ED Membekukan Aset Bursa Kripto WazirX Senilai Lebih dari Rs 100 Crores

Illust -ED Membekukan Aset Bursa Kripto WazirX Senilai Lebih dari Rs 100 Crores
Sumber Asset: Editorial commission concept illustration created by storyset – www.freepik.com

Directorate of Enforcement (ED) telah membekukan aset senilai lebih dari Rs 100 crores dari bursa kripto WazirX yang bermarkas di Mumbai. Sedangkan, direktur Sameer Mhatre juga masih dalam proses pencarian. Sementara itu, Nischal Shetty, direktur WazirX lainnya, dikatakan tengah berada di UEA. 

ED memutuskan pengambilan tindakan tersebut karena kasus aplikasi pinjaman, di mana perusahaan tersebut diduga telah mengalihkan crores rupee dengan membeli kripto dari WazirX, untuk menghindari campur tangan dari ED. Akhirnya, tindakan tersebut membuat ED harus mengeluarkan peringatan ke platform kripto yang berada di bawah Undang-Undang Manajemen Valuta Asing (FEMA) tersebut.

ED mengatakan bahwa ketika tindakan keras mulai mereka ambil saat firma aplikasi pinjaman mereka menggunakan rute kripto untuk mendapatkan uang dari luar negeri. Agensi mengatakan bahwa sebagian besar uang ditransfer ke Hong Kong dalam bentuk aset kripto yang dibeli melalui WazirX. Kemudian, ED pun mengatakan “Kami telah menemukan bukti mengenai transfer uang ke aset kripto. Kami telah membekukan lebih dari Rs 100 crore aset kripto WazirX.”

Dan menurut Menteri Keuangan Negara, Pankaj Chaudhary, ED sedang menyelidiki dua kasus yang berkaitan dengan mata uang kripto WazirX. Hal ini mereka lakukan dengan berdasarkan ketentuan yang sudah diregulasikan oleh FEMA.

- Advertisement -

Baca Juga : Bitget Memperbarui Sponsor Dengan PGL Untuk DOTA 2 Major Arlington 2022

Kemudian, ia juga menjelaskan bahwa dalam salah satu kasus yang ED selidiki, penyelidikan yang dilakukan mereka sejauh ini telah mengungkapkan bahwa satu platform bursa kripto India, Wazirx, yang dioperasikan oleh Zanmai Labs Private Limited di India menggunakan infrastruktur Binance yang berbasis di Pulau Cayman. Selanjutnya, telah ditemukan bahwa semua transaksi kripto antara dua bursa ini bahkan tidak dicatat di blockchain dan harus diselidiki lebih lanjut.

Namun, WazirX mengungkapkan bahwa mereka belum menerima pemberitahuan tentang penyelidikan dengan dugaan pencucian uang tersebut dari ED.

WazirX mengatakan, “Menurut menteri, Show Cause Notice (SCN) telah dikeluarkan berdasarkan ketentuan FEMA terhadap WazirX karena mengizinkan pengiriman uang keluar dengan aset kripto senilai Rs 2.790 crore ke dompet yang tidak dikenal.”

Sumber : news.abplive.com 

Illust -ED Membekukan Aset Bursa Kripto WazirX Senilai Lebih dari Rs 100 Crores
Sumber Asset: Editorial commission concept illustration created by storyset – www.freepik.com

Directorate of Enforcement (ED) telah membekukan aset senilai lebih dari Rs 100 crores dari bursa kripto WazirX yang bermarkas di Mumbai. Sedangkan, direktur Sameer Mhatre juga masih dalam proses pencarian. Sementara itu, Nischal Shetty, direktur WazirX lainnya, dikatakan tengah berada di UEA. 

ED memutuskan pengambilan tindakan tersebut karena kasus aplikasi pinjaman, di mana perusahaan tersebut diduga telah mengalihkan crores rupee dengan membeli kripto dari WazirX, untuk menghindari campur tangan dari ED. Akhirnya, tindakan tersebut membuat ED harus mengeluarkan peringatan ke platform kripto yang berada di bawah Undang-Undang Manajemen Valuta Asing (FEMA) tersebut.

ED mengatakan bahwa ketika tindakan keras mulai mereka ambil saat firma aplikasi pinjaman mereka menggunakan rute kripto untuk mendapatkan uang dari luar negeri. Agensi mengatakan bahwa sebagian besar uang ditransfer ke Hong Kong dalam bentuk aset kripto yang dibeli melalui WazirX. Kemudian, ED pun mengatakan “Kami telah menemukan bukti mengenai transfer uang ke aset kripto. Kami telah membekukan lebih dari Rs 100 crore aset kripto WazirX.”

Dan menurut Menteri Keuangan Negara, Pankaj Chaudhary, ED sedang menyelidiki dua kasus yang berkaitan dengan mata uang kripto WazirX. Hal ini mereka lakukan dengan berdasarkan ketentuan yang sudah diregulasikan oleh FEMA.

Baca Juga : Bitget Memperbarui Sponsor Dengan PGL Untuk DOTA 2 Major Arlington 2022

Kemudian, ia juga menjelaskan bahwa dalam salah satu kasus yang ED selidiki, penyelidikan yang dilakukan mereka sejauh ini telah mengungkapkan bahwa satu platform bursa kripto India, Wazirx, yang dioperasikan oleh Zanmai Labs Private Limited di India menggunakan infrastruktur Binance yang berbasis di Pulau Cayman. Selanjutnya, telah ditemukan bahwa semua transaksi kripto antara dua bursa ini bahkan tidak dicatat di blockchain dan harus diselidiki lebih lanjut.

Namun, WazirX mengungkapkan bahwa mereka belum menerima pemberitahuan tentang penyelidikan dengan dugaan pencucian uang tersebut dari ED.

WazirX mengatakan, “Menurut menteri, Show Cause Notice (SCN) telah dikeluarkan berdasarkan ketentuan FEMA terhadap WazirX karena mengizinkan pengiriman uang keluar dengan aset kripto senilai Rs 2.790 crore ke dompet yang tidak dikenal.”

Sumber : news.abplive.com 

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here