Tether Meluncurkan USDT di Jaringan Tezos untuk Membuat Produk DeFi Baru

Tether mengumumkan peluncuran USDT di jaringan blockchain Tezos dalam upayanua untuk memperluas jaringan mereka. Langakah yang mereka buat ini telah memberikan dampak baik pada naiknya kapitalisasi pasar. Tether sekarang ini diperkirakan bernilai $80 juta. Tezos berjalan menggunakan jaringan proof of stake yang menjadikannya berbeda dengan blockchain perintis lainnya yang menggunakan teknologi proof of work. 

Tether telah membuat lonjakan di pasar crypto dengan menjadi stablecoin terbesar dan bergerak selangkah lebih maju dalam kehebatannya setelah bergerak untuk berkomitmen di Tezos, jaringan proof of stake. Tezos merupakan platform ke-12 yang mendukung USDT dengan berbagai jaringan termasuk ETH, TRX, SOL, ALG, dan Polygon.

Mata uang Tezos yang diluncurkan pada tahun 2018 telah menjadi salah satu mata uang terbesar dan berada diurutan 33. Kolaborasinya dengan USDT diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan yang lebih besar.

“Saat ini, Tezos masih menjadi satu-satunya jaringan proof of stake yang tidak menggunakan hard forks. Ini menjadikannya self-amending blockchain pertama. Kami percaya bahwa integrasi ini akan menjadi poin penting untuk pertumbuhan jangka panjang.” Kata Paolo Ardiono, CTO di Tether. 

- Advertisement -

Baca Juga : Rencana STEPN untuk Memperbaiki Diri Demi Ekonomi Game

Tezos memanfaatkan sistem tata kelola on-chain yang unik melakukan integrasi secara otomatis dengan fitur-fitu rbaru tanpa hard forks. Hard forks merupakan metode yang menerapkan fungsionalitasa baru  yang memperkenalkan seperangkat aturan yang berbeda dan memerlukan peningkatan perangkat lunak. Fitur unik yang dimiliki Tezos menjadikannya sebagi platform pilihan bagi banyak merek dan institusi yang  mencari peluang di dunia keuangan terdesentralisasi (DeFi)

Saat ini, Tether mampu bertahan dari keadaan pasr crypto yang menurun, di mana stablecoin dan cryptocurrency mengalami penurunan besar-besaran dengan masalah stablecoin de-pegging yang menjadi topik perbincangan utama. Tether coin mengalami penurunan nilai sebesar 5%, setelah harganya di bawah $1, yaitu sekitar $0,95. Berdasarkan data statistik yang tersedia, nilainya saat ini naik menjadi $0,98.

Tether bukanlah satu-satunya yang terkena dampak penurunan pasar. Terra UST bahkan menduduki peringkat sebagai stabecoin terbesar ketiga yang mengalami penurunan nilai yang besar. 

Tether adalah mata uang yang dipatok dolar, di mana untuk setiap koin yang dikeluarkan $1 dipertukarkan dan sebaliknya. Cadangan USDT Terra telah didukung dalam obligasi komersial, mata uang fiat, abligasi, logam mulia, dan aset digital lainnya.

Sumber : decrypt.co 

Tether mengumumkan peluncuran USDT di jaringan blockchain Tezos dalam upayanua untuk memperluas jaringan mereka. Langakah yang mereka buat ini telah memberikan dampak baik pada naiknya kapitalisasi pasar. Tether sekarang ini diperkirakan bernilai $80 juta. Tezos berjalan menggunakan jaringan proof of stake yang menjadikannya berbeda dengan blockchain perintis lainnya yang menggunakan teknologi proof of work. 

Tether telah membuat lonjakan di pasar crypto dengan menjadi stablecoin terbesar dan bergerak selangkah lebih maju dalam kehebatannya setelah bergerak untuk berkomitmen di Tezos, jaringan proof of stake. Tezos merupakan platform ke-12 yang mendukung USDT dengan berbagai jaringan termasuk ETH, TRX, SOL, ALG, dan Polygon.

Mata uang Tezos yang diluncurkan pada tahun 2018 telah menjadi salah satu mata uang terbesar dan berada diurutan 33. Kolaborasinya dengan USDT diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan yang lebih besar.

“Saat ini, Tezos masih menjadi satu-satunya jaringan proof of stake yang tidak menggunakan hard forks. Ini menjadikannya self-amending blockchain pertama. Kami percaya bahwa integrasi ini akan menjadi poin penting untuk pertumbuhan jangka panjang.” Kata Paolo Ardiono, CTO di Tether. 

Baca Juga : Rencana STEPN untuk Memperbaiki Diri Demi Ekonomi Game

Tezos memanfaatkan sistem tata kelola on-chain yang unik melakukan integrasi secara otomatis dengan fitur-fitu rbaru tanpa hard forks. Hard forks merupakan metode yang menerapkan fungsionalitasa baru  yang memperkenalkan seperangkat aturan yang berbeda dan memerlukan peningkatan perangkat lunak. Fitur unik yang dimiliki Tezos menjadikannya sebagi platform pilihan bagi banyak merek dan institusi yang  mencari peluang di dunia keuangan terdesentralisasi (DeFi)

Saat ini, Tether mampu bertahan dari keadaan pasr crypto yang menurun, di mana stablecoin dan cryptocurrency mengalami penurunan besar-besaran dengan masalah stablecoin de-pegging yang menjadi topik perbincangan utama. Tether coin mengalami penurunan nilai sebesar 5%, setelah harganya di bawah $1, yaitu sekitar $0,95. Berdasarkan data statistik yang tersedia, nilainya saat ini naik menjadi $0,98.

Tether bukanlah satu-satunya yang terkena dampak penurunan pasar. Terra UST bahkan menduduki peringkat sebagai stabecoin terbesar ketiga yang mengalami penurunan nilai yang besar. 

Tether adalah mata uang yang dipatok dolar, di mana untuk setiap koin yang dikeluarkan $1 dipertukarkan dan sebaliknya. Cadangan USDT Terra telah didukung dalam obligasi komersial, mata uang fiat, abligasi, logam mulia, dan aset digital lainnya.

Sumber : decrypt.co 

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here