Mastercard Melakukan Pendaftaran Merek yang Berkaitan dengan NFT dan Metaverse

Mastercard International Inc, sebuah perusahaan kartu kredit, mengajukan sejumlah pendaftaran merek yang berkaitan dengan NFT dan Metaverse. Pengajuan ini merupakan upaya Mastercard dalam mengintegrasi crypto ke dalam perusahaannya.

Sejumlah perusahaan besar Wall Street mencoba untuk memasuki ruang metaverse, dan Mastercard adalah salah satunya. American Express pun turut mengajukan pendaftaran merek untuk NFT dan Metaverse pada bulan lalu.

Mastercard akan bergabung dengan Metaverse

Menurut pengacara merek dagang Mike Kondoudis, pada 4 april, Mastercard mengajukan 15 aplikasi merek dagang untuk kekayaan intelektual, seperti slogan Priceless yang populer dan Logo Lingkarannya.

- Advertisement -

Mastercard dilaporkan berencana mengembangkan pasar untuk komoditas digital dan media yang didukung NFT, serta perangkat lunak E-commerce yang memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi komersial elektronik di dunia virtual. Selain itu, Mastercard ingin menyediakan pemrosesan pembayaran kartu dan layanan keuangan lainnya di Metaverse.

Baca juga AOTM Meluncurkan P2E Devils of the Metaverse yang Memberikan Reward Pasif untuk Para Pemegang NFTnya

Mike Kondoudis mengindikasikan bahwa Mastercard merencanakan acara dan pertunjukan di metaverse yang berpusat pada perbankan, cryptocurrency, dan NFT. Menurut sebuah laporan, pengacara tersebut menyatakan bahwa lembaga keuangan saat ini menginginkan peran penting dalam ekonomi digital.

Mastercard baru-baru ini bermitra dengan Coinbase untuk memungkinkan pemegang kartunya membeli NFT di platform Coinbase di masa mendatang.

Popularitas Aset Digital Meningkat

Menurut laporan, pendaftaran merek terkait NFT telah melampaui total tahun lalu. Lebih dari 2000 pengajuan telah diajukan pada tahun 2022, dibandingkan dengan hanya 1965 pengajuan pada tahun 2021.

Tahun ini, semakin banyak institusi mapan yang memasuki Metaverse. Grup DBS Singapura, bank terbesar di negara itu, baru-baru ini menyatakan pihaknya tengah mempertimbangkan inisiatif dunia virtual.

JPMorgan dan HSBC keduanya mengumumkan pembentukan ruang virtual di Decentraland dan The Sandbox, sebelum pengumuman DBS. Citigroup menyatakan dalam sebuah laporan bahwa, industri Metaverse memiliki potensi untuk berkembang menjadi $ 13 triliun pada tahun 2030, dengan basis pengguna 5 miliar.

Sumber: Coingape

Mastercard International Inc, sebuah perusahaan kartu kredit, mengajukan sejumlah pendaftaran merek yang berkaitan dengan NFT dan Metaverse. Pengajuan ini merupakan upaya Mastercard dalam mengintegrasi crypto ke dalam perusahaannya.

Sejumlah perusahaan besar Wall Street mencoba untuk memasuki ruang metaverse, dan Mastercard adalah salah satunya. American Express pun turut mengajukan pendaftaran merek untuk NFT dan Metaverse pada bulan lalu.

Mastercard akan bergabung dengan Metaverse

Menurut pengacara merek dagang Mike Kondoudis, pada 4 april, Mastercard mengajukan 15 aplikasi merek dagang untuk kekayaan intelektual, seperti slogan Priceless yang populer dan Logo Lingkarannya.

Mastercard dilaporkan berencana mengembangkan pasar untuk komoditas digital dan media yang didukung NFT, serta perangkat lunak E-commerce yang memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi komersial elektronik di dunia virtual. Selain itu, Mastercard ingin menyediakan pemrosesan pembayaran kartu dan layanan keuangan lainnya di Metaverse.

Baca juga AOTM Meluncurkan P2E Devils of the Metaverse yang Memberikan Reward Pasif untuk Para Pemegang NFTnya

Mike Kondoudis mengindikasikan bahwa Mastercard merencanakan acara dan pertunjukan di metaverse yang berpusat pada perbankan, cryptocurrency, dan NFT. Menurut sebuah laporan, pengacara tersebut menyatakan bahwa lembaga keuangan saat ini menginginkan peran penting dalam ekonomi digital.

Mastercard baru-baru ini bermitra dengan Coinbase untuk memungkinkan pemegang kartunya membeli NFT di platform Coinbase di masa mendatang.

Popularitas Aset Digital Meningkat

Menurut laporan, pendaftaran merek terkait NFT telah melampaui total tahun lalu. Lebih dari 2000 pengajuan telah diajukan pada tahun 2022, dibandingkan dengan hanya 1965 pengajuan pada tahun 2021.

Tahun ini, semakin banyak institusi mapan yang memasuki Metaverse. Grup DBS Singapura, bank terbesar di negara itu, baru-baru ini menyatakan pihaknya tengah mempertimbangkan inisiatif dunia virtual.

JPMorgan dan HSBC keduanya mengumumkan pembentukan ruang virtual di Decentraland dan The Sandbox, sebelum pengumuman DBS. Citigroup menyatakan dalam sebuah laporan bahwa, industri Metaverse memiliki potensi untuk berkembang menjadi $ 13 triliun pada tahun 2030, dengan basis pengguna 5 miliar.

Sumber: Coingape

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here