Alasan Kripto Rusia dan Ukraina Banyak Dikirim ke Luar Negeri

Menurut sebuah laporan yang baru disampaikan oleh Geografi Cryptocurrency, sebagian besar dari seluruh transaksi kripto Rusia dan Ukraina akan dikirim ke platform luar negeri. Berkaitan dengan hal tersebut, token berakhir di Eropa Barat, Asia Timur, Amerika Utara. Laporan ini diterbitkan oleh perusahaan analisis blockchain yang berbasis di New York, Chainalysis.

Baca juga Cryptocurrency: Bagaimana Seharusnya Ditangani secara Berbeda dari Aset Lain dalam Investasi Anda?

Berdarkan sebuah data dalam laporan tersebut, tercatat selama periode Juli 2020 hingga Juni 2021 ada sekitar 86% dari seluruh cryptocurrency yang dikirim dari Rusia dan 87% cryptocurrency dikirim dari Ukraina berakhir di alamt tujuan luar negeri.

Selama ini, hanya investor kripto berbasis di Turki yang mengirim lebih banyak kripto ke alamat luar negeri dengan angka mencapai 92% dari transfer kripto mereka telah  dilakukan ke alamat non-Turki.

- Advertisement -

Diketahui pada bulan Mei 2021, bahwa kripto senilai hampir $8 ditransfer dari Eropa Timur ke negara-negara Eropa Barat. Dari nilai tersebut, lebih dari setengah jumlahnya berakhir di Amerika Utara, Asia Timur, serta Kawasan Asia Tengah dan Selatan.

Chainalysis memaparkan bahwa “baik Rusia maupun Ukraina, keduanya tampak mengirimkan mata uang kripto yang jauh lebih besar daripada rata-rata ke negara lain”. Hal tersebut juga mengisyaratkan bahwa negara-negara tersebut kemungkinan besar telah mengalami ‘penerbangan modal’ yang bertenaga kripto pada tahun ini.

Chainalysis juga memaparkan bahwa “tidak mungkin untuk mengatakan dengan pasti berapa banyak pelarian modal berbasis cryptocurrency yang terjadi di negara mana pun, tetapi data menunjukkan itu mungkin pada umumnya terjadi di Eropa Timur, Rusia dan Ukraina secara khusus”.

Terkait dengan hal tersebut, para analisis mengklaim bahwa adanya ketidakpercayaan terhadap institusi telah terbukti dan mungkin hal ini menjelaskan mengapa orang Rusia dan Ukraina sangat ingin memastikan kripto mereka berada di tempat lain. Hal tersebut merujuk pada Edelman Trust Barometer yang baru.

Sebagai penutup, ditemukan pula bahwa kepercayaan pada perusahaan, bank, pemerintah, dan sejenisnya sangat rendah dari semua negara yang dilakukan survei. Lebih jauh, penghindaran pajak juga dapat menjadi alasan karena kedua negara mempersulit warganya untuk mengirim uang dalam jumlah besar ke luar negeri.

Sumber:

https://cryptonews.com/news/most-russian-ukrainian-crypto-is-sent-abroad.htm

Menurut sebuah laporan yang baru disampaikan oleh Geografi Cryptocurrency, sebagian besar dari seluruh transaksi kripto Rusia dan Ukraina akan dikirim ke platform luar negeri. Berkaitan dengan hal tersebut, token berakhir di Eropa Barat, Asia Timur, Amerika Utara. Laporan ini diterbitkan oleh perusahaan analisis blockchain yang berbasis di New York, Chainalysis.

Baca juga Cryptocurrency: Bagaimana Seharusnya Ditangani secara Berbeda dari Aset Lain dalam Investasi Anda?

Berdarkan sebuah data dalam laporan tersebut, tercatat selama periode Juli 2020 hingga Juni 2021 ada sekitar 86% dari seluruh cryptocurrency yang dikirim dari Rusia dan 87% cryptocurrency dikirim dari Ukraina berakhir di alamt tujuan luar negeri.

Selama ini, hanya investor kripto berbasis di Turki yang mengirim lebih banyak kripto ke alamat luar negeri dengan angka mencapai 92% dari transfer kripto mereka telah  dilakukan ke alamat non-Turki.

Diketahui pada bulan Mei 2021, bahwa kripto senilai hampir $8 ditransfer dari Eropa Timur ke negara-negara Eropa Barat. Dari nilai tersebut, lebih dari setengah jumlahnya berakhir di Amerika Utara, Asia Timur, serta Kawasan Asia Tengah dan Selatan.

Chainalysis memaparkan bahwa “baik Rusia maupun Ukraina, keduanya tampak mengirimkan mata uang kripto yang jauh lebih besar daripada rata-rata ke negara lain”. Hal tersebut juga mengisyaratkan bahwa negara-negara tersebut kemungkinan besar telah mengalami ‘penerbangan modal’ yang bertenaga kripto pada tahun ini.

Chainalysis juga memaparkan bahwa “tidak mungkin untuk mengatakan dengan pasti berapa banyak pelarian modal berbasis cryptocurrency yang terjadi di negara mana pun, tetapi data menunjukkan itu mungkin pada umumnya terjadi di Eropa Timur, Rusia dan Ukraina secara khusus”.

Terkait dengan hal tersebut, para analisis mengklaim bahwa adanya ketidakpercayaan terhadap institusi telah terbukti dan mungkin hal ini menjelaskan mengapa orang Rusia dan Ukraina sangat ingin memastikan kripto mereka berada di tempat lain. Hal tersebut merujuk pada Edelman Trust Barometer yang baru.

Sebagai penutup, ditemukan pula bahwa kepercayaan pada perusahaan, bank, pemerintah, dan sejenisnya sangat rendah dari semua negara yang dilakukan survei. Lebih jauh, penghindaran pajak juga dapat menjadi alasan karena kedua negara mempersulit warganya untuk mengirim uang dalam jumlah besar ke luar negeri.

Sumber:

https://cryptonews.com/news/most-russian-ukrainian-crypto-is-sent-abroad.htm

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here