan minat terhadap NFT sejak tahun 2020, kontroversi mengenai konsumsi energi di sektor tersebut pun segera menyusul. MyMetaverse mengatakan bahwa hal itu membuat timnya untuk menerapkan persyaratan bagi basis pengguna untuk membeli kredit karbon dalam penggunaan platform dan token pencetakannya.

Baca juga Aavegotchi Memperkenalkan Metaverse Gaming NFT Terbaru

Dengan memanfaatkan proof-of-authority chain Enjin, yaitu JumpNet, MyMetaverse mengatakan bahwa mereka telah memilih jaringan khusus yang sesuai dengan ambisinya dan mencapai netralitas karbon. Chain tersebut mengklaim netralitas karbon melalui node terbatas yang mengonsumsi kira-kira setara dengan satu rumah di AS.

Simon Kertonegoro, CEO MyMetaverse, mengatakan bahwa sampai saat ini banyak orang mengira hal tersebut hanyalah klaim pemasaran yang tak masuk akal. Akan tetapi, inisiatif carbon-sink yang mereka ciptakan hanyalah salah satu contoh bagaimana mereka dapat menggunakan NFT untuk membuat perbedaan yang signifikan.

MyMetaverse secara khusus membeli kredit karbon dari Beyond Neutral, sebuah broker offset karbon berlisensi ASIC. Broker tersebut bertindak sebagai perantara yang menghubungkan pembeli dengan gerakan “hijau” yang menjual kredit karbon.

Kredit tersebut setara dengan satu ton CO2 yang dilepaskan dari atmosfer, dan kemudian dibagi menjadi “kilogram karbon” untuk digunakan sebagai mata uang dalam aplikasi di platform MyMetaverse. Pengguna yang membeli kilogram tersebut dapat membayar transaksi serta membuat token.

MyMetaverse juga menjelaskan bahwa pihaknya saat ini berencana untuk melakukan ekspansi ke parachain Efinity Polkadot setelah Enjin merilis rangkaian alat pengembangannya. Hal ini akan memungkinkan mereka untuk membawa NFT ramah karbon mereka ke ekosistem Polkadot yang saat ini sudah bernilai lebih dari $20 miliar.

Sumber: Bitnewstoday

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here