Platform NFT OpenSea Umumkan PHK Besar-Besaran, 20% Karyawannya Kehilangan Pekerjaan

Illust - Platform NFT OpenSea Umumkan PHK Besar-Besaran, 20% Karyawannya Kehilangan Pekerjaan
Sumber Asset: Unemployment concept dismisses employee leaves workplace created by studio4rt – www.freepik.com

Devin Finzer, CEO Platform NFT OpenSea, pada hari Kamis (14/7/22) mengumumkan di Twitter bahwa mereka telah memberhentikan 20% dari karyawannya. Dalam pesan Discord yang kemudian Finzer publikasikan di Twitter, ia menyatakan bahwa dengan berat hati, mereka harus mengambil keputusan yang sangat berat dan sulit untuk mengurangi jumlah anggota timnya.

Kemudian ia mengatakan, “Hari ini kami akan mengucapkan selamat tinggal kepada banyak teman dan anggota tim kami di OpenSea.” Sebelum PHK tersebut mereka lakukan, Platform NFT OpenSea sendiri memiliki sekitar 275 karyawan. Dan setelah mereka melakukan PHK terhadap lebih dari 40 karyawan, jumlah tim mereka tersisa 230 saja.

Di sisi lain, pada bulan Januari, OpenSea mengumumkan valuasi sebesar $13 miliar setelah sukses melakukan putaran pendanaan seri C dengan total $300 juta. Dan pada saat itu, perusahaannya beroperasi dengan 90 karyawan. Namun, setelah dana tersebut  masuk, Finzer mengatakan pada saat itu bahwa ia berencana untuk menggunakan uang tersebut untuk menambahkan jumlah timnya. 

Alhasil, karyawan layanan pelanggan yang awalnya berjumlah 60 bertambah menjadi 120, untuk membantu kualitas respons terhadap permintaan dukungan pelanggan dari penggunanya. Terlepas dari itu, marketplace tersebut sampai sekarang harus berurusan dengan berbagai masalah teknis dan keluhan plagiarisme. Selain itu, ada pula peretasan dan penipuan yang terus-menerus terjadi, sampai-sampai menyebabkan masalah hukum.

- Advertisement -

Baca Juga : Snapchat Melakukan Eksperimen untuk Mengintegrasikan NFT

Sementara itu, beberapa masalah yang dihadapi pengguna platform-nya berasal dari masalah internal. Seperti halnya seorang mantan karyawan OpenSea, Nate Chastain, yang ditangkap pada awal Juni karena dugaan skema insider trading yang baru pertama kali terjadi di marketplace tersebut. 

Di samping itu, keputusan untuk membatasi jumlah NFT yang dapat dibuat oleh kreator juga sempat menyebabkan kekacauan di situsnya. Akhirnya, mereka menarik kembali keputusan tersebut. Kemudian, mereka juga harus mengeluarkan pengguna OpenSea Iran secara tidak resmi  setelah perusahaan tersebut mengatakan bahwa mereka harus mematuhi sanksi AS terhadap Iran.

Tapi, terlepas dari semua itu, Finzer juga mengatakan dalam pengumumannya bahwa ia tetap menghargai pekerjaan semua karyawan yang dipecat. Selain itu, OpenSea juga akan memberikan  pesangon yang sepadan.

Sumber : artnews.com 

Illust - Platform NFT OpenSea Umumkan PHK Besar-Besaran, 20% Karyawannya Kehilangan Pekerjaan
Sumber Asset: Unemployment concept dismisses employee leaves workplace created by studio4rt – www.freepik.com

Devin Finzer, CEO Platform NFT OpenSea, pada hari Kamis (14/7/22) mengumumkan di Twitter bahwa mereka telah memberhentikan 20% dari karyawannya. Dalam pesan Discord yang kemudian Finzer publikasikan di Twitter, ia menyatakan bahwa dengan berat hati, mereka harus mengambil keputusan yang sangat berat dan sulit untuk mengurangi jumlah anggota timnya.

Kemudian ia mengatakan, “Hari ini kami akan mengucapkan selamat tinggal kepada banyak teman dan anggota tim kami di OpenSea.” Sebelum PHK tersebut mereka lakukan, Platform NFT OpenSea sendiri memiliki sekitar 275 karyawan. Dan setelah mereka melakukan PHK terhadap lebih dari 40 karyawan, jumlah tim mereka tersisa 230 saja.

Di sisi lain, pada bulan Januari, OpenSea mengumumkan valuasi sebesar $13 miliar setelah sukses melakukan putaran pendanaan seri C dengan total $300 juta. Dan pada saat itu, perusahaannya beroperasi dengan 90 karyawan. Namun, setelah dana tersebut  masuk, Finzer mengatakan pada saat itu bahwa ia berencana untuk menggunakan uang tersebut untuk menambahkan jumlah timnya. 

Alhasil, karyawan layanan pelanggan yang awalnya berjumlah 60 bertambah menjadi 120, untuk membantu kualitas respons terhadap permintaan dukungan pelanggan dari penggunanya. Terlepas dari itu, marketplace tersebut sampai sekarang harus berurusan dengan berbagai masalah teknis dan keluhan plagiarisme. Selain itu, ada pula peretasan dan penipuan yang terus-menerus terjadi, sampai-sampai menyebabkan masalah hukum.

Baca Juga : Snapchat Melakukan Eksperimen untuk Mengintegrasikan NFT

Sementara itu, beberapa masalah yang dihadapi pengguna platform-nya berasal dari masalah internal. Seperti halnya seorang mantan karyawan OpenSea, Nate Chastain, yang ditangkap pada awal Juni karena dugaan skema insider trading yang baru pertama kali terjadi di marketplace tersebut. 

Di samping itu, keputusan untuk membatasi jumlah NFT yang dapat dibuat oleh kreator juga sempat menyebabkan kekacauan di situsnya. Akhirnya, mereka menarik kembali keputusan tersebut. Kemudian, mereka juga harus mengeluarkan pengguna OpenSea Iran secara tidak resmi  setelah perusahaan tersebut mengatakan bahwa mereka harus mematuhi sanksi AS terhadap Iran.

Tapi, terlepas dari semua itu, Finzer juga mengatakan dalam pengumumannya bahwa ia tetap menghargai pekerjaan semua karyawan yang dipecat. Selain itu, OpenSea juga akan memberikan  pesangon yang sepadan.

Sumber : artnews.com 

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here