Bitstamp Menerapkan Kebijakan Pembayaran Tarif untuk Akun yang Tidak Aktif di Platform-nya

Illust - Bitstamp Menerapkan Kebijakan Pembayaran Tarif untuk Akun yang Tidak Aktif di Platform-nya
Sumber Asset: Flat woman with personal financial bill payment calendar created by redgreystock – www.freepik.com

Dalam sebuah unggahan dalam blog yang mereka publikasikan pada tanggal 2 Juli, Bitstamp mengumumkan bahwasanya mereka akan menerapkan kebijakan yang terkait dengan akun yang tidak aktif dalam platform-nya. Menurut pengumuman tersebut, mereka mengambil tindakan ini karena pasar kripto telah membebani nilai perdagangan dan biaya ketidakaktifan yang baru. Dan hal tersebut akan berdampak pada pelanggan yang memiliki akun dengan saldo di bawah $200 selama 12 bulan terakhir.

Mereka menyebutkan bahwasanya biaya ketidakaktifan yang ditetapkan adalah 10 euro. Sementara itu, kebijakan tersebut akan mulai mereka berlakukan pada tanggal 1 Agustus yang akan datang. Oleh karena itu, apabila para trader ingin menghindari biaya tersebut, mereka mau tidak mau harus harus melakukan trading, mendepositkan dana, atau menjalankan stake di platform.

Namun, perusahaan bursa aset kripto tersebut juga mengatakan bahwa biaya tersebut tidak berlaku untuk pengguna di Amerika Serikat. Selain itu, pengguna yang aktif juga tidak akan dikenakan biaya. Dan hal tersebut juga tetap berlaku walaupun mereka memiliki saldo kurang dari $200. 

Bitstamp mengatakan bahwa mayoritas pelanggan Bitstamp tidak akan terpengaruh oleh biaya tersebut. Ia juga menegaskan bahwa mereka sudah tahu bahwa pelanggannya sudah tentu tidak akan menyukai kebijakan baru tersebut, karena mereka juga tidak menyukainya. Tetapi, mereka harus menerapkannya karena mereka juga tetap harus mengeluarkan biaya untuk mempertahankan akun yang tidak aktif di platform-nya. Untuk itulah mereka dengan berat hati memutuskan kebijakan tersebut agar dapat terus memberikan layanan terbaik kepada semua pelanggan di bursa tersebut. 

- Advertisement -

Baca juga : Binance Kembali Membuka Layanan Deposit Mata Uang Lokal dengan Sistem Pembayaran Pix

Di sisi lain, menurut The Block, sebagian besar bursa sebelumnya memang memperoleh pendapatan dengan membebankan biaya pada volume trading-nya. Namun, biaya tersebut telah mengalami penurunan secara tiba-tiba bersamaan dengan turunnya harga kripto sejak awal tahun ini. Di samping itu The Block juga membagikan data yang menunjukkan bahwa volume di seluruh bursa kripto saat ini telah menurun, yang awalnya berjumlah $2,2 triliun pada Mei 2021, menjadi sekitar $622 miliar pada bulan Juni lalu.

Sumber : en.ethereumworldnews.com

Illust - Bitstamp Menerapkan Kebijakan Pembayaran Tarif untuk Akun yang Tidak Aktif di Platform-nya
Sumber Asset: Flat woman with personal financial bill payment calendar created by redgreystock – www.freepik.com

Dalam sebuah unggahan dalam blog yang mereka publikasikan pada tanggal 2 Juli, Bitstamp mengumumkan bahwasanya mereka akan menerapkan kebijakan yang terkait dengan akun yang tidak aktif dalam platform-nya. Menurut pengumuman tersebut, mereka mengambil tindakan ini karena pasar kripto telah membebani nilai perdagangan dan biaya ketidakaktifan yang baru. Dan hal tersebut akan berdampak pada pelanggan yang memiliki akun dengan saldo di bawah $200 selama 12 bulan terakhir.

Mereka menyebutkan bahwasanya biaya ketidakaktifan yang ditetapkan adalah 10 euro. Sementara itu, kebijakan tersebut akan mulai mereka berlakukan pada tanggal 1 Agustus yang akan datang. Oleh karena itu, apabila para trader ingin menghindari biaya tersebut, mereka mau tidak mau harus harus melakukan trading, mendepositkan dana, atau menjalankan stake di platform.

Namun, perusahaan bursa aset kripto tersebut juga mengatakan bahwa biaya tersebut tidak berlaku untuk pengguna di Amerika Serikat. Selain itu, pengguna yang aktif juga tidak akan dikenakan biaya. Dan hal tersebut juga tetap berlaku walaupun mereka memiliki saldo kurang dari $200. 

Bitstamp mengatakan bahwa mayoritas pelanggan Bitstamp tidak akan terpengaruh oleh biaya tersebut. Ia juga menegaskan bahwa mereka sudah tahu bahwa pelanggannya sudah tentu tidak akan menyukai kebijakan baru tersebut, karena mereka juga tidak menyukainya. Tetapi, mereka harus menerapkannya karena mereka juga tetap harus mengeluarkan biaya untuk mempertahankan akun yang tidak aktif di platform-nya. Untuk itulah mereka dengan berat hati memutuskan kebijakan tersebut agar dapat terus memberikan layanan terbaik kepada semua pelanggan di bursa tersebut. 

Baca juga : Binance Kembali Membuka Layanan Deposit Mata Uang Lokal dengan Sistem Pembayaran Pix

Di sisi lain, menurut The Block, sebagian besar bursa sebelumnya memang memperoleh pendapatan dengan membebankan biaya pada volume trading-nya. Namun, biaya tersebut telah mengalami penurunan secara tiba-tiba bersamaan dengan turunnya harga kripto sejak awal tahun ini. Di samping itu The Block juga membagikan data yang menunjukkan bahwa volume di seluruh bursa kripto saat ini telah menurun, yang awalnya berjumlah $2,2 triliun pada Mei 2021, menjadi sekitar $622 miliar pada bulan Juni lalu.

Sumber : en.ethereumworldnews.com

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here