Kaum Minoritas di Amerika Serikat Mendapat Pendidikan Bitcoin

Meskipun kehadiran Bitcoin (BTC) tergolong penting, tampaknya masih terdapat kekurangan pemahaman akan BTC dan Altcoin pada umumnya. Maka dari itu, komunitas minoritas yang kurang mampu telah menyatakan minatnya untuk mempelajari Bitcoin dan Altcoin, seiring dengan perkembangan pesat aset digital saat ini.

Edukasi Bitcoin di Komunitas Minoritas

Untuk menghadirkan pendidikan kripto kepada kaum yang membutuhkan, inisiatif grassroots diupayakan oleh Amerika Serikat. Salah satunya adalah Blockchain Plug, pusat pendidikan kripto milik kaum Afrika-Amerika yang berbasis di Inglewood, Carlifornia. Najah Roberts selaku CEO berencana melakukan perjalanan ke 41 kota di seluruh AS untuk membantu komunitas dalam memahami Bitcoin. Perjalanan ini disebut sebagai Tur Revolusi Keuangan Digital.

Roberts akan menjalankan tahun kedua upayanya untuk mempromosikan pendidikan Bitcoin bersama dengan pakar kripto. Mengingat kesuksesan proyek sebelumnya, Roberts yakin bahwa tur kali ini akan memberikan hasil fenomenal. Tur dimulai dari kota-kota California termasuk Los Angeles dan Oakland, kemudian menuju Las Vegas, Arizona, dan New Mexico. Pihaknya memilih daerah yang paling kehilangan haknya, tidak memiliki rekening bank, dan tidak memiliki kapasitas untuk memberikan pendidikan aset digital.

Baca juga KuCoin Melaporkan Hasil Riset Masuknya Bitcoin ke dalam Populasi Nigeria

- Advertisement -

Selain Roberts, Tony Tate juga memperjuangkan hal serupa melalui sektor pendidikan. Ia percaya bahwa mendidik komunitas yang kehilangan haknya akan memudahkan individu untuk memahami potensi cryptocurrency. Untuk mencapai hal ini, Tate meluncurkan Litchain— yaitu sebuah inisiatif pendidikan Bitcoin untuk memacu pertumbuhan ekonomi di pedesaan Gaffney, Carolina Selatan.

Inisiatif ini akan mencakup kampanye grassroot, periklanan digital, dan kursus online yang disediakan oleh LitU— yaitu universitas online Tate. Ia berharap inisiatif ini akan menginspirasi orang lain untuk melihat Bitcoin sebagai sistem keuangan inklusif dan langkah besar dalam menutup kesenjangan kekayaan rasial di Amerika Serikat.

Begitu juga dengan influencer kripto dan YouTuber, Wendy O yang akan segera meluncurkan inisiatif grassroot di Los Angeles. Ia berencana untuk mengajar kaum muda usia tujuh hingga tujuh belas tahun tentang Bitcoin, cryptocurrency, token, dan NFT. Wendy O bermitra dengan Self-Care Lab Boxing and Fitness Club yang berbasis di Los Angeles untuk mengadakan pertemuan bulanan guna mengajari anak-anak tentang ekosistem blockchain dan kripto.

Layaknya Roberts dan Tate, Wendy O menggunakan pendidikan cryptocurrency sebagai cara mempromosikan keuangan pribadi. Dengan upayanya, anak-anak dapat mengambil informasi dan melatih kembali pikiran mereka untuk melakukan hal-hal yang berbeda dan lebih baik dari generasi sebelumnya.

Sumber: Cointelegraph

Meskipun kehadiran Bitcoin (BTC) tergolong penting, tampaknya masih terdapat kekurangan pemahaman akan BTC dan Altcoin pada umumnya. Maka dari itu, komunitas minoritas yang kurang mampu telah menyatakan minatnya untuk mempelajari Bitcoin dan Altcoin, seiring dengan perkembangan pesat aset digital saat ini.

Edukasi Bitcoin di Komunitas Minoritas

Untuk menghadirkan pendidikan kripto kepada kaum yang membutuhkan, inisiatif grassroots diupayakan oleh Amerika Serikat. Salah satunya adalah Blockchain Plug, pusat pendidikan kripto milik kaum Afrika-Amerika yang berbasis di Inglewood, Carlifornia. Najah Roberts selaku CEO berencana melakukan perjalanan ke 41 kota di seluruh AS untuk membantu komunitas dalam memahami Bitcoin. Perjalanan ini disebut sebagai Tur Revolusi Keuangan Digital.

Roberts akan menjalankan tahun kedua upayanya untuk mempromosikan pendidikan Bitcoin bersama dengan pakar kripto. Mengingat kesuksesan proyek sebelumnya, Roberts yakin bahwa tur kali ini akan memberikan hasil fenomenal. Tur dimulai dari kota-kota California termasuk Los Angeles dan Oakland, kemudian menuju Las Vegas, Arizona, dan New Mexico. Pihaknya memilih daerah yang paling kehilangan haknya, tidak memiliki rekening bank, dan tidak memiliki kapasitas untuk memberikan pendidikan aset digital.

Baca juga KuCoin Melaporkan Hasil Riset Masuknya Bitcoin ke dalam Populasi Nigeria

Selain Roberts, Tony Tate juga memperjuangkan hal serupa melalui sektor pendidikan. Ia percaya bahwa mendidik komunitas yang kehilangan haknya akan memudahkan individu untuk memahami potensi cryptocurrency. Untuk mencapai hal ini, Tate meluncurkan Litchain— yaitu sebuah inisiatif pendidikan Bitcoin untuk memacu pertumbuhan ekonomi di pedesaan Gaffney, Carolina Selatan.

Inisiatif ini akan mencakup kampanye grassroot, periklanan digital, dan kursus online yang disediakan oleh LitU— yaitu universitas online Tate. Ia berharap inisiatif ini akan menginspirasi orang lain untuk melihat Bitcoin sebagai sistem keuangan inklusif dan langkah besar dalam menutup kesenjangan kekayaan rasial di Amerika Serikat.

Begitu juga dengan influencer kripto dan YouTuber, Wendy O yang akan segera meluncurkan inisiatif grassroot di Los Angeles. Ia berencana untuk mengajar kaum muda usia tujuh hingga tujuh belas tahun tentang Bitcoin, cryptocurrency, token, dan NFT. Wendy O bermitra dengan Self-Care Lab Boxing and Fitness Club yang berbasis di Los Angeles untuk mengadakan pertemuan bulanan guna mengajari anak-anak tentang ekosistem blockchain dan kripto.

Layaknya Roberts dan Tate, Wendy O menggunakan pendidikan cryptocurrency sebagai cara mempromosikan keuangan pribadi. Dengan upayanya, anak-anak dapat mengambil informasi dan melatih kembali pikiran mereka untuk melakukan hal-hal yang berbeda dan lebih baik dari generasi sebelumnya.

Sumber: Cointelegraph

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here