Peluncuran Fitur Cryptocurrency pada Aplikasi PayMaya

PayMaya Philippines, Inc. meluncurkan fitur cryptocurrency di aplikasi selulernya. Hal itu diungkapkan melalui sebuah pernyataan pada minggu lalu. Fitur baru ini memungkinkan penggunanya untuk membeli dan memperdagangkan mata uang digital seperti Bitcoin dan Ethereum. Hal ini akan membuat cryptocurrency lebih mudah diakses oleh publik.

Cryptocurrency lain yang tersedia untuk diperdagangkan di aplikasi PayMaya adalah Cardano, Chainlink, Uniswap, Solana, Quant, Polkadot, Polygon, dan Tether. Lebih banyak mata uang akan diintegrasikan di masa mendatang. Terkait hal tersebut, pemimpin PayMaya Shailesh Baidwan mengatakan “kami sangat bersemangat untuk meluncurkan fitur ini, sebuah langkah besar untuk membuat kripto dapat diakses oleh setiap orang Filipina melalui aplikasi PayMaya.”

Menurut perusahaan, menjadi yang terdepan dalam industri layanan pembayaran digital dan layanan keuangan yang dilakukan dengan ekspansi kripto merupakan bagian dari road map perusahaan. Ini ditujukan untuk membangun layanan keuangan yang paling mudah diakses masyarakat Filipina.

Baca juga Inflasi Mendorong Adopsi Cryptocurrency di Negara Berkembang

- Advertisement -

Peluncuran proyek ini didasarkan pada kondisi status quo yang menunjukkan peningkatan popularitas kripto, terutama di kalangan pengguna digital dengan usia muda. Nantinya, fitur ini akan diintegrasikan ke dalam akun PayMaya pengguna sehingga tidak perlu melakukan upgrade. Menggunakan fitur tersebut, pengguna juga dapat memperdagangkan cryptocurrency tanpa biaya tambahan dan langsung dari dompet PayMaya tanpa melibatkan pihak ketiga.

Fitur kripto PayMaya dikembangkan melalui proses kerja sama dengan Coinbase Institusional. Perusahaan juga telah menerima lisensi penyedia layanan aset virtual (VASP) dari bank sentral pada 11 Januari lalu.

Berdasarkan data yang diambil pada akhir tahun 2021, PayMaya memiliki lebih dari 44 juta pengguna melalui berbagai platform yang dimiliki oleh perusahaan. Sedangkan Survei Konsumen Global Statista dari tahun 2019 hingga tahun 2021 mengungkapkan bahwa Filipina menempati posisi ketiga dari 56 negara terkait penggunaan cryptocurrency. Sebanyak tiga dari sepuluh orang Filipina mengatakan bahwa mereka memiliki atau menggunakan mata uang digital.

Desember 2021, Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP) mengatakan bahwa transaksi mata uang virtual yang mencakup cryptocurrency berjumlah P106 miliar pada paruh pertama tahun 2021. Jumlah tersebut berasal dari hampir dua puluh juta transaksi yang dilakukan. BSP memperkuat langkah-langkah keamanan untuk cryptocurrency pada tahun 2021 termasuk untuk VASP, yang tunduk pada persyaratan lisensi bank sentral dan kewajiban anti pencucian uang.

Sumber: Bworldonline

PayMaya Philippines, Inc. meluncurkan fitur cryptocurrency di aplikasi selulernya. Hal itu diungkapkan melalui sebuah pernyataan pada minggu lalu. Fitur baru ini memungkinkan penggunanya untuk membeli dan memperdagangkan mata uang digital seperti Bitcoin dan Ethereum. Hal ini akan membuat cryptocurrency lebih mudah diakses oleh publik.

Cryptocurrency lain yang tersedia untuk diperdagangkan di aplikasi PayMaya adalah Cardano, Chainlink, Uniswap, Solana, Quant, Polkadot, Polygon, dan Tether. Lebih banyak mata uang akan diintegrasikan di masa mendatang. Terkait hal tersebut, pemimpin PayMaya Shailesh Baidwan mengatakan “kami sangat bersemangat untuk meluncurkan fitur ini, sebuah langkah besar untuk membuat kripto dapat diakses oleh setiap orang Filipina melalui aplikasi PayMaya.”

Menurut perusahaan, menjadi yang terdepan dalam industri layanan pembayaran digital dan layanan keuangan yang dilakukan dengan ekspansi kripto merupakan bagian dari road map perusahaan. Ini ditujukan untuk membangun layanan keuangan yang paling mudah diakses masyarakat Filipina.

Baca juga Inflasi Mendorong Adopsi Cryptocurrency di Negara Berkembang

Peluncuran proyek ini didasarkan pada kondisi status quo yang menunjukkan peningkatan popularitas kripto, terutama di kalangan pengguna digital dengan usia muda. Nantinya, fitur ini akan diintegrasikan ke dalam akun PayMaya pengguna sehingga tidak perlu melakukan upgrade. Menggunakan fitur tersebut, pengguna juga dapat memperdagangkan cryptocurrency tanpa biaya tambahan dan langsung dari dompet PayMaya tanpa melibatkan pihak ketiga.

Fitur kripto PayMaya dikembangkan melalui proses kerja sama dengan Coinbase Institusional. Perusahaan juga telah menerima lisensi penyedia layanan aset virtual (VASP) dari bank sentral pada 11 Januari lalu.

Berdasarkan data yang diambil pada akhir tahun 2021, PayMaya memiliki lebih dari 44 juta pengguna melalui berbagai platform yang dimiliki oleh perusahaan. Sedangkan Survei Konsumen Global Statista dari tahun 2019 hingga tahun 2021 mengungkapkan bahwa Filipina menempati posisi ketiga dari 56 negara terkait penggunaan cryptocurrency. Sebanyak tiga dari sepuluh orang Filipina mengatakan bahwa mereka memiliki atau menggunakan mata uang digital.

Desember 2021, Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP) mengatakan bahwa transaksi mata uang virtual yang mencakup cryptocurrency berjumlah P106 miliar pada paruh pertama tahun 2021. Jumlah tersebut berasal dari hampir dua puluh juta transaksi yang dilakukan. BSP memperkuat langkah-langkah keamanan untuk cryptocurrency pada tahun 2021 termasuk untuk VASP, yang tunduk pada persyaratan lisensi bank sentral dan kewajiban anti pencucian uang.

Sumber: Bworldonline

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here