Menurut Bankman-Fried, Bitcoin Tidak Dapat Menjadi Jaringan Pembayaran Global

Bitcoin tidak memiliki masa depan sebagai jaringan pembayaran karena inefisiensi dan biaya lingkungan yang tinggi. Hal ini disampaikan oleh salah satu kepala eksekutif kripto, Sam Bankman-Fried. Menurutnya, proof-of-work (PoW) untuk memvalidasi blockchain yang menopang Bitcoin tidak mampu untuk ditingkatkan untuk mengatasi jumlah transaksi. Sehingga Bitcoin tidak dapat menjadi sebuah alat pembayaran yang efektif.

“Jaringan Bitcoin bukan jaringan pembayaran dan bukan jaringan penskalaan,” ungkapnya. Komentarnya muncul ketika pasar cryptocurrency yang tumbuh cepat dilanda aksi jual yang membuat Bitcoin turun lebih dari 35% sejak Januari. Di sisi lain, Bitcoin masih dilihat oleh beberapa penggemar kripto sebagai cara untuk melakukan transaksi sehari-hari.

Negara-negara seperti El Salvador dan Republik Afrika Tengah telah mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Tetapi penelitian terbaru oleh akademisi AS menemukan bahwa Bitcoin jarang digunakan untuk pembayaran harian di El Salvador. Hal ini terlepas dari peluncuran ATM Bitcoin dan langkah-langkah lain untuk mendorong penggunaannya.

Miliarder berusia tiga puluh tahun ini mengatakan jenis blockchain alternatif yang dikenal sebagai proof-of-stake (PoS) atau inovasi teknologi lainnya akan diperlukan. Ini untuk membuat jaringan pembayaran kripto yang fungsional. Ethereum telah berupaya untuk mengubah sistem menuju PoS untuk mengurangi konsumsi energi.

- Advertisement -

Baca juga : Respon Para Tokoh Terkait Penurunan Bitcoin dan Aset Stablecoin Lainnya

Kritiknya terhadap Bitcoin menggarisbawahi keprihatinan lingkungan yang serius tentang jumlah energi yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem PoW kripto. Beberapa regulator Eropa telah menyerukan larangan sistem ini terkait dengan emisi karbon yang dikeluarkan.

Menambang Bitcoin menghabiskan lebih banyak energi di banyak negara, termasuk Norwegia dan Swedia berdasarkan Indeks Konsumsi Listrik Bitcoin Universitas Cambridge.

Sebagai pemilik bursa kripto FTX, sejauh ini FTX telah menggunakan penyeimbangan karbon untuk mengkompensasi emisi perusahaan. Menurut Bankman-Fried, hal ini akan bermanfaat akan tetapi bukan merupakan solusi yang sempurna. Ini berkaitan dengan pengguna hanya akan kehabisan barang untuk diimbangi di dalam beberapa titik.

Namun terlepas dari pandangannya tentang Bitcoin, Bankman-Fried mengatakan bahwa ia masih percaya aset digital terbesar di dunia memiliki tempat di pasar kripto. Ia mengatakan, “Saya tidak berpikir bahwa Bitcoin harus hengkang dari pasar aset. Token ini mungkin masih memiliki masa depan sebagai aset, komoditas, dan penyimpanan nilai yang mirip dengan emas.”

Sumber : www.ft.com

Bitcoin tidak memiliki masa depan sebagai jaringan pembayaran karena inefisiensi dan biaya lingkungan yang tinggi. Hal ini disampaikan oleh salah satu kepala eksekutif kripto, Sam Bankman-Fried. Menurutnya, proof-of-work (PoW) untuk memvalidasi blockchain yang menopang Bitcoin tidak mampu untuk ditingkatkan untuk mengatasi jumlah transaksi. Sehingga Bitcoin tidak dapat menjadi sebuah alat pembayaran yang efektif.

“Jaringan Bitcoin bukan jaringan pembayaran dan bukan jaringan penskalaan,” ungkapnya. Komentarnya muncul ketika pasar cryptocurrency yang tumbuh cepat dilanda aksi jual yang membuat Bitcoin turun lebih dari 35% sejak Januari. Di sisi lain, Bitcoin masih dilihat oleh beberapa penggemar kripto sebagai cara untuk melakukan transaksi sehari-hari.

Negara-negara seperti El Salvador dan Republik Afrika Tengah telah mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Tetapi penelitian terbaru oleh akademisi AS menemukan bahwa Bitcoin jarang digunakan untuk pembayaran harian di El Salvador. Hal ini terlepas dari peluncuran ATM Bitcoin dan langkah-langkah lain untuk mendorong penggunaannya.

Miliarder berusia tiga puluh tahun ini mengatakan jenis blockchain alternatif yang dikenal sebagai proof-of-stake (PoS) atau inovasi teknologi lainnya akan diperlukan. Ini untuk membuat jaringan pembayaran kripto yang fungsional. Ethereum telah berupaya untuk mengubah sistem menuju PoS untuk mengurangi konsumsi energi.

Baca juga : Respon Para Tokoh Terkait Penurunan Bitcoin dan Aset Stablecoin Lainnya

Kritiknya terhadap Bitcoin menggarisbawahi keprihatinan lingkungan yang serius tentang jumlah energi yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem PoW kripto. Beberapa regulator Eropa telah menyerukan larangan sistem ini terkait dengan emisi karbon yang dikeluarkan.

Menambang Bitcoin menghabiskan lebih banyak energi di banyak negara, termasuk Norwegia dan Swedia berdasarkan Indeks Konsumsi Listrik Bitcoin Universitas Cambridge.

Sebagai pemilik bursa kripto FTX, sejauh ini FTX telah menggunakan penyeimbangan karbon untuk mengkompensasi emisi perusahaan. Menurut Bankman-Fried, hal ini akan bermanfaat akan tetapi bukan merupakan solusi yang sempurna. Ini berkaitan dengan pengguna hanya akan kehabisan barang untuk diimbangi di dalam beberapa titik.

Namun terlepas dari pandangannya tentang Bitcoin, Bankman-Fried mengatakan bahwa ia masih percaya aset digital terbesar di dunia memiliki tempat di pasar kripto. Ia mengatakan, “Saya tidak berpikir bahwa Bitcoin harus hengkang dari pasar aset. Token ini mungkin masih memiliki masa depan sebagai aset, komoditas, dan penyimpanan nilai yang mirip dengan emas.”

Sumber : www.ft.com

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here