AS Mendenda Mantan Karyawan OpenSea dalam Kasus Insider Trading NFT

Jaksa AS di Manhattan telah mendakwa mantan manajer produk di OpenSea, marketplace online untuk non-fungible token (NFT) terbesar, dengan trading orang dalam (insider trading). Ini adalah kasus yang baru pertama kali melibatkan aset digital.

Mantan karyawan OpenSea tersebut adalah Nathaniel Chastain yang berasal dari Manhattan. Ia mendapat tuduhan bahwa telah secara diam-diam membeli 45 NFT pada 11 kesempatan terpisah. NFT tersebut adalah token yang kabarnya akan ditampilkan di halaman beranda OpenSea.

Jaksa mengatakan bahwa Chastain telah terlebih dahulu memilih NFT mana yang akan ditampilkan, baru kemudian menjual NFT tersebut tak lama setelah ditampilkan di beranda OpenSea. Ia menjualnya dengan harga yang mencapai dua hingga lima kali lipat lebih tinggi dari yang ia bayar. Salah satunya yang ia lakukan adalah melipatgandakan uangnya dengan membeli NFT “Spectrum of a Ramenfication Theory” pada 14 September 2021, dan menjualnya pada pagi hari keesokan harinya, yaitu pada 15 September 2021.

Jaksa juga menjelaskan bahwa skema itu berjalan dari bulan Juni hingga September 2021. Selain itu, Chastain bertransaksi melalui wallet dan akun mata uang digital anonim yang ada di OpenSea, atau yang dikenal sebagai Ozone Networks.

- Advertisement -

Baca Juga : Camo Chameleon: Peluncuran Koleksi NFT yang Dibuat dengan Pen DIY

Dalam sebuah pernyataan, Jaksa AS Damian Williams mengatakan bahwa NFT memang merupakan sektor yang masih baru, akan tetapi, skema kriminal yang seperti itu bukanlah hal yang baru. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa kasus yang terjadi kali ini menunjukkan bahwa sektor NFT harus lebih berkomitmen untuk membasmi insider trading. Begitu pula dengan pasar saham dan blockchain.

Pihak OpenSea mengatakan bahwa ketika mereka mengetahui apa yang dilakukan Nate, mereka mulai melakukan penyelidikan dan akhirnya memintanya untuk meninggalkan perusahaan. Mereka juga menambahkan bahwa apa yang ia lakukan adalah hal yang melanggar kebijakan karyawan perusahaan tersebut, sehingga mereka tidak dapat mentolerir hal tersebut. Sementara itu, di hadapan Hakim AS Barbara Moses Manhattan, Chastain mengaku tidak bersalah atas tuduhan penipuan wire (wire fraud) maupun tuduhan pencucian uang.

Sumber : rte.ie

Jaksa AS di Manhattan telah mendakwa mantan manajer produk di OpenSea, marketplace online untuk non-fungible token (NFT) terbesar, dengan trading orang dalam (insider trading). Ini adalah kasus yang baru pertama kali melibatkan aset digital.

Mantan karyawan OpenSea tersebut adalah Nathaniel Chastain yang berasal dari Manhattan. Ia mendapat tuduhan bahwa telah secara diam-diam membeli 45 NFT pada 11 kesempatan terpisah. NFT tersebut adalah token yang kabarnya akan ditampilkan di halaman beranda OpenSea.

Jaksa mengatakan bahwa Chastain telah terlebih dahulu memilih NFT mana yang akan ditampilkan, baru kemudian menjual NFT tersebut tak lama setelah ditampilkan di beranda OpenSea. Ia menjualnya dengan harga yang mencapai dua hingga lima kali lipat lebih tinggi dari yang ia bayar. Salah satunya yang ia lakukan adalah melipatgandakan uangnya dengan membeli NFT “Spectrum of a Ramenfication Theory” pada 14 September 2021, dan menjualnya pada pagi hari keesokan harinya, yaitu pada 15 September 2021.

Jaksa juga menjelaskan bahwa skema itu berjalan dari bulan Juni hingga September 2021. Selain itu, Chastain bertransaksi melalui wallet dan akun mata uang digital anonim yang ada di OpenSea, atau yang dikenal sebagai Ozone Networks.

Baca Juga : Camo Chameleon: Peluncuran Koleksi NFT yang Dibuat dengan Pen DIY

Dalam sebuah pernyataan, Jaksa AS Damian Williams mengatakan bahwa NFT memang merupakan sektor yang masih baru, akan tetapi, skema kriminal yang seperti itu bukanlah hal yang baru. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa kasus yang terjadi kali ini menunjukkan bahwa sektor NFT harus lebih berkomitmen untuk membasmi insider trading. Begitu pula dengan pasar saham dan blockchain.

Pihak OpenSea mengatakan bahwa ketika mereka mengetahui apa yang dilakukan Nate, mereka mulai melakukan penyelidikan dan akhirnya memintanya untuk meninggalkan perusahaan. Mereka juga menambahkan bahwa apa yang ia lakukan adalah hal yang melanggar kebijakan karyawan perusahaan tersebut, sehingga mereka tidak dapat mentolerir hal tersebut. Sementara itu, di hadapan Hakim AS Barbara Moses Manhattan, Chastain mengaku tidak bersalah atas tuduhan penipuan wire (wire fraud) maupun tuduhan pencucian uang.

Sumber : rte.ie

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here