Peluncuran Kava Network 1.0 Mainnet Launch Menggandeng CosmosEVM

Peluncuran Mainnet Kava Network akan menggandeng konsep arsitektur co-chain Ethereum dan co-chain Cosmos. Terobosan ini akan membuka peluang yang baik bagi para developer untuk membangun produk di atas EVM dan Cosmos SDK. Keduanya mampu menawarkan keunggulan berupa interoperabilitas tanpa batas di antara keduanya. Teknologi ini kemudian difungsikan untuk menghubungkan dua ekosistem terdesentralisasi terbesar saat ini.

Ekosistem Ethereum dan Cosmos jika digabungkan maka akan menghasilkan kapitalisasi pasar lebih dari $735,84 miliar dan basis pengguna yang sangat besar. Maka dari itu, sudah bisa dibayangkan seberapa masifnya kolaborasi ini jika difungsikan secara maksimal.

Misi yang ditawarkan oleh CosmosEVM Kava ini adalah untuk menjembatani kesenjangan antara dua komunitas pengembang terbesar di planet ini, yaitu Ethereum dan Cosmos. Penggabungan ini akan menghasilkan distribusi bakat dan talenta serta sumber daya pengembang yang lebih adil. Inovasi ini diyakini mampu membuka ruang yang lebih luas dan potensial bagi semua orang untuk berkembang.

Baca juga Kava, Blockchain Layer 1 yang Menggabungkan Ekosistem Ethereum dan Cosmos

- Advertisement -

CosmosEVM juga direncanakan akan menyatukan semua komunitas yang didukung oleh kedua ekosistem. Ini berarti semua pengguna Ethereum dan Cosmos menjadi bagian dari keluarga yang sama. Kava Network sendiri telah bergabung dengan 30 lebih pelopor CosmosEVM lainnya. Hal ini membuktikan kebutuhan pasar akan EVM di Cosmos yang sangat besar.

Apa itu EVM?

Gagasan utama dari Ethereum adalah Virtual Machine (EVM), sebuah “state machine” terdistribusi yang berperan menangani penyebaran dan eksekusi smart contract di jaringan blockchain Ethereum.

EVM bertugas mencatat seluruh status dari machine state tersebut sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Kondisi tersebut memungkinkan kreator untuk membuat aplikasi terdesentralisasi (dApps) yang berjalan di atas jaringan Ethereum.

Dengan demikian, kepatuhan terhadap aturan yang telah ditetapkan tersebut bisa terwujud. Karena alasan ini pula, EVM lebih dari sekadar buku besar (ledger) terdistribusi seperti Bitcoin. Melainkan, ia adalah smart contract yang dapat memecahkan tingkat kerumitan yang benar-benar baru untuk sistem terdistribusi.

Peluncuran Mainnet Kava Network akan menggandeng konsep arsitektur co-chain Ethereum dan co-chain Cosmos. Terobosan ini akan membuka peluang yang baik bagi para developer untuk membangun produk di atas EVM dan Cosmos SDK. Keduanya mampu menawarkan keunggulan berupa interoperabilitas tanpa batas di antara keduanya. Teknologi ini kemudian difungsikan untuk menghubungkan dua ekosistem terdesentralisasi terbesar saat ini.

Ekosistem Ethereum dan Cosmos jika digabungkan maka akan menghasilkan kapitalisasi pasar lebih dari $735,84 miliar dan basis pengguna yang sangat besar. Maka dari itu, sudah bisa dibayangkan seberapa masifnya kolaborasi ini jika difungsikan secara maksimal.

Misi yang ditawarkan oleh CosmosEVM Kava ini adalah untuk menjembatani kesenjangan antara dua komunitas pengembang terbesar di planet ini, yaitu Ethereum dan Cosmos. Penggabungan ini akan menghasilkan distribusi bakat dan talenta serta sumber daya pengembang yang lebih adil. Inovasi ini diyakini mampu membuka ruang yang lebih luas dan potensial bagi semua orang untuk berkembang.

Baca juga Kava, Blockchain Layer 1 yang Menggabungkan Ekosistem Ethereum dan Cosmos

CosmosEVM juga direncanakan akan menyatukan semua komunitas yang didukung oleh kedua ekosistem. Ini berarti semua pengguna Ethereum dan Cosmos menjadi bagian dari keluarga yang sama. Kava Network sendiri telah bergabung dengan 30 lebih pelopor CosmosEVM lainnya. Hal ini membuktikan kebutuhan pasar akan EVM di Cosmos yang sangat besar.

Apa itu EVM?

Gagasan utama dari Ethereum adalah Virtual Machine (EVM), sebuah “state machine” terdistribusi yang berperan menangani penyebaran dan eksekusi smart contract di jaringan blockchain Ethereum.

EVM bertugas mencatat seluruh status dari machine state tersebut sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Kondisi tersebut memungkinkan kreator untuk membuat aplikasi terdesentralisasi (dApps) yang berjalan di atas jaringan Ethereum.

Dengan demikian, kepatuhan terhadap aturan yang telah ditetapkan tersebut bisa terwujud. Karena alasan ini pula, EVM lebih dari sekadar buku besar (ledger) terdistribusi seperti Bitcoin. Melainkan, ia adalah smart contract yang dapat memecahkan tingkat kerumitan yang benar-benar baru untuk sistem terdistribusi.

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here