KakaoBank Korea Selatan Mempertimbangkan Kemitraan dengan Bursa Aset Digital

Sebuah laporan mengungkapkan bahwa CEO KakaoBank Korea Selatan, yaitu Yun Ho-young mengkonfirmasi rencana untuk bermitra dengan bursa aset digital pada konferensi kinerja bisnis triwulanan perusahaan tersebut. Yun menyatakan bahwa bank internet pertama tersebut saat ini sedang meninjau kemitraan dengan bursa aset digital lokal.

Yun Ho-young menyampaikan bahwasanya aset kripto dianggap sebagai aset utama di antara pelanggan mereka. Untuk itulah pihak mereka sedang meninjau cara agar perusahaan tersebut dapat menyediakan aset virtual dalam layanannya atau dalam metode yang menguntungkan pelanggannya.

Berdasarkan rencana tersebut, KakaoBank akan memungkinkan bursa digital yang bermitra dengannya untuk mematuhi regulasi aset digital Korea Selatan. Negara tersebut mengharuskan bursa aset digital untuk memiliki mitra perbankan guna menyediakan layanan verifikasi nama asli bagi penggunanya.

Sebelum konferensi tersebut, terdapat sebuah laporan yang menunjukkan bahwa KakaoBank telah mendapatkan kesepakatan untuk menjadi mitra perbankan Coinone. Sementara itu, pernyataan Yun dalam konferensi tersebut tidak mengindikasi adanya penerimaan ataupun penyangkalan atas rumor tersebut.

- Advertisement -

Baca juga Presiden Korea Selatan Menunda Pajak Crypto untuk Melindungi Investor

Coinone sendiri saat ini memiliki kesepakatan perbankan dengan NongHyup (NH) Bank. Meskipun demikian, kemitraan tersebut adalah kontrak berjangka enam bulan yang dapat diperpanjang. Hal tersebutlah yang mendasari spekulasi bahwa KakaoBank yang kemungkinan akan mengambil alih setelah kontrak tersebut selesai.

Selain itu, KakaoBank juga melaporkan pendapatan operasional tertinggi pada konferensi kinerja tersebut. Disebutkan bahwa pada Q1, pendapatan operasional bank mencapai KRW 88,4 miliar (US$70,14 juta) jumlah tersebut 63,8% lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

Motivasi KakaoBank untuk bermitra dengan bursa aset digital kemungkinan juga dimotivasi oleh kinerja pesaing lokal utamanya, yaitu KBank. Bank tersebut tahun lalu berhasil mendapatkan kemitraan dengan Upbit yang merupakan bursa aset digital terbesar di Korea Selatan berdasarkan volume perdagangannya.

Kemitraan tersebut pun akhirnya dapat melambungkan KBank ke surplus tahunan tertinggi untuk pertama kalinya. KBank sekarang juga mempertimbangkan untuk mempublikasikannya pada tahun 2022. Hal tersebut didorong oleh keberhasilan yang didapat setelah melakukan kemitraan dengan bursa aset digital.

Sumber: Coingeek

Sebuah laporan mengungkapkan bahwa CEO KakaoBank Korea Selatan, yaitu Yun Ho-young mengkonfirmasi rencana untuk bermitra dengan bursa aset digital pada konferensi kinerja bisnis triwulanan perusahaan tersebut. Yun menyatakan bahwa bank internet pertama tersebut saat ini sedang meninjau kemitraan dengan bursa aset digital lokal.

Yun Ho-young menyampaikan bahwasanya aset kripto dianggap sebagai aset utama di antara pelanggan mereka. Untuk itulah pihak mereka sedang meninjau cara agar perusahaan tersebut dapat menyediakan aset virtual dalam layanannya atau dalam metode yang menguntungkan pelanggannya.

Berdasarkan rencana tersebut, KakaoBank akan memungkinkan bursa digital yang bermitra dengannya untuk mematuhi regulasi aset digital Korea Selatan. Negara tersebut mengharuskan bursa aset digital untuk memiliki mitra perbankan guna menyediakan layanan verifikasi nama asli bagi penggunanya.

Sebelum konferensi tersebut, terdapat sebuah laporan yang menunjukkan bahwa KakaoBank telah mendapatkan kesepakatan untuk menjadi mitra perbankan Coinone. Sementara itu, pernyataan Yun dalam konferensi tersebut tidak mengindikasi adanya penerimaan ataupun penyangkalan atas rumor tersebut.

Baca juga Presiden Korea Selatan Menunda Pajak Crypto untuk Melindungi Investor

Coinone sendiri saat ini memiliki kesepakatan perbankan dengan NongHyup (NH) Bank. Meskipun demikian, kemitraan tersebut adalah kontrak berjangka enam bulan yang dapat diperpanjang. Hal tersebutlah yang mendasari spekulasi bahwa KakaoBank yang kemungkinan akan mengambil alih setelah kontrak tersebut selesai.

Selain itu, KakaoBank juga melaporkan pendapatan operasional tertinggi pada konferensi kinerja tersebut. Disebutkan bahwa pada Q1, pendapatan operasional bank mencapai KRW 88,4 miliar (US$70,14 juta) jumlah tersebut 63,8% lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

Motivasi KakaoBank untuk bermitra dengan bursa aset digital kemungkinan juga dimotivasi oleh kinerja pesaing lokal utamanya, yaitu KBank. Bank tersebut tahun lalu berhasil mendapatkan kemitraan dengan Upbit yang merupakan bursa aset digital terbesar di Korea Selatan berdasarkan volume perdagangannya.

Kemitraan tersebut pun akhirnya dapat melambungkan KBank ke surplus tahunan tertinggi untuk pertama kalinya. KBank sekarang juga mempertimbangkan untuk mempublikasikannya pada tahun 2022. Hal tersebut didorong oleh keberhasilan yang didapat setelah melakukan kemitraan dengan bursa aset digital.

Sumber: Coingeek

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here