Menurut Laporan DappRadar Terbaru, Game Blockchain Mendominasi Sektor DApp

Pada hari Rabu (20/4/22), DappRadar dan Blockchain Game Alliance (BGA), menerbitkan Laporan Game Blockchain pada Q1 2022. Dalam studi sebelumnya, dinyatakan bahwa $720 juta telah diinvestasikan dalam game dan infrastruktur blockchain pada bulan Februari. Namun, laporan terbaru menyatakan bahwa $2,5 miliar telah diinvestasikan di Q1. Sebagai perbandingan, Kapitalis ventura dan investor lainnya hanya mengumpulkan $4 miliar sepanjang tahun 2021.

Menurut laporan tersebut, Animoca Brands telah mengumpulkan $360 juta. Hal tersebut membawa nilainya menjadi $5 miliar dan memposisikan dirinya sebagai brand Web3 terkemuka. Polygon (MATIC) menerima investasi $450 juta yang dipimpin oleh Sequoia Capital, sementara Yuga Labs, studio di balik NFT Bored Ape Yacht Club (BAYC), menerima investasi $450 juta yang dipimpin oleh Animoca Brands. The Sandbox, FTX , dan Coinbase  juga dikabarkan akan meluncurkan metaverse Otherside dengan game play-to-earn (P2E).

Pada bulan maret, DappRadar mencatat bahwa game blockchain memiliki 1,22 juta unique active wallet (UAW). Lebih dari setengah aktivitas industri ini berasal dari aplikasi game terdesentralisasi (DApps) atau aplikasi game dengan insentif play-to-earn.

Contohnya, Splinterlands telah dijuluki sebagai DApp play-to-earn terbaik. Dan Polygon sebagai side chain layer-2 (L2), memiliki game peer-to-peer (P2P) paling populer, seperti Crazy Defense Heroes, Pegaxy, Arc8, dan Aavegotchi.

- Advertisement -

Sebastian Borget, salah satu pendiri metaverse The Sandbox dan presiden Blockchain Game Alliance, menjelaskan alasan dibalik Polygon mendapat untung paling banyak dari dinamika P2E dan NFT dibandingkan dengan ekosistem lain seperti Wax, Harmony, dan BNB Chain.

Baca juga DappRadar Melaporkan Kemungkinan DeFi Mengalami Guncangan Kuat Sepanjang 2022

Dia menyebutkan beberapa alasan utama, seperti Polygon mempertahankan kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM) dan Polygon Foundation sangat mendukung mereka dalam pemasaran dan hibah. Alasan lainnya adalah bahwa guild dapat mentransisikan anggotanya ke Polygon sambil tetap menggunakan MetaMask sebagai wallet utama.

Lebih lanjut Borget menyatakan bahwa Polygon adalah blockchain L2 pertama untuk NFT di OpenSea, yang menghasilkan peningkatan likuiditas untuk NFT. Dia memperkirakan bahwa pengembangan NFT dan game berbasis blockchain di ImmutableX (IMX), Tezos (XTZ), Solana (SOL), dan BNB Smart Chain (BSC) akan secara signifikan mengubah proses distribusi pada paruh kedua tahun 2022.

“NFT memberi produsen game potensi untuk membuat game dengan ekonomi yang dimiliki pemain. Dengan demikian, pemain bukan hanya investor awal game, tetapi juga faktor dalam pengembangan dan kesuksesan game.”

Selain itu, metaverse diidentifikasi sebagai salah satu potensi paling menarik di sektor blockchain dalam penelitian tersebut. Meskipun volume perdagangan dunia virtual sedikit menurun dari Q4 2021 ke Q1 2022, sekarang nilainya telah mencapai lebih dari $430 juta pada Q1 2022.

Platform seperti The Sandbox, yang baru saja menyelesaikan musim Alpha keduanya, menarik pemain dan brand seperti Warner Bros., Ubisoft, dan HSBC. Sementara itu, metaverse Decentraland menyelenggarakan Fashion Week pada bulan Maret lalu, bagi brand untuk meningkatkan keterlibatan mereka dengan konsumen.

DappRadar menekankan poin penting mengenai Metaverse: “Hak kepemilikan yang diberikan oleh NFT dan ekosistem keuangan melalui cryptocurrency dan game play-to-earn, akan menggeser paradigma dari metaverse tradisional ke virtual, augmented reality.”

