TikTok Mulai Berinvestasi ke Metaverse

Illust - TikTok Mulai Berinvestasi ke Metaverse
Sumber Asset: Tiktok banner with watercolor splatter created by myriammira – www.freepik.com

TikTok mulai menggandeng perusahaan sosial virtual. ByteDance Perusahaan induk dari Aplikasi TikTok telah mereangkul perusahaan di sektor virtual yang membuat mereka untuk menempatkan tawarannya pada sektor Metaverse yang muncul nantinya.

Berdasarkan laporan tersebut, investasi milik ByteDance telah menghasilkan merger yang dikenal sebagai ‘Teknologi WaveParticle’. Akuisisi ini akan mengarah pada integrasi 50 orang ke Pico Social Center. 

Sebelumnya, TikTok telah berinvestasi dalam peraangkat keras seperti VR, Game, dan subdivisi metaverse lainnya. Kedepannya, kesepakatan itu mungkin akan meningkatkan rencana perusahaan untuk membangun dunia virtual untuk menawarkan layanan yang berbeda.

Sementara itu, ByteDance telah memutuskan untuk melanjutkan membeli PoliQ yang mengoperasikan platform virtual ‘Vyou’. Platform mereka sangat berguna dalam penggunaan untuk membuat avatar online sendiri. Startup diserap oleh perusahaan headset VR milik ByteDance, Pico.

- Advertisement -

Baca Juga : Qatar Berencana Menggandakan CBDC-nya

Mie Jesi, berdasarkan laporannya, sekarang ini akan memimpin departemen Pico Social Center. Dia ditunjuk sebagai mantan direktur Unit VR Xiaomi. Jiesi adalah orang di balik kerja sama antara Xiaomi dana Oculus milik Facebook pada tahun 2018.

Meta, saat ini sudah memulai untuk berinvestasi di dunia Metaverse. Sementara itu, ByteDance tampaknya juga mengikuti jejak Meta dalam upaya untuk membangun metaverse sendiri. 

Pada awal tahun ini, ByteDance akan meluncurkan aplikasi media sosial yang memungkinkan pengguna untuk terhubung secara virtual dengan menggunakan avatar. Sementara ini, itu adalah respon yang diberikan ByteDance terhadap perkembangan Metaverse. Aplikasi tersebut bernama Paiduidao yang cocok untuk definisi dunia virtual. 

“Sementara itu, jejaring sosial bisa saja menjadi tautan yang sangat penting dalam aplikasi Smart VR.” Kata Jiesi. 

Dia menambahkan bahwa itu juga merupakan tren yang muncul dan penting mengenai pengambangan produk realitas virtual.

Sumber : coingape.com 

Illust - TikTok Mulai Berinvestasi ke Metaverse
Sumber Asset: Tiktok banner with watercolor splatter created by myriammira – www.freepik.com

TikTok mulai menggandeng perusahaan sosial virtual. ByteDance Perusahaan induk dari Aplikasi TikTok telah mereangkul perusahaan di sektor virtual yang membuat mereka untuk menempatkan tawarannya pada sektor Metaverse yang muncul nantinya.

Berdasarkan laporan tersebut, investasi milik ByteDance telah menghasilkan merger yang dikenal sebagai ‘Teknologi WaveParticle’. Akuisisi ini akan mengarah pada integrasi 50 orang ke Pico Social Center. 

Sebelumnya, TikTok telah berinvestasi dalam peraangkat keras seperti VR, Game, dan subdivisi metaverse lainnya. Kedepannya, kesepakatan itu mungkin akan meningkatkan rencana perusahaan untuk membangun dunia virtual untuk menawarkan layanan yang berbeda.

Sementara itu, ByteDance telah memutuskan untuk melanjutkan membeli PoliQ yang mengoperasikan platform virtual ‘Vyou’. Platform mereka sangat berguna dalam penggunaan untuk membuat avatar online sendiri. Startup diserap oleh perusahaan headset VR milik ByteDance, Pico.

Baca Juga : Qatar Berencana Menggandakan CBDC-nya

Mie Jesi, berdasarkan laporannya, sekarang ini akan memimpin departemen Pico Social Center. Dia ditunjuk sebagai mantan direktur Unit VR Xiaomi. Jiesi adalah orang di balik kerja sama antara Xiaomi dana Oculus milik Facebook pada tahun 2018.

Meta, saat ini sudah memulai untuk berinvestasi di dunia Metaverse. Sementara itu, ByteDance tampaknya juga mengikuti jejak Meta dalam upaya untuk membangun metaverse sendiri. 

Pada awal tahun ini, ByteDance akan meluncurkan aplikasi media sosial yang memungkinkan pengguna untuk terhubung secara virtual dengan menggunakan avatar. Sementara ini, itu adalah respon yang diberikan ByteDance terhadap perkembangan Metaverse. Aplikasi tersebut bernama Paiduidao yang cocok untuk definisi dunia virtual. 

“Sementara itu, jejaring sosial bisa saja menjadi tautan yang sangat penting dalam aplikasi Smart VR.” Kata Jiesi. 

Dia menambahkan bahwa itu juga merupakan tren yang muncul dan penting mengenai pengambangan produk realitas virtual.

Sumber : coingape.com 

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here