The Graph, Proyek Pengindeksan Jaringan Ethereum dan IPFS yang Direkomendasikan

Diluncurkan sejak akhir tahun 2020, The Graph menjadi proyek Altcoin yang kembali ramai diperbincangkan oleh komunitas kripto.

Apa itu The Graph?

Ini merupakan sebuah protokol pengindeksan untuk meminta data pada jaringan Ethereum dan IPFS. Protokol ini mendukung banyak aplikasi dalam ekosistem DeFi dan Web3 secara lebih luas. Siapa pun dapat membangun dan menerbitkan open API yang disebut subgraf. Open API ini dapat dikueri oleh aplikasi menggunakan GraphQL untuk mengambil data blockchain. Terdapat layanan yang dihosting dalam produksi untuk memudahkan pengembang membangun The Graph.

Apa yang Membuat The Graph Unik?

- Advertisement -

Protokol ini bekerja untuk membawa infrastruktur publik terdesentralisasi yang andal ke pasar arus utama. Untuk memastikan keamanan ekonomi The Graph Network dan integritas data yang ditanyakan, pengguna memanfaatkan Graph Token (GRT). Dalam hal ini, GRT merupakan token yang dikunci oleh pengindeks, kurator, dan delegator untuk menyediakan layanan pengindeksan dan kurasi ke dalam jaringan.

Baca juga Anggota Federal Reserve, Christopher Waller Meragukan Keharusan CBDC oleh Bank Sentral AS

GRT akan menjadi token ERC-20 pada blockchain Ethereum, yang digunakan untuk mengalokasikan sumber daya dalam jaringan. Pengindeks, kurator, dan delegator aktif dapat memperoleh penghasilan dari jaringan yang sebanding dengan beban kerja yang mereka lakukan, serta banyaknya saham GRT yang dimiliki.

Sedangkan pengindeks mendapatkan imbalan pengindeksan dan biaya kueri. Sementara kurator mendapatkan sebagian dari biaya kueri untuk subgraf yang mereka pilih, delegator mendapatkan sebagian dari pendapatan yang diperoleh pengindeks yang mereka delegasikan.

Bagaimana The Graph Bekerja?

The Graph mempelajari apa dan bagaimana mengindeks data Ethereum berdasarkan deskripsi subgraf, yang dikenal sebagai manifes subgraf. Deskripsi subgraf mendefinisikan smart contract yang menarik untuk subgraf. Peristiwa dalam smart contract tersebut harus diperhatikan. Begitu juga dengan cara memetakan data peristiwa ke data yang akan disimpan dalam database mereka.

Setelah manifes subgraf ditulis, pengguna menggunakan Graph CLI untuk menyimpan definisi dalam IPFS dan memberi tahu pengindeks dalam memulai pengindeksan data dalam subgraf tersebut.

Harga GRT Terkini

Pada saat penulisan, GRT diperdagangkan dengan harga $0.44857 dengan peningkatan harga sebesar 0.74% selama 24 jam.

Diluncurkan sejak akhir tahun 2020, The Graph menjadi proyek Altcoin yang kembali ramai diperbincangkan oleh komunitas kripto.

Apa itu The Graph?

Ini merupakan sebuah protokol pengindeksan untuk meminta data pada jaringan Ethereum dan IPFS. Protokol ini mendukung banyak aplikasi dalam ekosistem DeFi dan Web3 secara lebih luas. Siapa pun dapat membangun dan menerbitkan open API yang disebut subgraf. Open API ini dapat dikueri oleh aplikasi menggunakan GraphQL untuk mengambil data blockchain. Terdapat layanan yang dihosting dalam produksi untuk memudahkan pengembang membangun The Graph.

Apa yang Membuat The Graph Unik?

Protokol ini bekerja untuk membawa infrastruktur publik terdesentralisasi yang andal ke pasar arus utama. Untuk memastikan keamanan ekonomi The Graph Network dan integritas data yang ditanyakan, pengguna memanfaatkan Graph Token (GRT). Dalam hal ini, GRT merupakan token yang dikunci oleh pengindeks, kurator, dan delegator untuk menyediakan layanan pengindeksan dan kurasi ke dalam jaringan.

Baca juga Anggota Federal Reserve, Christopher Waller Meragukan Keharusan CBDC oleh Bank Sentral AS

GRT akan menjadi token ERC-20 pada blockchain Ethereum, yang digunakan untuk mengalokasikan sumber daya dalam jaringan. Pengindeks, kurator, dan delegator aktif dapat memperoleh penghasilan dari jaringan yang sebanding dengan beban kerja yang mereka lakukan, serta banyaknya saham GRT yang dimiliki.

Sedangkan pengindeks mendapatkan imbalan pengindeksan dan biaya kueri. Sementara kurator mendapatkan sebagian dari biaya kueri untuk subgraf yang mereka pilih, delegator mendapatkan sebagian dari pendapatan yang diperoleh pengindeks yang mereka delegasikan.

Bagaimana The Graph Bekerja?

The Graph mempelajari apa dan bagaimana mengindeks data Ethereum berdasarkan deskripsi subgraf, yang dikenal sebagai manifes subgraf. Deskripsi subgraf mendefinisikan smart contract yang menarik untuk subgraf. Peristiwa dalam smart contract tersebut harus diperhatikan. Begitu juga dengan cara memetakan data peristiwa ke data yang akan disimpan dalam database mereka.

Setelah manifes subgraf ditulis, pengguna menggunakan Graph CLI untuk menyimpan definisi dalam IPFS dan memberi tahu pengindeks dalam memulai pengindeksan data dalam subgraf tersebut.

Harga GRT Terkini

Pada saat penulisan, GRT diperdagangkan dengan harga $0.44857 dengan peningkatan harga sebesar 0.74% selama 24 jam.

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here