Sumber: Cointelegraph

Pada hari Rabu (20/4/22), DappRadar dan Blockchain Game Alliance (BGA), menerbitkan Laporan Game Blockchain pada Q1 2022. Dalam studi sebelumnya, dinyatakan bahwa $720 juta telah diinvestasikan dalam game dan infrastruktur blockchain pada bulan Februari. Namun, laporan terbaru menyatakan bahwa $2,5 miliar telah diinvestasikan di Q1. Sebagai perbandingan, Kapitalis ventura dan investor lainnya hanya mengumpulkan $4 miliar sepanjang tahun 2021.

Menurut laporan tersebut, Animoca Brands telah mengumpulkan $360 juta. Hal tersebut membawa nilainya menjadi $5 miliar dan memposisikan dirinya sebagai brand Web3 terkemuka. Polygon (MATIC) menerima investasi $450 juta yang dipimpin oleh Sequoia Capital, sementara Yuga Labs, studio di balik NFT Bored Ape Yacht Club (BAYC), menerima investasi $450 juta yang dipimpin oleh Animoca Brands. The Sandbox, FTX , dan Coinbase  juga dikabarkan akan meluncurkan metaverse Otherside dengan game play-to-earn (P2E).

Pada bulan maret, DappRadar mencatat bahwa game blockchain memiliki 1,22 juta unique active wallet (UAW). Lebih dari setengah aktivitas industri ini berasal dari aplikasi game terdesentralisasi (DApps) atau aplikasi game dengan insentif play-to-earn.

Contohnya, Splinterlands telah dijuluki sebagai DApp play-to-earn terbaik. Dan Polygon sebagai side chain layer-2 (L2), memiliki game peer-to-peer (P2P) paling populer, seperti Crazy Defense Heroes, Pegaxy, Arc8, dan Aavegotchi.

Sebastian Borget, salah satu pendiri metaverse The Sandbox dan presiden Blockchain Game Alliance, menjelaskan alasan dibalik Polygon mendapat untung paling banyak dari dinamika P2E dan NFT dibandingkan dengan ekosistem lain seperti Wax, Harmony, dan BNB Chain.

Baca juga DappRadar Melaporkan Kemungkinan DeFi Mengalami Guncangan Kuat Sepanjang 2022

Dia menyebutkan beberapa alasan utama, seperti Polygon mempertahankan kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM) dan Polygon Foundation sangat mendukung mereka dalam pemasaran dan hibah. Alasan lainnya adalah bahwa guild dapat mentransisikan anggotanya ke Polygon sambil tetap menggunakan MetaMask sebagai wallet utama.

Lebih lanjut Borget menyatakan bahwa Polygon adalah blockchain L2 pertama untuk NFT di OpenSea, yang menghasilkan peningkatan likuiditas untuk NFT. Dia memperkirakan bahwa pengembangan NFT dan game berbasis blockchain di ImmutableX (IMX), Tezos (XTZ), Solana (SOL), dan BNB Smart Chain (BSC) akan secara signifikan mengubah proses distribusi pada paruh kedua tahun 2022.

“NFT memberi produsen game potensi untuk membuat game dengan ekonomi yang dimiliki pemain. Dengan demikian, pemain bukan hanya investor awal game, tetapi juga faktor dalam pengembangan dan kesuksesan game.”

Selain itu, metaverse diidentifikasi sebagai salah satu potensi paling menarik di sektor blockchain dalam penelitian tersebut. Meskipun volume perdagangan dunia virtual sedikit menurun dari Q4 2021 ke Q1 2022, sekarang nilainya telah mencapai lebih dari $430 juta pada Q1 2022.

Platform seperti The Sandbox, yang baru saja menyelesaikan musim Alpha keduanya, menarik pemain dan brand seperti Warner Bros., Ubisoft, dan HSBC. Sementara itu, metaverse Decentraland menyelenggarakan Fashion Week pada bulan Maret lalu, bagi brand untuk meningkatkan keterlibatan mereka dengan konsumen.

DappRadar menekankan poin penting mengenai Metaverse: “Hak kepemilikan yang diberikan oleh NFT dan ekosistem keuangan melalui cryptocurrency dan game play-to-earn, akan menggeser paradigma dari metaverse tradisional ke virtual, augmented reality.”

Sumber: Cointelegraph

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here