Blockchain Terra Berhenti Beroperasi untuk Menghindari Serangan Peretas

Platform yang berada di belakang cryptocurrency Terra (LUNA) mengatakan pada hari kamis bahwa mereka telah menghentikan blockchain untuk sementara. Ini dilakukan untuk menghentikan transaksi setelah harga token anjlok hampir 100% dalam semalam. Sehingga membuat jaringan lebih rentan terhadap kemungkinan serangan peretas.

Timeline Momentum

Terraform Labs mengumumkan bahwa penambang memutuskan untuk menghentikan blockchain Terra untuk mencegah serangan governance setelah inflasi parah. Dalam unggahan terpisah, Terra mengatakan validator tengah bekerja untuk memulai kembali jaringan dalam beberapa menit.

Langkah tersebut dilakukan setelah token LUNA jatuh nilainya menjadi kurang dari satu sen dan diperdagangkan sekitar $80 pada minggu lalu.

- Advertisement -

Baca juga : Dapatkah Cryptocurrency Mengatasi Sanksi AS terhadap Kuba?

Terkait hal tersebut, Terra tidak segera menanggapi permintaan komentar Forbes.

Latar Belakang Terjadinya Peristiwa Penurunan

Pada akhir minggu lalu, TerraUSD turun di bawah $1 karena kekhawatiran atas kenaikan suku bunga Federal Reserve. Begitu juga dengan penghapusan stimulus era pandemi yang memukul pasar kripto secara lebih luas daan mendorong LUNA turun hingga 10%.

Meskipun upaya besar-besaran untuk membangun kembali pasak, TerraaUSD runtuh lebih lanjut pada minggu ini dan memberikan sentimen bearish. Bitcoin telah jatuh hampir 19% selama lima hari terakhir, sementara pasar cryptocurrency yang lebih luas telah turun di bawah $1.3 triliun. Ini merupakan penurunan tertinggi dari $3 triliun pada bulan November menurut data CoinGecko.

Fakta Mengejutkan dari Momen Penurunan

Meskipun aset LUNA memerintahkan kapitalisasi pasar lebih dari $40 miliar pada awal April, LUNA saat ini hanya bernilai $82 juta berdasarkan data CoinMarketCap.

Aset yang Bersinggungan

Pada hari Kamis, harga Tether yang merupakan stablecoin terbesar di dunia dan landasan ekosistem mata uang kripto juga tergelincir dari patokan $1. Aset tersebut jatuh serendah 94 sen sebelum kemudian pulih sebelum 24 jam.

Tidak seperti TerraUSD, Tether mengatakan tokennya didukung oleh mata uang aktual, meskipun telah banyak dikritik karena kurangnya transparansi atas kepemilikannya. Tahun lalu, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS mendenda Tether $41 juta. Hal ini karena membuat pernyataan menyesatkan terkait cadangan nilainya.

Sumber : forbes.com

Platform yang berada di belakang cryptocurrency Terra (LUNA) mengatakan pada hari kamis bahwa mereka telah menghentikan blockchain untuk sementara. Ini dilakukan untuk menghentikan transaksi setelah harga token anjlok hampir 100% dalam semalam. Sehingga membuat jaringan lebih rentan terhadap kemungkinan serangan peretas.

Timeline Momentum

Terraform Labs mengumumkan bahwa penambang memutuskan untuk menghentikan blockchain Terra untuk mencegah serangan governance setelah inflasi parah. Dalam unggahan terpisah, Terra mengatakan validator tengah bekerja untuk memulai kembali jaringan dalam beberapa menit.

Langkah tersebut dilakukan setelah token LUNA jatuh nilainya menjadi kurang dari satu sen dan diperdagangkan sekitar $80 pada minggu lalu.

Baca juga : Dapatkah Cryptocurrency Mengatasi Sanksi AS terhadap Kuba?

Terkait hal tersebut, Terra tidak segera menanggapi permintaan komentar Forbes.

Latar Belakang Terjadinya Peristiwa Penurunan

Pada akhir minggu lalu, TerraUSD turun di bawah $1 karena kekhawatiran atas kenaikan suku bunga Federal Reserve. Begitu juga dengan penghapusan stimulus era pandemi yang memukul pasar kripto secara lebih luas daan mendorong LUNA turun hingga 10%.

Meskipun upaya besar-besaran untuk membangun kembali pasak, TerraaUSD runtuh lebih lanjut pada minggu ini dan memberikan sentimen bearish. Bitcoin telah jatuh hampir 19% selama lima hari terakhir, sementara pasar cryptocurrency yang lebih luas telah turun di bawah $1.3 triliun. Ini merupakan penurunan tertinggi dari $3 triliun pada bulan November menurut data CoinGecko.

Fakta Mengejutkan dari Momen Penurunan

Meskipun aset LUNA memerintahkan kapitalisasi pasar lebih dari $40 miliar pada awal April, LUNA saat ini hanya bernilai $82 juta berdasarkan data CoinMarketCap.

Aset yang Bersinggungan

Pada hari Kamis, harga Tether yang merupakan stablecoin terbesar di dunia dan landasan ekosistem mata uang kripto juga tergelincir dari patokan $1. Aset tersebut jatuh serendah 94 sen sebelum kemudian pulih sebelum 24 jam.

Tidak seperti TerraUSD, Tether mengatakan tokennya didukung oleh mata uang aktual, meskipun telah banyak dikritik karena kurangnya transparansi atas kepemilikannya. Tahun lalu, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS mendenda Tether $41 juta. Hal ini karena membuat pernyataan menyesatkan terkait cadangan nilainya.

Sumber : forbes.com

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here