7 Perbedaan Saham dan Cryptocurrency yang Harus Anda Tahu

Saham dan cryptocurrency adalah dua jenis aset yang sangat populer dan sering dibanding-bandingkan. Pertanyaan mana yang terbaik antara keduanya bukanlah hal baru lagi.

Mempelajari aset yang akan Anda pilih untuk berinvestasi tentu sangat penting. Karena hal itu akan memberikan Anda pandangan tentang peluang dan tantangan yang akan Anda hadapi.

Jika Anda tertarik untuk berinvestasi di pasar saham atau kripto, maka sangat penting untuk mengetahui perbedaan dasar kedua jenis aset ini. Berikut adalah 7 perbedaan saham dan cryptocurrency.

1. Pasar Saham dan Cryptocurrency

- Advertisement -

Baca juga: Dapatkan Passive Income dengan Yield Farming, Cara Menghasilkan Kripto dengan Mudah

Poin pertama yang sangat penting untuk Anda ketahui adalah perbedaan pasar saham dan kripto. Sebagai investor atau trader, pasar atau bursa adalah tempat Anda melakukan segala jenis transaksi.

Bursa saham telah diperdagangkan jauh lebih lama dibanding bursa kripto. Peraturan dan undang-undang pemerintah mengatur kegiatan trader saham. Pemerintah menetapkan regulasi yang jelas terkait saham sebagai aset investasi. Perusahaan juga harus memberikan transparansi kepada pemegang saham dengan mempublikasikan aktivitas pasar termasuk pembaruan keuangan triwulanan dan risalah rapat umum.

Bursa saham memiliki volume dan keragaman perdagangan yang tinggi. Kematangan pasar saham telah memberikan banyak kesempatan bagi beberapa trader untuk mendominasi lingkaran perdagangan. Hal ini dapat merugikan investor yang lebih kecil karena pasar saham memberi penghargaan kepada investor yang lebih besar dengan biaya atau komisi perdagangan yang lebih rendah.

Di sisi lain, bursa kripto masih muda dan dalam perkembangan yang berkelanjutan. Meskipun ada langkah-langkah untuk meningkatkan regulasi bursa untuk meningkatkan kepercayaan investor, namun mayoritas aktivitas trader kripto saat ini berada di luar ranah regulasi dan politik. Mengingat sejarahnya yang singkat, volume dan keragaman cryptocurrency yang diperdagangkan juga jauh lebih sedikit dibandingkan dengan bursa saham.

2. Jam Perdagangan

Masih terkait pasar, jam perdagangan antara bursa saham dan kripto juga berbeda. Pasar saham hanya buka selama jam kerja di setiap negara. Sedangkan pasar kripto tersedia selama 24/7. Anda bisa melakukan trading kapanpun Anda mau.

3. Kepemilikan Aset

Saham adalah surat berharga yang mewakili ekuitas dalam sebuah perusahaan. Ketika Anda membeli saham di suatu perusahaan melalui bursa efek, Anda menjadi pemilik bagian dari perusahaan itu sendiri. Seberapa baik kinerja perusahaan juga menentukan nilai saham Anda.

Sementara cryptocurrency, baik itu koin atau token, tidak selalu mewakili kepemilikan sebagian dari perusahaan yang mengeluarkannya. Kripto merupakan mata uang digital, sehingga nilainya subjektif.  Selain itu, kripto jauh lebih mudah dimiliki daripada saham.

4. Penerbitan Aset

Tunduk pada undang-undang dan peraturan perusahaan, perusahaan publik dapat menerbitkan saham kapanpun dengan bebas untuk mengumpulkan uang. Sebaliknya, sebagian besar cryptocurrency memiliki jumlah koin atau token yang dibatasi. Hal ini dilakukan untuk menjaga nilai kripto yang layak dan terbatas agar meningkat seiring meningkatnya permintaan.

