Gagalnya Rencana JYP Entertainment untuk Mendirikan Platform NFT K-pop

Pada Senin, 4 April lalu, Money Today melaporkan bahwa JYP Entertainment dan Dunamu telah menghentikan kesepakatan dengan kedua belah pihak dalam proyek di industri NFT. Kesepakatan tersebut merupakan usaha ventura mereka untuk meluncurkan platform NFT baru dan mendistribusikan NFT berdasarkan konten K-pop.

Berdasarkan pernyataan dari perwakilan Dunamu yang diterjemahkan oleh Koreaboo, disebutkan bahwa Dunamu dan JYP Entertainment pada saat ini telah memutuskan untuk mengakhiri kontrak bisnis satu sama lain setelah membuat kesepakatan bersama. Akan tetapi, kedua belah pihak sama-sama tidak menyampaikan alasan di balik keputusan tersebut.

Berita tersebut muncul sembilan bulan setelah JYP pertama kali mengumumkan kemitraannya dengan operator aset kripto tersebut. Pada saat itu, agensi tersebut mengungkapkan bahwa JYP berencana untuk menggunakan platform NFT untuk mendistribusikan konten K-pop berbasis idol yang ada di agensinya. Di antaranya mencakup grup K-pop populer seperti TWICE, Stray Kids, ITZY, dan banyak lagi yang lainnya.

Baca juga Nikmati Pengalaman Pacuan Kuda secara Nyata Melalui Proyek NFT Silks

- Advertisement -

Sebelumnya, telah bermunculan beberapa proyek NFT yang berasal dari industri musik K-Pop. Akan tetapi, proyek-proyek tersebut justru mendapatkan banyak kecaman dari para penggemar yang tidak setuju. Hal tersebut kemungkinan juga menjadi salah satu alasan di balik digagalkannya kesepakatan antara JYP dan Dunamu.

Contohnya seperti yang terjadi pada awal tahun ini, dimana solois dan mantan anggota Wonder Girls, Sunmi dan agensinya, Abyss Company, mendapat kecaman karena proyek NFT mereka yang bernama ‘Sunmiya Club.’ Penggemar idola tersebut yang dikenal sebagai Miyane, beramai-ramai turun ke media sosial untuk menyuarakan ketidaksenangan mereka terhadap peluncuran NFT tersebut. Banyak dari mereka menyinggung adanya potensi dampak negatif aset digital terhadap lingkungan.

Sementara itu, Bang Si-hyuk, CEO label yang menaungi BTS, yaitu HYBE juga telah menanggapi kekhawatiran dari para penggemar mengenai proyek NFT yang direncanakan oleh perusahaan tersebut. Bang menyinggung tentang potensi peluncuran non-fungible token (NFT) terkait idol mereka, serta menanggapi kecaman penggemar terhadap perusahaan yang juga termasuk ancaman untuk memboikot perusahaan. Disisi lain, ia juga mengungkapkan bahwa pasar NFT telah menyambut dengan antusias ketika pihak mereka mengumumkan proyek NFT yang telah mereka rencanakan itu.

Sumber: Nme.com

Pada Senin, 4 April lalu, Money Today melaporkan bahwa JYP Entertainment dan Dunamu telah menghentikan kesepakatan dengan kedua belah pihak dalam proyek di industri NFT. Kesepakatan tersebut merupakan usaha ventura mereka untuk meluncurkan platform NFT baru dan mendistribusikan NFT berdasarkan konten K-pop.

Berdasarkan pernyataan dari perwakilan Dunamu yang diterjemahkan oleh Koreaboo, disebutkan bahwa Dunamu dan JYP Entertainment pada saat ini telah memutuskan untuk mengakhiri kontrak bisnis satu sama lain setelah membuat kesepakatan bersama. Akan tetapi, kedua belah pihak sama-sama tidak menyampaikan alasan di balik keputusan tersebut.

Berita tersebut muncul sembilan bulan setelah JYP pertama kali mengumumkan kemitraannya dengan operator aset kripto tersebut. Pada saat itu, agensi tersebut mengungkapkan bahwa JYP berencana untuk menggunakan platform NFT untuk mendistribusikan konten K-pop berbasis idol yang ada di agensinya. Di antaranya mencakup grup K-pop populer seperti TWICE, Stray Kids, ITZY, dan banyak lagi yang lainnya.

Baca juga Nikmati Pengalaman Pacuan Kuda secara Nyata Melalui Proyek NFT Silks

Sebelumnya, telah bermunculan beberapa proyek NFT yang berasal dari industri musik K-Pop. Akan tetapi, proyek-proyek tersebut justru mendapatkan banyak kecaman dari para penggemar yang tidak setuju. Hal tersebut kemungkinan juga menjadi salah satu alasan di balik digagalkannya kesepakatan antara JYP dan Dunamu.

Contohnya seperti yang terjadi pada awal tahun ini, dimana solois dan mantan anggota Wonder Girls, Sunmi dan agensinya, Abyss Company, mendapat kecaman karena proyek NFT mereka yang bernama ‘Sunmiya Club.’ Penggemar idola tersebut yang dikenal sebagai Miyane, beramai-ramai turun ke media sosial untuk menyuarakan ketidaksenangan mereka terhadap peluncuran NFT tersebut. Banyak dari mereka menyinggung adanya potensi dampak negatif aset digital terhadap lingkungan.

Sementara itu, Bang Si-hyuk, CEO label yang menaungi BTS, yaitu HYBE juga telah menanggapi kekhawatiran dari para penggemar mengenai proyek NFT yang direncanakan oleh perusahaan tersebut. Bang menyinggung tentang potensi peluncuran non-fungible token (NFT) terkait idol mereka, serta menanggapi kecaman penggemar terhadap perusahaan yang juga termasuk ancaman untuk memboikot perusahaan. Disisi lain, ia juga mengungkapkan bahwa pasar NFT telah menyambut dengan antusias ketika pihak mereka mengumumkan proyek NFT yang telah mereka rencanakan itu.

Sumber: Nme.com

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here