Berbasis di Thailand, Poseidon Network Menghadirkan CDN Terdesentralisasi yang Unggul

Listen Audio Button

Poseidon Network menghadirkan jaringan pengiriman konten (CDN) terdesentralisasi, yakni versi terdesentralisasi dari Google Cloud Platform, dan AWS Cloud Service. Melalui pemanfaatan perangkat IoT seperti NAS, jaringan ini mencapai fog computing. Hal tersebut diklaim lebih dekat dengan pengguna dibandingkan cloud computing, beberapa kali lebih cepat, lebih murah, dan lebih efisien untuk memanfaatkan sumber daya yang tidak digunakan.

Poseidon Network telah memusatkan upayanya pada jaringan pengiriman konten (CDN). Untuk waktu yang lama, itu adalah layanan dan sumber pendapatan utama dalam jaringan ini. Sekarang, produk ini sudah siap, lebih cepat, dan lebih terjangkau.

Distribusi media diharapkan memiliki pangsa pasar yang signifikan. Total permintaan pasar CDN meningkat seiring dengan naiknya kebutuhan akan konten video di kalangan pengguna internet dan digitalisasi di seluruh sektor. Game online merupakan salah satu sektor penting di mana CDN mendapatkan daya tarik.

- Advertisement -

Baca juga Perkembangan Cryptocurrency dan Teknologi Blockchain di Thailand

Perusahaan game semakin marak berinvestasi dalam jaringan pengiriman konten (CDN) untuk memberikan pengalaman pengguna yang berkualitas tinggi. Selain itu, semakin banyak perusahaan media yang beralih ke strategi distribusi digital. Perkembangan ini menciptakan potensi pasar yang sangat besar bagi penyedia CDN.

Layanan CDN milik Poseidon Network menawarkan beberapa keuntungan signifikan. Di antaranya adalah kecepatan rata-rata dalam mengunduh (dua hingga sepuluh kali lebih cepat daripada CDN standar), waktu rata-rata ke byte pertama (TTFB) 90% lebih cepat. Yang berarti hampir tidak ada waktu tunggu saat mengklik untuk memutar video di Internet atau perangkat seluler. Terlebih lagi, harga rata-rata hanya 10%-50% dari penyedia layanan CDN tradisional.

Dengan mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam perangkat IoT seperti NAS, komputer, dan smartphone, Poseidon Network memecahkan masalah global dari sumber daya jaringan yang terbuang dengan menyalurkannya ke domain CDN. Jaringan ini menemukan cara untuk mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi CDN secara signifikan. Alhasil, Poseidon Network siap untuk mendominasi industri CDN.

Light Lin, pengusaha sukses asal Taiwan, mengembangkan Poseidon Network. Sebelumnya, ia juga pernah mendirikan beberapa proyek, yaitu Wretch.cc, flyingV.cc, BiiLabs.io, lab blockchain, dan venue.tw. Lin juga berperan dalam pendirian Angel Club, sebuah perusahaan modal ventura yang terkait dengan Universitas Nasional Chiao Tung, serta FungLy Capital. Lin juga sempat berkontribusi sebagai penasihat kepada badan-badan pemerintah di Asia, termasuk Silicon Valley Asia dan Komite Penasihat DIGI+.

Listen Audio Button

Poseidon Network menghadirkan jaringan pengiriman konten (CDN) terdesentralisasi, yakni versi terdesentralisasi dari Google Cloud Platform, dan AWS Cloud Service. Melalui pemanfaatan perangkat IoT seperti NAS, jaringan ini mencapai fog computing. Hal tersebut diklaim lebih dekat dengan pengguna dibandingkan cloud computing, beberapa kali lebih cepat, lebih murah, dan lebih efisien untuk memanfaatkan sumber daya yang tidak digunakan.

Poseidon Network telah memusatkan upayanya pada jaringan pengiriman konten (CDN). Untuk waktu yang lama, itu adalah layanan dan sumber pendapatan utama dalam jaringan ini. Sekarang, produk ini sudah siap, lebih cepat, dan lebih terjangkau.

Distribusi media diharapkan memiliki pangsa pasar yang signifikan. Total permintaan pasar CDN meningkat seiring dengan naiknya kebutuhan akan konten video di kalangan pengguna internet dan digitalisasi di seluruh sektor. Game online merupakan salah satu sektor penting di mana CDN mendapatkan daya tarik.

Baca juga Perkembangan Cryptocurrency dan Teknologi Blockchain di Thailand

Perusahaan game semakin marak berinvestasi dalam jaringan pengiriman konten (CDN) untuk memberikan pengalaman pengguna yang berkualitas tinggi. Selain itu, semakin banyak perusahaan media yang beralih ke strategi distribusi digital. Perkembangan ini menciptakan potensi pasar yang sangat besar bagi penyedia CDN.

Layanan CDN milik Poseidon Network menawarkan beberapa keuntungan signifikan. Di antaranya adalah kecepatan rata-rata dalam mengunduh (dua hingga sepuluh kali lebih cepat daripada CDN standar), waktu rata-rata ke byte pertama (TTFB) 90% lebih cepat. Yang berarti hampir tidak ada waktu tunggu saat mengklik untuk memutar video di Internet atau perangkat seluler. Terlebih lagi, harga rata-rata hanya 10%-50% dari penyedia layanan CDN tradisional.

Dengan mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam perangkat IoT seperti NAS, komputer, dan smartphone, Poseidon Network memecahkan masalah global dari sumber daya jaringan yang terbuang dengan menyalurkannya ke domain CDN. Jaringan ini menemukan cara untuk mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi CDN secara signifikan. Alhasil, Poseidon Network siap untuk mendominasi industri CDN.

Light Lin, pengusaha sukses asal Taiwan, mengembangkan Poseidon Network. Sebelumnya, ia juga pernah mendirikan beberapa proyek, yaitu Wretch.cc, flyingV.cc, BiiLabs.io, lab blockchain, dan venue.tw. Lin juga berperan dalam pendirian Angel Club, sebuah perusahaan modal ventura yang terkait dengan Universitas Nasional Chiao Tung, serta FungLy Capital. Lin juga sempat berkontribusi sebagai penasihat kepada badan-badan pemerintah di Asia, termasuk Silicon Valley Asia dan Komite Penasihat DIGI+.

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here