5. Volatilitas

Illust - Violitas
Sumber Asset: Hand drawn cryptocurrency concept with phone created by freepik – www.freepik.com

Volatilitas sering dianggap sebagai faktor yang harus diwaspadai secara ekstrim. Pada kenyataannya, volatilitas pasar dapat dipertimbangkan baik secara positif maupun negatif.

Volatilitas rendah berarti pasar yang lebih stabil. Namun, ini juga berarti Anda harus menunggu lebih lama untuk meraup keuntungan investasi. Hal ini sering terjadi di bursa saham.

Volume perdagangan yang besar meningkatkan stabilitas pasar saham dan membuatnya kurang rentan terhadap pergerakan whale. Karena hubungannya dengan pemerintah dan perusahaan di seluruh dunia, bursa saham juga sering dipengaruhi oleh peristiwa geopolitik.

Sebagai perbandingan, bursa kripto mengalami volatilitas yang lebih besar. Pasar kripto masih sangat baru, sehingga pasang surutnya masih sangat terasa. Pasar cryptocurrency sangat rentan terhadap pergerakan whale.

Whale adalah seseorang yang memiliki sejumlah besar kripto sehingga aktivitasnya dapat mempengaruhi pergerakan harga.  Misalnya berita Elon Musk yang menginvestasikan $1,5 miliar dalam Bitcoin pada Januari 2021 mendongkrak harga bitcoin melonjak 17% ke rekor tertinggi baru.

Namun, karena cryptocurrency terpisah dari pemerintah dan institusi global lainnya, sebagian besar kripto terisolasi dari pengaruh politik.

6. Biaya dan Regulasi

Illust - Biaya dan Regulasi
Sumber Asset: Intellectual property concept created by pikisuperstar – www.freepik.com

Ini adalah titik perbedaan yang jelas antara bursa saham dan cryptocurrency. Bursa saham telah berkembang menjadi pasar yang sangat diatur. Ada sejumlah peraturan yang melindungi trader dan investor untuk membantu menjaga keadilan di pasar. Biaya terkait bursa saham juga relatif tinggi. Pialang membebankan biaya atau komisi, dan bank akan menagih Anda untuk melakukan pembayaran dan keuntungan modal dikenai pajak.

Perdagangan di bursa cryptocurrency menimbulkan biaya yang relatif lebih sedikit. Biaya yang terkait dengan bertransaksi di blockchain sangat kecil, hanya terdiri dari biaya mining. Bursa kripto mengenakan biaya lebih rendah untuk jual dan beli cryptocurrency, daripada broker bursa saham.

Hingga saat ini, bursa kripto masih relatif bebas dari regulasi. Namun, ada sejumlah peraturan berbeda di setiap negara yang mengatur kripto sebagai komoditi, salah satunya di Indonesia. Selain itu, kripto juga sudah dikenakan pajak di Indonesia dan beberapa negara lainnya.

7. Diversifikasi

Sebagian besar investor peduli dengan diversifikasi portofolio. Cryptocurrency biasanya dianggap sebagai aset yang tidak berkorelasi, artinya kripto tidak bereaksi terhadap peristiwa pasar dengan cara yang sama seperti obligasi dan saham. Kripto juga bisa menjadi lindung nilai terhadap inflasi.

Saham biasanya bekerja sama dengan ekonomi yang lebih besar, dan mereka lebih dipengaruhi oleh inflasi dan faktor lainnya.

Setelah mengetahui 7 perbedaan saham dan cryptocurrency di atas, Anda tentu menyadari kedua jenis aset tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Lalu, mana yang terbaik antara saham dan cryptocurrency?

Tidak ada jawaban pasti, karena hal itu sangat relatif. Setiap investor atau trader memiliki target dan kepribadian yang berbeda. Jika Anda ingin mendapat profit dengan cepat, maka volatilitas pasar kripto sangat menarik untuk Anda, dan sebaliknya.

Jadi, tentukan target investasi Anda terlebih dahulu sebelum menentukan Anda ingin berinvestasi saham atau cryptocurrency.

