Alasan Investor Bitcoin Harus Waspada terhadap Kesenjangan CME

Mengapa investor harus waspada terhadap kesenjangan CME ? Para investor Bitcoin (BTC) mengalami hari yang baik di pasar. Aset digital ini menembus melewati resistensi $64.000 untuk pertama kalinya sejak 21 Oktober. Sementara level tersebut sebelumnya sempat diuji pada 2 November karena tidak ada pasar yang ditutup di atas kisaran tersebut.

Bitcoin berkonsolidasi mendekati $66.000 pada saat publikasi, meskipun penembusan terjadi sebelum awal minggu depan. Hal tersebut sekarang telah menghasilkan putaran koreksi spekulatif lainnya.

Baca juga Apakah Momen Altseason atau Rekor All Time High Bitcoin yang akan Hadir Berikutnya?

Kesenjangan CME tercipta saat harga Bitcoin dibuka di atas atau di bawah penutupan hari sebelumnya di bursa CME. CME tetap tutup selama akhir pekan. Itulah alasan utama terciptanya kesenjangan tersebut.

- Advertisement -

Bitcoin di bursa spot lainnya diperdagangkan sepanjang hari selama 24/7. Akan tetapi, karena keterlibatan institusional dalam CME, kesenjangan ini sering diisi dengan logika bahwa pada akhirnya harga spot Bitcoin akan kembali ke harga penutupan CME.

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh TradingView, ketika Bitcoin mengalami lonjakan, kesenjangan itu berada pada titik antara $61.605 dan $62.905 selama 12 jam terakhir. Kesenjangannya cukup jelas karena harga spot dibuka pada valuasi yang jauh lebih tinggi dan pasar CME ditutup di bawah hari sebelumnya.

Saat ini, Bitcoin berada tepat di bawah resistensi terakhir $66.800, di luar itu mungkin akan mencatat rekor all-time-high. Karena munculnya kesenjangan CME, hadir kemungkinan bahwa kesenjangan ini akan dijembatani di masa depan, baik sebelum atau setelah ATH baru tercapai.

Seperti setiap kondisi pasar, setelah CME juga tidak memiliki akurasi 100%. Sebuah studi dari tahun 2019 menunjukkan bahwa 77% dari kesenjangan CME yang dibuat biasanya terisi. Namun, apabila data tersebut dicermati, kesenjangan CME juga tercipta selama tren reversal pada Juli 2021. Kesenjangan antara harga $34.475 dan $32.650 tetap tidak terisi hingga hari ini, tetapi beberapa kesenjangan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk kemudian terisi.

Akan tetapi, hal itu tidak menunjukkan bahwa kesenjangan pada bulan Agustus akan diisi dalam waktu dekat. Namun, kesenjangan Agustus tidak mungkin diisi dalam waktu dekat. Ini hanyalah representasi dari kesenjangan CME yang ada dalam industri cryptocurrency.

Sumber:

https://ambcrypto.com/why-bitcoin-investors-should-be-wary-of-the-cme-gap/

Mengapa investor harus waspada terhadap kesenjangan CME ? Para investor Bitcoin (BTC) mengalami hari yang baik di pasar. Aset digital ini menembus melewati resistensi $64.000 untuk pertama kalinya sejak 21 Oktober. Sementara level tersebut sebelumnya sempat diuji pada 2 November karena tidak ada pasar yang ditutup di atas kisaran tersebut.

Bitcoin berkonsolidasi mendekati $66.000 pada saat publikasi, meskipun penembusan terjadi sebelum awal minggu depan. Hal tersebut sekarang telah menghasilkan putaran koreksi spekulatif lainnya.

Baca juga Apakah Momen Altseason atau Rekor All Time High Bitcoin yang akan Hadir Berikutnya?

Kesenjangan CME tercipta saat harga Bitcoin dibuka di atas atau di bawah penutupan hari sebelumnya di bursa CME. CME tetap tutup selama akhir pekan. Itulah alasan utama terciptanya kesenjangan tersebut.

Bitcoin di bursa spot lainnya diperdagangkan sepanjang hari selama 24/7. Akan tetapi, karena keterlibatan institusional dalam CME, kesenjangan ini sering diisi dengan logika bahwa pada akhirnya harga spot Bitcoin akan kembali ke harga penutupan CME.

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh TradingView, ketika Bitcoin mengalami lonjakan, kesenjangan itu berada pada titik antara $61.605 dan $62.905 selama 12 jam terakhir. Kesenjangannya cukup jelas karena harga spot dibuka pada valuasi yang jauh lebih tinggi dan pasar CME ditutup di bawah hari sebelumnya.

Saat ini, Bitcoin berada tepat di bawah resistensi terakhir $66.800, di luar itu mungkin akan mencatat rekor all-time-high. Karena munculnya kesenjangan CME, hadir kemungkinan bahwa kesenjangan ini akan dijembatani di masa depan, baik sebelum atau setelah ATH baru tercapai.

Seperti setiap kondisi pasar, setelah CME juga tidak memiliki akurasi 100%. Sebuah studi dari tahun 2019 menunjukkan bahwa 77% dari kesenjangan CME yang dibuat biasanya terisi. Namun, apabila data tersebut dicermati, kesenjangan CME juga tercipta selama tren reversal pada Juli 2021. Kesenjangan antara harga $34.475 dan $32.650 tetap tidak terisi hingga hari ini, tetapi beberapa kesenjangan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk kemudian terisi.

Akan tetapi, hal itu tidak menunjukkan bahwa kesenjangan pada bulan Agustus akan diisi dalam waktu dekat. Namun, kesenjangan Agustus tidak mungkin diisi dalam waktu dekat. Ini hanyalah representasi dari kesenjangan CME yang ada dalam industri cryptocurrency.

Sumber:

https://ambcrypto.com/why-bitcoin-investors-should-be-wary-of-the-cme-gap/

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here