Proyek Sango, Infrastruktur Mata Uang Digital CAR Setelah Mengadopsi Bitcoin

Satu bulan yang lalu, Republik Afrika Tengah (CAR) mengesahkan Bitcoin (BTC) menjadi mata uang yang diakui secara legal. Kini, negara tersebut berupaya untuk menyediakan infrastruktur mata uang digital. Ini dilakukan dengan mengupayakan peluncuran ‘crypto hub’ dengan tujuan untuk menarik penggemar kripto secara lebih luas.

Setelah adopsi dengan suara bulat oleh Majelis Nasional dari status tender legal BTC, pemerintah dengan bangga menunjukkan inisiatif konkret ini. Ini akan melampaui politik dan administrasi serta memiliki potensi untuk membentuk kembali sistem keuangan CAR.

Rencana tersebut diberi nama Proyek Sango dengan halaman website sango.org. Menurut unggahan terbaru pada Senin lalu, pemerintah memaparkan rencana proyek tersebut melalui platform media sosial Facebook. Pengunjung kemudian diarahkan pada sebuah tautan yang berisi presentasi online sebanyak 24 halaman yang merincikan usulan proyek secara lebih detail.

Hingga saat ini, tidak ada konfirmasi resmi dari Archange Touadera selaku presiden CAR. Pada Sabtu 21 Mei, Touadera mengunggah tulisan melalui Twitter bahwa ia akan segera mengumumkan fase berikut dari rencananya. Ini diikuti dengan sebuah tagar Bitcoin.

- Advertisement -

Baca Juga : MasterChef Smart Contract: Solusi untuk Kerusakan Fatal

Presiden CAR mengatakan, “pembangungan crypto hub legal pertama di jantung Afrika akan meningkatkan pengalaman kripto dengan membawa adopsi Bitcoin ke tingkat berikutnya. Hal ini akan berpotensi untuk mendorong ruang konvensional negara.

Berdasarkan isi presentasi tersebut, proyek Sango melibatkan pembuatan sebuah proyek kripto legal pertama yang diakui oleh parlemen suatu negara. Dalam hal ini, CAR berencana untuk mendirikan Bank Bangsa Digital, memfasilitasi pembelian tanah dalam Bitcoin, dan mengembangkan dompet kripto.

Pemerintah juga akan mendukung akses perusahaan kripto ke sumber daya alam seperti emas, berlian, dan uranium. Pihaknya juga akan melembagakan program kewarganegawaan dengan investasi dengan pajak nol pada tingkat atas pendapatan dan bisnis.

Apabila melihat lebih dalam, CAR merupakan salah satu negara dengan perekonomian yang paling tidak berkembang di dunia. Penyumbang terbesar PDB negara berasal dari pertanian yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat.

Menurut angka Bank Dunia, output ekonomi CAR hanya mencapai $2.38 miliar di tahun 2020. Dengan data tersebut, CAR berada di peringkat terbawah terkait Indeks Pembangunan Manusia PBB.

Sumber : theblockcrypto.com, hdmarketnews.com

Satu bulan yang lalu, Republik Afrika Tengah (CAR) mengesahkan Bitcoin (BTC) menjadi mata uang yang diakui secara legal. Kini, negara tersebut berupaya untuk menyediakan infrastruktur mata uang digital. Ini dilakukan dengan mengupayakan peluncuran ‘crypto hub’ dengan tujuan untuk menarik penggemar kripto secara lebih luas.

Setelah adopsi dengan suara bulat oleh Majelis Nasional dari status tender legal BTC, pemerintah dengan bangga menunjukkan inisiatif konkret ini. Ini akan melampaui politik dan administrasi serta memiliki potensi untuk membentuk kembali sistem keuangan CAR.

Rencana tersebut diberi nama Proyek Sango dengan halaman website sango.org. Menurut unggahan terbaru pada Senin lalu, pemerintah memaparkan rencana proyek tersebut melalui platform media sosial Facebook. Pengunjung kemudian diarahkan pada sebuah tautan yang berisi presentasi online sebanyak 24 halaman yang merincikan usulan proyek secara lebih detail.

Hingga saat ini, tidak ada konfirmasi resmi dari Archange Touadera selaku presiden CAR. Pada Sabtu 21 Mei, Touadera mengunggah tulisan melalui Twitter bahwa ia akan segera mengumumkan fase berikut dari rencananya. Ini diikuti dengan sebuah tagar Bitcoin.

Baca Juga : MasterChef Smart Contract: Solusi untuk Kerusakan Fatal

Presiden CAR mengatakan, “pembangungan crypto hub legal pertama di jantung Afrika akan meningkatkan pengalaman kripto dengan membawa adopsi Bitcoin ke tingkat berikutnya. Hal ini akan berpotensi untuk mendorong ruang konvensional negara.

Berdasarkan isi presentasi tersebut, proyek Sango melibatkan pembuatan sebuah proyek kripto legal pertama yang diakui oleh parlemen suatu negara. Dalam hal ini, CAR berencana untuk mendirikan Bank Bangsa Digital, memfasilitasi pembelian tanah dalam Bitcoin, dan mengembangkan dompet kripto.

Pemerintah juga akan mendukung akses perusahaan kripto ke sumber daya alam seperti emas, berlian, dan uranium. Pihaknya juga akan melembagakan program kewarganegawaan dengan investasi dengan pajak nol pada tingkat atas pendapatan dan bisnis.

Apabila melihat lebih dalam, CAR merupakan salah satu negara dengan perekonomian yang paling tidak berkembang di dunia. Penyumbang terbesar PDB negara berasal dari pertanian yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat.

Menurut angka Bank Dunia, output ekonomi CAR hanya mencapai $2.38 miliar di tahun 2020. Dengan data tersebut, CAR berada di peringkat terbawah terkait Indeks Pembangunan Manusia PBB.

Sumber : theblockcrypto.com, hdmarketnews.com

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here