Saham dan cryptocurrency adalah dua jenis aset yang sangat populer dan sering dibanding-bandingkan. Pertanyaan mana yang terbaik antara keduanya bukanlah hal baru lagi.

Mempelajari aset yang akan Anda pilih untuk berinvestasi tentu sangat penting. Karena hal itu akan memberikan Anda pandangan tentang peluang dan tantangan yang akan Anda hadapi.

Jika Anda tertarik untuk berinvestasi di pasar saham atau kripto, maka sangat penting untuk mengetahui perbedaan dasar kedua jenis aset ini. Berikut adalah 7 perbedaan saham dan cryptocurrency.

1. Pasar Saham dan Cryptocurrency

Baca juga: Dapatkan Passive Income dengan Yield Farming, Cara Menghasilkan Kripto dengan Mudah

Poin pertama yang sangat penting untuk Anda ketahui adalah perbedaan pasar saham dan kripto. Sebagai investor atau trader, pasar atau bursa adalah tempat Anda melakukan segala jenis transaksi.

Bursa saham telah diperdagangkan jauh lebih lama dibanding bursa kripto. Peraturan dan undang-undang pemerintah mengatur kegiatan trader saham. Pemerintah menetapkan regulasi yang jelas terkait saham sebagai aset investasi. Perusahaan juga harus memberikan transparansi kepada pemegang saham dengan mempublikasikan aktivitas pasar termasuk pembaruan keuangan triwulanan dan risalah rapat umum.

Bursa saham memiliki volume dan keragaman perdagangan yang tinggi. Kematangan pasar saham telah memberikan banyak kesempatan bagi beberapa trader untuk mendominasi lingkaran perdagangan. Hal ini dapat merugikan investor yang lebih kecil karena pasar saham memberi penghargaan kepada investor yang lebih besar dengan biaya atau komisi perdagangan yang lebih rendah.

Di sisi lain, bursa kripto masih muda dan dalam perkembangan yang berkelanjutan. Meskipun ada langkah-langkah untuk meningkatkan regulasi bursa untuk meningkatkan kepercayaan investor, namun mayoritas aktivitas trader kripto saat ini berada di luar ranah regulasi dan politik. Mengingat sejarahnya yang singkat, volume dan keragaman cryptocurrency yang diperdagangkan juga jauh lebih sedikit dibandingkan dengan bursa saham.

2. Jam Perdagangan

Masih terkait pasar, jam perdagangan antara bursa saham dan kripto juga berbeda. Pasar saham hanya buka selama jam kerja di setiap negara. Sedangkan pasar kripto tersedia selama 24/7. Anda bisa melakukan trading kapanpun Anda mau.

3. Kepemilikan Aset

Saham adalah surat berharga yang mewakili ekuitas dalam sebuah perusahaan. Ketika Anda membeli saham di suatu perusahaan melalui bursa efek, Anda menjadi pemilik bagian dari perusahaan itu sendiri. Seberapa baik kinerja perusahaan juga menentukan nilai saham Anda.

Sementara cryptocurrency, baik itu koin atau token, tidak selalu mewakili kepemilikan sebagian dari perusahaan yang mengeluarkannya. Kripto merupakan mata uang digital, sehingga nilainya subjektif.  Selain itu, kripto jauh lebih mudah dimiliki daripada saham.

4. Penerbitan Aset

Tunduk pada undang-undang dan peraturan perusahaan, perusahaan publik dapat menerbitkan saham kapanpun dengan bebas untuk mengumpulkan uang. Sebaliknya, sebagian besar cryptocurrency memiliki jumlah koin atau token yang dibatasi. Hal ini dilakukan untuk menjaga nilai kripto yang layak dan terbatas agar meningkat seiring meningkatnya permintaan.

