Museum of Fine Arts (MFA) Boston Menjual NFT dari Karya Seni Impresionis Perancis

Illust - Museum of Fine Arts (MFA) Boston Menjual NFT dari Karya Seni Impresionis Perancis
Sumber Asset: Tourists looking at paintings in art gallery illustration created by katemangostar – www.freepik.com

Museum of Fine Arts (MFA) yang berbasis di Boston telah memutuskan untuk terjun ke sektor NFT (non-fungible token) untuk membantu mengumpulkan dana bagi proyek konservasi besarnya. MFA sendiri adalah museum ensiklopedis terbaru yang mencetak NFT dari karya-karya dalam koleksinya. Museum tersebut berkolaborasi dengan “La Collection” untuk mengubah 23 karya pastel Impresionis Perancis dari Manet, Degas, Monet, Pissarro, dan seniman lainnya serta menjadikannya sebagai token digital. 

Kemudian, penjualan NFT yang berjumlah sekitar 2.000 tersebut akan mereka buka untuk umum pada Hari Bastille, yaitu pada tanggal 14 Juli mendatang. Hasil yang mereka dapatkan dari penjualan tersebut akan membantu membiayai konservasi dua lukisan Degas yang ada dalam koleksi MFA. Dua lukisan tersebut adalah “Edmondo & Therese Morbili” (1865) dan “Degas’s Father Listening to Lorenzo Pagans Playing the Guitar” (1869-72).

Menurut COO MFA, Eric Woods, proyek NFT pertama museum tersebut muncul setelah mereka berdiskusi untuk mencari metode baru yang bisa mereka gunakan untuk melibatkan audiens mereka setelah pandemi. Woods mengungkapkan bahwa saat ini sudah banyak aset virtual dari berbagai karya seni yang bermunculan. Oleh karena itu, mereka pun akhirnya mulai memikirkan format seperti apa yang bisa mereka gunakan untuk dijadikan investasi bagi masa depan museum mereka.

Terlebih lagi, tujuan utama mereka mencari metode baru tersebut adalah untuk menemukan cara inovatif lain yang bisa mereka pakai untuk memamerkan pastel Prancis abad ke-19 museum tersebut yang jarang dipajang karena sudah sangat rapuh. Mereka dapat menunjukkan karya tersebut, namun hanya dalam jangka waktu terbatas, yaitu sekitar setiap sepuluh tahun sekali dan  bahkan lebih jarang lagi.

- Advertisement -

Baca Juga : Queensland Rugby League akan Meluncurkan Koleksi Berisikan 10.000 NFT

Selain itu, kolaborasi museum dengan platform Perancis La Collection tersebut juga akan memiliki komponen fisik. Komponen tersebut akan mereka tampilkan pada 29 Juli di sebuah pameran NFT yang mereka selenggarakan di sebuah galeri di Giverny, kota di Normandia. Sepanjang pertunjukan, layar di galeri akan membiarkan pengunjung memeriksa secara rinci karya-karya seperti Boating Couple” (1881) dari Renoir, “Dancers Resting” (1881-85) dari Degar, dan “Two Men Turning over the Soil” (1866) oleh Jean-François Millet.

Sumber : theartnewspaper.com 

Illust - Museum of Fine Arts (MFA) Boston Menjual NFT dari Karya Seni Impresionis Perancis
Sumber Asset: Tourists looking at paintings in art gallery illustration created by katemangostar – www.freepik.com

Museum of Fine Arts (MFA) yang berbasis di Boston telah memutuskan untuk terjun ke sektor NFT (non-fungible token) untuk membantu mengumpulkan dana bagi proyek konservasi besarnya. MFA sendiri adalah museum ensiklopedis terbaru yang mencetak NFT dari karya-karya dalam koleksinya. Museum tersebut berkolaborasi dengan “La Collection” untuk mengubah 23 karya pastel Impresionis Perancis dari Manet, Degas, Monet, Pissarro, dan seniman lainnya serta menjadikannya sebagai token digital. 

Kemudian, penjualan NFT yang berjumlah sekitar 2.000 tersebut akan mereka buka untuk umum pada Hari Bastille, yaitu pada tanggal 14 Juli mendatang. Hasil yang mereka dapatkan dari penjualan tersebut akan membantu membiayai konservasi dua lukisan Degas yang ada dalam koleksi MFA. Dua lukisan tersebut adalah “Edmondo & Therese Morbili” (1865) dan “Degas’s Father Listening to Lorenzo Pagans Playing the Guitar” (1869-72).

Menurut COO MFA, Eric Woods, proyek NFT pertama museum tersebut muncul setelah mereka berdiskusi untuk mencari metode baru yang bisa mereka gunakan untuk melibatkan audiens mereka setelah pandemi. Woods mengungkapkan bahwa saat ini sudah banyak aset virtual dari berbagai karya seni yang bermunculan. Oleh karena itu, mereka pun akhirnya mulai memikirkan format seperti apa yang bisa mereka gunakan untuk dijadikan investasi bagi masa depan museum mereka.

Terlebih lagi, tujuan utama mereka mencari metode baru tersebut adalah untuk menemukan cara inovatif lain yang bisa mereka pakai untuk memamerkan pastel Prancis abad ke-19 museum tersebut yang jarang dipajang karena sudah sangat rapuh. Mereka dapat menunjukkan karya tersebut, namun hanya dalam jangka waktu terbatas, yaitu sekitar setiap sepuluh tahun sekali dan  bahkan lebih jarang lagi.

Baca Juga : Queensland Rugby League akan Meluncurkan Koleksi Berisikan 10.000 NFT

Selain itu, kolaborasi museum dengan platform Perancis La Collection tersebut juga akan memiliki komponen fisik. Komponen tersebut akan mereka tampilkan pada 29 Juli di sebuah pameran NFT yang mereka selenggarakan di sebuah galeri di Giverny, kota di Normandia. Sepanjang pertunjukan, layar di galeri akan membiarkan pengunjung memeriksa secara rinci karya-karya seperti Boating Couple” (1881) dari Renoir, “Dancers Resting” (1881-85) dari Degar, dan “Two Men Turning over the Soil” (1866) oleh Jean-François Millet.

Sumber : theartnewspaper.com 

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here