Triliunan Dolar Aset Tokenized ingin Dibawa JPMorgan ke DeFi

JPMorgan berharap untuk menemukan cara bagi pengembang DeFi untuk memanfaatkan potensi penghasilan dari aset non-crypto. Tyrone Lobban, Kepala Aset Digital Onyx di JPMorgan di Consensus 2022 di Austin menjelaskan secara rinci rencana DeFi bank institutional-grade dan mencermati berapa banyak nilai aset tokenized yang siap digunakan.

Seiring berjalannya waktu, tekonezing U.S treasurys atau saham dana pasar uang memiliki potensi untuk digunakan sebagai jaminan di kolam DeFi. “Tujuannya adalah untuk membawa triliunan aset dolar ke DeFi, sehingga dapat menggunakan mekanisme yang baru ini untuk berdagang, meminjam dan meminjamkan, tetapi dengan skala aset institusional.” Ujar Lobban. 

JPMorgaan berencana untuk menggabungkan tokenized aset tradisional yang menunjukkan skala yang jauh lebih besar. Aset Digital Onyx menjelaskan bahwa kedua bagian tersebut bisa saling melengkapi untuk membawa bank-grade DeFi mencapai hasil. JPMorgan juga menjelaskan bahwa untuk mencapai hasil tersebut ada salah satu komponen yang harus dilakukan, yaitu penyelesaian agunan berbasis blockchain milik JPMorgan yang diperpanjang bulan lalu untuk memasukkan versi tokenized dari saham dana pasar uang BlackRock, sejenis reksa dana yang diinvestasikan dalam bentuk tunai dan instrumen utang jangka pendek yang sangat likuid. 

Lobban menyampaikan bahwa yang menjadi teka-teki saat ini adalah adanya poyek baru yang dipimpin oleh Otoritas Moneter Singapura, termasuk di dalamnya JPMorgan, DBS Bank, dan Marketnode yang dijuluki “Project Guardian”. Itu menggunakan kumpulan liquiditas yang diizinkan, terdiri dari obligasi dan deposito tokenized untuk menguji DeFi yang ramah kelembagaan.

- Advertisement -

Baca Juga : Tether Meluncurkan USDT di Jaringan Tezos untuk Membuat Produk DeFi Baru

Proyek yang berorientasi ke DeFi ini akan melibatkan blockchain publik yang memiliki struktur izin serupa dalam banyak hal, seperti yang dilakukan Aave Arc dan Fireblock.  Lobban menyampaikan bahwa ada satu perbedaan, yaitu lembaga keuangan besar yang berpartisipasi sedang memverifikasi informasi pelanggan lawan dari plaform DeFi dan perusahaan custody crypto-native. JPMorgan harus membuktikan bahwa Dia memiliki hak dan hak untuk berdagang atas nama Bank Wall Street.  

Lobban menyampaikan bahwa penggunaan kredensial yang dapat diverifikasi akan digunakan sebagai cara untuk mengidentifikasi dan membuktikan identitas yang berbeda, seperti model Aave saat ini. “Kredensial yang dapat diverifikasi tidak dipegang secara on-chain. Ini tidak sama dengan menulis informasi di blockchain, membayar gas fee, dan lainnya.” Tambahnya. JPMorgan masih belum memutuskan platform dan deFi yang akan diajak bekerja sama. Lobban menjelaskan bahwa selama dua tahun terakhir, JPMorgan telah melakukan eksploitasi di blockchain dan aset digital.

Sumber : coindesk.com

JPMorgan berharap untuk menemukan cara bagi pengembang DeFi untuk memanfaatkan potensi penghasilan dari aset non-crypto. Tyrone Lobban, Kepala Aset Digital Onyx di JPMorgan di Consensus 2022 di Austin menjelaskan secara rinci rencana DeFi bank institutional-grade dan mencermati berapa banyak nilai aset tokenized yang siap digunakan.

Seiring berjalannya waktu, tekonezing U.S treasurys atau saham dana pasar uang memiliki potensi untuk digunakan sebagai jaminan di kolam DeFi. “Tujuannya adalah untuk membawa triliunan aset dolar ke DeFi, sehingga dapat menggunakan mekanisme yang baru ini untuk berdagang, meminjam dan meminjamkan, tetapi dengan skala aset institusional.” Ujar Lobban. 

JPMorgaan berencana untuk menggabungkan tokenized aset tradisional yang menunjukkan skala yang jauh lebih besar. Aset Digital Onyx menjelaskan bahwa kedua bagian tersebut bisa saling melengkapi untuk membawa bank-grade DeFi mencapai hasil. JPMorgan juga menjelaskan bahwa untuk mencapai hasil tersebut ada salah satu komponen yang harus dilakukan, yaitu penyelesaian agunan berbasis blockchain milik JPMorgan yang diperpanjang bulan lalu untuk memasukkan versi tokenized dari saham dana pasar uang BlackRock, sejenis reksa dana yang diinvestasikan dalam bentuk tunai dan instrumen utang jangka pendek yang sangat likuid. 

Lobban menyampaikan bahwa yang menjadi teka-teki saat ini adalah adanya poyek baru yang dipimpin oleh Otoritas Moneter Singapura, termasuk di dalamnya JPMorgan, DBS Bank, dan Marketnode yang dijuluki “Project Guardian”. Itu menggunakan kumpulan liquiditas yang diizinkan, terdiri dari obligasi dan deposito tokenized untuk menguji DeFi yang ramah kelembagaan.

Baca Juga : Tether Meluncurkan USDT di Jaringan Tezos untuk Membuat Produk DeFi Baru

Proyek yang berorientasi ke DeFi ini akan melibatkan blockchain publik yang memiliki struktur izin serupa dalam banyak hal, seperti yang dilakukan Aave Arc dan Fireblock.  Lobban menyampaikan bahwa ada satu perbedaan, yaitu lembaga keuangan besar yang berpartisipasi sedang memverifikasi informasi pelanggan lawan dari plaform DeFi dan perusahaan custody crypto-native. JPMorgan harus membuktikan bahwa Dia memiliki hak dan hak untuk berdagang atas nama Bank Wall Street.  

Lobban menyampaikan bahwa penggunaan kredensial yang dapat diverifikasi akan digunakan sebagai cara untuk mengidentifikasi dan membuktikan identitas yang berbeda, seperti model Aave saat ini. “Kredensial yang dapat diverifikasi tidak dipegang secara on-chain. Ini tidak sama dengan menulis informasi di blockchain, membayar gas fee, dan lainnya.” Tambahnya. JPMorgan masih belum memutuskan platform dan deFi yang akan diajak bekerja sama. Lobban menjelaskan bahwa selama dua tahun terakhir, JPMorgan telah melakukan eksploitasi di blockchain dan aset digital.

Sumber : coindesk.com

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here