Binance.US Mencapai Valuasi Senilai $4,5 Miliar di Putaran Pendanaan Pertamanya

Binance.US, anak perusahaan bagian Amerika Serikat dari bursa kripto utama Binance, telah menutup putaran pendanaan pertamanya pada Rabu lalu. Putaran pendanaan Binance tersebut ditutup setelah mengumpulkan lebih dari $200 juta, dengan valuasi pre-money sebesar $4,5 miliar.

Menurut informasi dari Binance.US, RRE Ventures, Foundation Capital, Original Capital, VanEck, dan Circle Ventures semuanya berpartisipasi dalam putaran pendanaan tersebut. Binance mengatakan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk berinvestasi di platform spot trading dan pengembangan produk baru.

Bursa yang diluncurkan pada tahun 2019 lalu tersebut saat ini tersedia di 45 negara bagian dan delapan wilayah AS. Selain itu, mereka juga berencana untuk memperluas layanan ke semua negara bagian dan teritori AS di masa mendatang. Binance saat ini menawarkan spot trading kripto untuk klien ritel dan institusional.

Menurut data Dashboard The Block, meskipun Binance.US telah mencapai volume trading yang lebih besar daripada bursa kripto AS lainnya seperti FTX.US dan Gemini, jumlah tersebut masih tertinggal jauh di belakang Coinbase yang mencapai volume trading lebih dari $81 miliar pada bulan lalu. Sementara itu, Binance.US, memiliki volume trading lebih dari $9 miliar pada periode yang sama.

- Advertisement -

Baca juga Binance Holdings Ltd Menerima Persetujuan dari Global Market Abu Dhabi untuk Beroperasi sebagai Broker-Dealer dalam Aset Virtual

Binance.US sendiri masih belum mengumumkan kapan mereka akan mempublikasikannya. Juru bicara perusahaan tersebut mengatakan melalui email, bahwa Binance.US bermaksud untuk mempublikasikan hal tersebut dalam dua hingga tiga tahun ke depan pada waktu yang mereka anggap tepat untuk bisnis tersebut.

Menurut WSJ, SEC baru-baru ini meluncurkan penyelidikan ke Binance.US dan sedang mencari hubungan antara bursa kripto tersebut dengan perusahaan trading Sigma Chain AG dan Merit Peak. Perusahaan bertindak sebagai pembuat pasar, kemudian membeli dan menjual kripto di Binance.US. WSJ melaporkan bahwa kedua perusahaan terhubung dengan CEO Binance dan pemilik mayoritas sahamnya, Changpeng Zhao.

Binance.US bukan satu-satunya bursa yang berhasil mencapai putaran pendanaan sukses tahun lalu. Pesaing Binance, yaitu FTX US dan Gemini juga mengumpulkan $400 juta dalam putaran pendanaan pertama mereka dengan valuasi masing-masing sebesar $8 miliar dan $7,1 miliar.

Sumber: Nasdaq

Binance.US, anak perusahaan bagian Amerika Serikat dari bursa kripto utama Binance, telah menutup putaran pendanaan pertamanya pada Rabu lalu. Putaran pendanaan Binance tersebut ditutup setelah mengumpulkan lebih dari $200 juta, dengan valuasi pre-money sebesar $4,5 miliar.

Menurut informasi dari Binance.US, RRE Ventures, Foundation Capital, Original Capital, VanEck, dan Circle Ventures semuanya berpartisipasi dalam putaran pendanaan tersebut. Binance mengatakan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk berinvestasi di platform spot trading dan pengembangan produk baru.

Bursa yang diluncurkan pada tahun 2019 lalu tersebut saat ini tersedia di 45 negara bagian dan delapan wilayah AS. Selain itu, mereka juga berencana untuk memperluas layanan ke semua negara bagian dan teritori AS di masa mendatang. Binance saat ini menawarkan spot trading kripto untuk klien ritel dan institusional.

Menurut data Dashboard The Block, meskipun Binance.US telah mencapai volume trading yang lebih besar daripada bursa kripto AS lainnya seperti FTX.US dan Gemini, jumlah tersebut masih tertinggal jauh di belakang Coinbase yang mencapai volume trading lebih dari $81 miliar pada bulan lalu. Sementara itu, Binance.US, memiliki volume trading lebih dari $9 miliar pada periode yang sama.

Baca juga Binance Holdings Ltd Menerima Persetujuan dari Global Market Abu Dhabi untuk Beroperasi sebagai Broker-Dealer dalam Aset Virtual

Binance.US sendiri masih belum mengumumkan kapan mereka akan mempublikasikannya. Juru bicara perusahaan tersebut mengatakan melalui email, bahwa Binance.US bermaksud untuk mempublikasikan hal tersebut dalam dua hingga tiga tahun ke depan pada waktu yang mereka anggap tepat untuk bisnis tersebut.

Menurut WSJ, SEC baru-baru ini meluncurkan penyelidikan ke Binance.US dan sedang mencari hubungan antara bursa kripto tersebut dengan perusahaan trading Sigma Chain AG dan Merit Peak. Perusahaan bertindak sebagai pembuat pasar, kemudian membeli dan menjual kripto di Binance.US. WSJ melaporkan bahwa kedua perusahaan terhubung dengan CEO Binance dan pemilik mayoritas sahamnya, Changpeng Zhao.

Binance.US bukan satu-satunya bursa yang berhasil mencapai putaran pendanaan sukses tahun lalu. Pesaing Binance, yaitu FTX US dan Gemini juga mengumpulkan $400 juta dalam putaran pendanaan pertama mereka dengan valuasi masing-masing sebesar $8 miliar dan $7,1 miliar.

Sumber: Nasdaq

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here