PoolTogether Mengupayakan Pertahanan Hukum dengan Pendanaan Melalui Koleksi NFT

Startup decentralized finance (DeFi) PoolTogether tengah berada dalam masalah hukum, dan menggunakan non-fungible token (NFT) sebagai bentuk pendanaan untuk dana pertahanannya. Menurut situs web-nya, penghasilan dari koleksi NFT “Pooly” milik perusahaan tersebut yang dirilis pada hari Kamis (26/05/22) lalu, akan digunakan untuk mendukung PoolTogether Inc. dalam pembelaan terhadap gugatan class action.

PoolTogether adalah permainan tabungan tanpa kerugian berbasis aplikasi di mana penggunanya dapat memenangkan hadiah dengan menyetorkan dana di platform tersebut. Mereka  menggunakan protokol DeFi untuk menyokong layanannya.

Sementara itu, gugatan yang diajukan kepada perusahaan tersebut awalnya dilakukan pada bulan Oktober tahun lalu. Hal tersebut terjadi ketika Joe Kent, ​mantan staf Senator Elizabeth Warren (D-Mass.) yang terkenal anti-kripto, menggugat PoolTogether karena melanggar undang-undang perjudian negara bagian New York.

Dalam keluhannya, Kent juga mengungkapkan rasa prihatinnya karena ekosistem kripto yang membutuhkan penggunaan listrik dalam jumlah besar telah mempercepat perubahan iklim. Selain itu, ekosistem kripto disebut dapat memungkinkan orang untuk menghindari regulasi keuangan dan menipu konsumen.

- Advertisement -

Baca Juga :  Platform Berbasis Komunitas VRYNT Meluncurkan “Origins Collection”

Gugatan Kent terhadap PoolTogether pun dipandang sebagai test case untuk mengubah lanskap regulasi sektor DeFi. Pasalnya, penggugat hanya menyetorkan $10 pada platform tersebut sebelum mengajukan gugatan.

Dalam gugatan Kent, disebutkan bahwa PoolTogether, perusahaan yang berbasis di Brooklyn, dan pendirinya, Leighton Cusack, serta sejumlah investor protokol tersebut, termasuk Dragonfly Capital, Compound Labs, dan Galaxy Digital Capital Management, sebagai tergugat. Ada pula investor individu dalam proyek tersebut yang ikut terlibat, termasuk Stanislav Kulechov, pendiri dan CEO platform DeFi Aave.

Dengan menyebutkan perusahaan dan investornya, gugatan Kent berusaha untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab secara hukum ketika protokol DeFi tersebut “merugikan” penggunanya. Berdasarkan pada penyelesaian kasus tersebut, hal ini bisa mengakibatkan konsekuensi yang besar untuk proyek-proyek terdesentralisasi. Hal tersebut juga dapat mempengaruhi decentralized exchange (DEX) dan decentralized autonomous organizations (DAO) secara keseluruhan.

Namun, komunitas kripto telah menunjukkan bahwa mereka berpihak pada PoolTogether dan Cusack. Bahkan, dalam dua jam setelah peluncurannya, koleksi tersebut telah mengumpulkan hingga 73 ETH (sekitar $135.000).

Sumber : coindesk.com 

Startup decentralized finance (DeFi) PoolTogether tengah berada dalam masalah hukum, dan menggunakan non-fungible token (NFT) sebagai bentuk pendanaan untuk dana pertahanannya. Menurut situs web-nya, penghasilan dari koleksi NFT “Pooly” milik perusahaan tersebut yang dirilis pada hari Kamis (26/05/22) lalu, akan digunakan untuk mendukung PoolTogether Inc. dalam pembelaan terhadap gugatan class action.

PoolTogether adalah permainan tabungan tanpa kerugian berbasis aplikasi di mana penggunanya dapat memenangkan hadiah dengan menyetorkan dana di platform tersebut. Mereka  menggunakan protokol DeFi untuk menyokong layanannya.

Sementara itu, gugatan yang diajukan kepada perusahaan tersebut awalnya dilakukan pada bulan Oktober tahun lalu. Hal tersebut terjadi ketika Joe Kent, ​mantan staf Senator Elizabeth Warren (D-Mass.) yang terkenal anti-kripto, menggugat PoolTogether karena melanggar undang-undang perjudian negara bagian New York.

Dalam keluhannya, Kent juga mengungkapkan rasa prihatinnya karena ekosistem kripto yang membutuhkan penggunaan listrik dalam jumlah besar telah mempercepat perubahan iklim. Selain itu, ekosistem kripto disebut dapat memungkinkan orang untuk menghindari regulasi keuangan dan menipu konsumen.

Baca Juga :  Platform Berbasis Komunitas VRYNT Meluncurkan “Origins Collection”

Gugatan Kent terhadap PoolTogether pun dipandang sebagai test case untuk mengubah lanskap regulasi sektor DeFi. Pasalnya, penggugat hanya menyetorkan $10 pada platform tersebut sebelum mengajukan gugatan.

Dalam gugatan Kent, disebutkan bahwa PoolTogether, perusahaan yang berbasis di Brooklyn, dan pendirinya, Leighton Cusack, serta sejumlah investor protokol tersebut, termasuk Dragonfly Capital, Compound Labs, dan Galaxy Digital Capital Management, sebagai tergugat. Ada pula investor individu dalam proyek tersebut yang ikut terlibat, termasuk Stanislav Kulechov, pendiri dan CEO platform DeFi Aave.

Dengan menyebutkan perusahaan dan investornya, gugatan Kent berusaha untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab secara hukum ketika protokol DeFi tersebut “merugikan” penggunanya. Berdasarkan pada penyelesaian kasus tersebut, hal ini bisa mengakibatkan konsekuensi yang besar untuk proyek-proyek terdesentralisasi. Hal tersebut juga dapat mempengaruhi decentralized exchange (DEX) dan decentralized autonomous organizations (DAO) secara keseluruhan.

Namun, komunitas kripto telah menunjukkan bahwa mereka berpihak pada PoolTogether dan Cusack. Bahkan, dalam dua jam setelah peluncurannya, koleksi tersebut telah mengumpulkan hingga 73 ETH (sekitar $135.000).

Sumber : coindesk.com 

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here