Regulator Dubai akan Membuka Kantor di Metaverse Sandbox

Upaya promosi pengembangan industri kripto lokal terus dilakukan pemerintah Dubai, mengingat adanya daya tarik bagi penggemar kripto. Pembelian sebidang tanah di Sandbox dimaksudkan untuk pengembangan kantor virtual, diumumkan Otoritas Pengaturan Aset Virtual Dubai (VARA), pada 03 Mei.

Menurut penjelasan resmi, Pengaturan Aset Virtual Dubai (VARA) bergerak ke Metaverse untuk menjangkau “audiens tanpa batas,” seraya meningkatkan inklusi sosial dan kelestarian lingkungan dengan mengoperasikan lebih sedikit sumber daya fisik untuk mengelola kegiatannya.

Sementara itu, yang berfungsi sebagai saluran utama dipegang MetaHQ VARA untuk berbagi informasi dan pengalaman dengan developer dan komunitas Metaverse, sehingga memungkinkan untuk mendorong interoperabilitas global.

Otoritas Pemerintah Pertama yang Berinvestasi di Metaverse adalah VARA

- Advertisement -

Selain sebagai pusat pariwisata, Dubai dikenal juga dengan inovasi teknologinya. Sejarah baru di industri Kripto dicetak dengan VARA menjadi regulator pertama yang membeli lahan di Metaverse.

“Untuk memperluas sumber daya VARA, UEA akan berusaha menjangkau semua pengguna di Metaverse. Kami mengundang semua otoritas di seluruh dunia untuk berpartisipasi dan bertukar ide demi membangun ekonomi global yang lebih baik, melalui penggunaan aset virtual.” Disampaikan Hamdan bin Mohammed Al Maktoum, Pangeran Dubai dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab.

Pengadopsian Metaverse Dapat Mempercepat PDB Dubai

Helal Saeed Almarri, Direktur Jenderal Otoritas Dubai World Trade Center, mengatakan bahwa industri aset virtual dipandang Dubai sebagai pendorong ekonomi global masa depan. Diplomat itu menambahkan adanya perluasan “kerangka hukum yang sangat canggih dan modern.” Regulasi ini diterapkan Dubai untuk mengatur ekosistem cryptocurency secara keseluruhan.

Baca juga Standard Chartered Memasuki Metaverse The Sandbox

Lebih lanjut Helal Saeed Almarri mencatat bahwa kepercayaan mereka terhadap industri crypto adalah akuisisi lahan di Sandbox. Hal itu diharapkan dapat tumbuh dalam adopsi, sehingga dapat menarik investor dan konsumen baru secara aman dan bertanggung jawab.

“Sebagai regulator niche pertama untuk sektor VA secara global, markas besar Metaverse VARA juga menjadikan UEA yurisdiksi pertama yang memasuki platform ini.”

Seperti dilansir CryptoPotato, saat ini Dubai terus berusaha untuk menjadi negara ramah kripto yang diakui secara global. Mengingat mereka saat ini adalah rumah bagi sejumlah besar proyek kripto.

Sumber: Cryptopotato

Upaya promosi pengembangan industri kripto lokal terus dilakukan pemerintah Dubai, mengingat adanya daya tarik bagi penggemar kripto. Pembelian sebidang tanah di Sandbox dimaksudkan untuk pengembangan kantor virtual, diumumkan Otoritas Pengaturan Aset Virtual Dubai (VARA), pada 03 Mei.

Menurut penjelasan resmi, Pengaturan Aset Virtual Dubai (VARA) bergerak ke Metaverse untuk menjangkau “audiens tanpa batas,” seraya meningkatkan inklusi sosial dan kelestarian lingkungan dengan mengoperasikan lebih sedikit sumber daya fisik untuk mengelola kegiatannya.

Sementara itu, yang berfungsi sebagai saluran utama dipegang MetaHQ VARA untuk berbagi informasi dan pengalaman dengan developer dan komunitas Metaverse, sehingga memungkinkan untuk mendorong interoperabilitas global.

Otoritas Pemerintah Pertama yang Berinvestasi di Metaverse adalah VARA

Selain sebagai pusat pariwisata, Dubai dikenal juga dengan inovasi teknologinya. Sejarah baru di industri Kripto dicetak dengan VARA menjadi regulator pertama yang membeli lahan di Metaverse.

“Untuk memperluas sumber daya VARA, UEA akan berusaha menjangkau semua pengguna di Metaverse. Kami mengundang semua otoritas di seluruh dunia untuk berpartisipasi dan bertukar ide demi membangun ekonomi global yang lebih baik, melalui penggunaan aset virtual.” Disampaikan Hamdan bin Mohammed Al Maktoum, Pangeran Dubai dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab.

Pengadopsian Metaverse Dapat Mempercepat PDB Dubai

Helal Saeed Almarri, Direktur Jenderal Otoritas Dubai World Trade Center, mengatakan bahwa industri aset virtual dipandang Dubai sebagai pendorong ekonomi global masa depan. Diplomat itu menambahkan adanya perluasan “kerangka hukum yang sangat canggih dan modern.” Regulasi ini diterapkan Dubai untuk mengatur ekosistem cryptocurency secara keseluruhan.

Baca juga Standard Chartered Memasuki Metaverse The Sandbox

Lebih lanjut Helal Saeed Almarri mencatat bahwa kepercayaan mereka terhadap industri crypto adalah akuisisi lahan di Sandbox. Hal itu diharapkan dapat tumbuh dalam adopsi, sehingga dapat menarik investor dan konsumen baru secara aman dan bertanggung jawab.

“Sebagai regulator niche pertama untuk sektor VA secara global, markas besar Metaverse VARA juga menjadikan UEA yurisdiksi pertama yang memasuki platform ini.”

Seperti dilansir CryptoPotato, saat ini Dubai terus berusaha untuk menjadi negara ramah kripto yang diakui secara global. Mengingat mereka saat ini adalah rumah bagi sejumlah besar proyek kripto.

Sumber: Cryptopotato

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here