Sosok Empat Perempuan Paling Berpengaruh di Ruang Kripto

Listen Audio Button

CoinSwitch Kuber melaporkan bahwa ada peningkatan tinggi dalam jumlah perempuan yang mendaftar di bursa kripto tahun lalu. Percepatan pertumbuhan ini juga tercermin pada deretan perempuan yang memiliki posisi otoritas di seluruh ekosistem kripto.

Elizabeth Stark, Kathleen Breitman, Tina Bhatnagar, dan Galia Benartzi adalah keempat perempuan berpengaruh di ruang kripto saat ini. Inilah bagaimana cara mereka membentuk masa depan cryptocurrency di seluruh dunia.

1. Elizabeth Stark

- Advertisement -

Elizabeth Stark telah menyalurkan kemampuannya dalam perkembangan Bitcoin, Stark bertanggung jawab untuk membuat transaksi Bitcoin lebih cepat dan mudah diakses secara komersial. Stark merupakan salah satu pendiri Lightning Lab, sebuah perusahaan yang menciptakan solusi Layer-2 atau lebih dikenal sebagai ‘Lighting Network’ untuk transaksi Bitcoin.

Karya Stark di Lightning Network telah berperan penting dalam mengadvokasi penggunaan praktis Bitcoin di dunia nyata. Selain itu, Stark juga merupakan anggota Coin Centre, organisasi kebijakan cryptocurrency terkemuka yang mempromosikan dan mengembangkan regulasi yang tepat.

2. Kathleen Breitman

Kathleen Breitman adalah salah satu pendiri Tezos, blockchain open-source terdesentralisasi dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,5 miliar. Sebelum dia mendirikan Tezos, Breitman juga merupakan rekan strategi senior untuk R3, sebuah konsorsium blockchain. Sebelum itu terjun ke ruang kripto, Brietman juga bekerja di Wall Street Journal, Accenture, dan Bridgewater Associates.

Baca juga Wanita di Blockchain: Pengaruh Global Emi Yoshikawa

3. Tina Bhatnagar

Tina Bhatnagar adalah mantan wakil presiden operasi dan teknologi di Coinbase. Pada 2018, ia bergabung dengan Coinbase dan telah membantu mendirikan cabang Coinbase di Amerika Serikat dan Eropa.

Bhatnagar juga memainkan peran penting dalam membimbing perusahaan di bidang public relation, keahlian Bhatnagar telah membantu Coinbase memecahkan masalah ketika perusahaan mendapat tuduhan bahwa platform membocorkan data pengguna. Memutuskan pindah haluan dari Coinbase, Bhatnagar saat ini menduduki posisi sebagai adalah salah satu pendiri dan eksekutif PlexHQ, sebuah platform untuk komunikasi tim.

4. Galia Benartzi

Galia Benartzi ialah salah satu pendiri Bancor Network protokol perdagangan terdesentralisasi pertama yang memberdayakan trader dan liquidity provider untuk beroperasi di pasar keuangan terbuka.

Benartzi merupakan salah satu anggota penting dalam pengembangan teknologi, ia sempat dinobatkan sebagai salah satu dari 50 perempuan berpengaruh di bidang teknologi oleh Forbes. Selain perannya dalam industri kripto, Bernatzi acapkali menjadi pembicara di Tedx maupun Oslo Freedom Forum tentang teori dan inovasi moneter.

Sumber: CNBCTV18

Listen Audio Button

CoinSwitch Kuber melaporkan bahwa ada peningkatan tinggi dalam jumlah perempuan yang mendaftar di bursa kripto tahun lalu. Percepatan pertumbuhan ini juga tercermin pada deretan perempuan yang memiliki posisi otoritas di seluruh ekosistem kripto.

Elizabeth Stark, Kathleen Breitman, Tina Bhatnagar, dan Galia Benartzi adalah keempat perempuan berpengaruh di ruang kripto saat ini. Inilah bagaimana cara mereka membentuk masa depan cryptocurrency di seluruh dunia.

1. Elizabeth Stark

Elizabeth Stark telah menyalurkan kemampuannya dalam perkembangan Bitcoin, Stark bertanggung jawab untuk membuat transaksi Bitcoin lebih cepat dan mudah diakses secara komersial. Stark merupakan salah satu pendiri Lightning Lab, sebuah perusahaan yang menciptakan solusi Layer-2 atau lebih dikenal sebagai ‘Lighting Network’ untuk transaksi Bitcoin.

Karya Stark di Lightning Network telah berperan penting dalam mengadvokasi penggunaan praktis Bitcoin di dunia nyata. Selain itu, Stark juga merupakan anggota Coin Centre, organisasi kebijakan cryptocurrency terkemuka yang mempromosikan dan mengembangkan regulasi yang tepat.

2. Kathleen Breitman

Kathleen Breitman adalah salah satu pendiri Tezos, blockchain open-source terdesentralisasi dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,5 miliar. Sebelum dia mendirikan Tezos, Breitman juga merupakan rekan strategi senior untuk R3, sebuah konsorsium blockchain. Sebelum itu terjun ke ruang kripto, Brietman juga bekerja di Wall Street Journal, Accenture, dan Bridgewater Associates.

Baca juga Wanita di Blockchain: Pengaruh Global Emi Yoshikawa

3. Tina Bhatnagar

Tina Bhatnagar adalah mantan wakil presiden operasi dan teknologi di Coinbase. Pada 2018, ia bergabung dengan Coinbase dan telah membantu mendirikan cabang Coinbase di Amerika Serikat dan Eropa.

Bhatnagar juga memainkan peran penting dalam membimbing perusahaan di bidang public relation, keahlian Bhatnagar telah membantu Coinbase memecahkan masalah ketika perusahaan mendapat tuduhan bahwa platform membocorkan data pengguna. Memutuskan pindah haluan dari Coinbase, Bhatnagar saat ini menduduki posisi sebagai adalah salah satu pendiri dan eksekutif PlexHQ, sebuah platform untuk komunikasi tim.

4. Galia Benartzi

Galia Benartzi ialah salah satu pendiri Bancor Network protokol perdagangan terdesentralisasi pertama yang memberdayakan trader dan liquidity provider untuk beroperasi di pasar keuangan terbuka.

Benartzi merupakan salah satu anggota penting dalam pengembangan teknologi, ia sempat dinobatkan sebagai salah satu dari 50 perempuan berpengaruh di bidang teknologi oleh Forbes. Selain perannya dalam industri kripto, Bernatzi acapkali menjadi pembicara di Tedx maupun Oslo Freedom Forum tentang teori dan inovasi moneter.

Sumber: CNBCTV18

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here