5. Volatilitas

Illust - Violitas
Sumber Asset: Hand drawn cryptocurrency concept with phone created by freepik – www.freepik.com

Volatilitas sering dianggap sebagai faktor yang harus diwaspadai secara ekstrim. Pada kenyataannya, volatilitas pasar dapat dipertimbangkan baik secara positif maupun negatif.

Volatilitas rendah berarti pasar yang lebih stabil. Namun, ini juga berarti Anda harus menunggu lebih lama untuk meraup keuntungan investasi. Hal ini sering terjadi di bursa saham.

Volume perdagangan yang besar meningkatkan stabilitas pasar saham dan membuatnya kurang rentan terhadap pergerakan whale. Karena hubungannya dengan pemerintah dan perusahaan di seluruh dunia, bursa saham juga sering dipengaruhi oleh peristiwa geopolitik.

Sebagai perbandingan, bursa kripto mengalami volatilitas yang lebih besar. Pasar kripto masih sangat baru, sehingga pasang surutnya masih sangat terasa. Pasar cryptocurrency sangat rentan terhadap pergerakan whale.

Whale adalah seseorang yang memiliki sejumlah besar kripto sehingga aktivitasnya dapat mempengaruhi pergerakan harga.  Misalnya berita Elon Musk yang menginvestasikan $1,5 miliar dalam Bitcoin pada Januari 2021 mendongkrak harga bitcoin melonjak 17% ke rekor tertinggi baru.

Namun, karena cryptocurrency terpisah dari pemerintah dan institusi global lainnya, sebagian besar kripto terisolasi dari pengaruh politik.

6. Biaya dan Regulasi

Illust - Biaya dan Regulasi
Sumber Asset: Intellectual property concept created by pikisuperstar – www.freepik.com

Ini adalah titik perbedaan yang jelas antara bursa saham dan cryptocurrency. Bursa saham telah berkembang menjadi pasar yang sangat diatur. Ada sejumlah peraturan yang melindungi trader dan investor untuk membantu menjaga keadilan di pasar. Biaya terkait bursa saham juga relatif tinggi. Pialang membebankan biaya atau komisi, dan bank akan menagih Anda untuk melakukan pembayaran dan keuntungan modal dikenai pajak.

Perdagangan di bursa cryptocurrency menimbulkan biaya yang relatif lebih sedikit. Biaya yang terkait dengan bertransaksi di blockchain sangat kecil, hanya terdiri dari biaya mining. Bursa kripto mengenakan biaya lebih rendah untuk jual dan beli cryptocurrency, daripada broker bursa saham.

Hingga saat ini, bursa kripto masih relatif bebas dari regulasi. Namun, ada sejumlah peraturan berbeda di setiap negara yang mengatur kripto sebagai komoditi, salah satunya di Indonesia. Selain itu, kripto juga sudah dikenakan pajak di Indonesia dan beberapa negara lainnya.

7. Diversifikasi

Sebagian besar investor peduli dengan diversifikasi portofolio. Cryptocurrency biasanya dianggap sebagai aset yang tidak berkorelasi, artinya kripto tidak bereaksi terhadap peristiwa pasar dengan cara yang sama seperti obligasi dan saham. Kripto juga bisa menjadi lindung nilai terhadap inflasi.

Saham biasanya bekerja sama dengan ekonomi yang lebih besar, dan mereka lebih dipengaruhi oleh inflasi dan faktor lainnya.

Setelah mengetahui 7 perbedaan saham dan cryptocurrency di atas, Anda tentu menyadari kedua jenis aset tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Lalu, mana yang terbaik antara saham dan cryptocurrency?

Tidak ada jawaban pasti, karena hal itu sangat relatif. Setiap investor atau trader memiliki target dan kepribadian yang berbeda. Jika Anda ingin mendapat profit dengan cepat, maka volatilitas pasar kripto sangat menarik untuk Anda, dan sebaliknya.

Jadi, tentukan target investasi Anda terlebih dahulu sebelum menentukan Anda ingin berinvestasi saham atau cryptocurrency.

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here