Analisis Teknikal: Metode untuk Mengetahui Sinyal Pergerakan Harga Sebuah Aset Kripto

Trading cryptocurrency ataupun jenis aset lainnya, tidak akan terlepas dari metode analisis teknikal. Metode ini sangat esensial bagi para trader, terutama trader kripto dan valas yang beraktivitas di pasar yang fluktuatif.

Anda tentu sudah tidak asing dengan grafik candlestick, Moving Average, atau RSI. Ya, itu semua adalah bagian dari analisis teknikal kripto yang akan kami jelaskan lebih rinci di poin-poin berikut ini.

1. Apa Itu Analisis Teknikal?

Analisis teknikal adalah studi tentang tren statistik yang dikumpulkan dari harga historis dan data volume untuk mengidentifikasi peluang perdagangan. Analisis teknikal mengamati pola pergerakan harga, sinyal perdagangan, dan alat analisis lainnya untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan sebuah proyek kripto.

Tidak seperti analisis fundamental, analisis teknikal hanya melihat pergerakan harga. Tetapi untuk memahami pergerakan harga menggunakan tersebut, Anda harus melihat faktor-faktor lain seperti permintaan kripto di masa lalu dan saat ini, regulator global, dan tren terkini dalam komunitas kripto. Secara teori, tren harga teknikal memberikan para trader petunjuk atau sinyal tentang sentimen pasar.

2. Manfaat Analisis Teknikal

- Advertisement -

Saat menganalisis grafik, Anda lebih mementingkan psikologi pasar daripada menilai unsur intrinsik sebuah proyek kripto, dan ini adalah salah satu manfaat analisis teknikal. Untuk membaca grafik dengan benar, Anda tidak perlu memiliki pengetahuan khusus tentang ekonomi, keuangan, atau akuntansi. Jenis analisis ini mengabaikan data fundamental dan memusatkan perhatian Anda pada fluktuasi harga koin atau token kripto serta volume perdagangan.

Manfaat lain dari menafsirkan grafik adalah bahwa praktik ini memungkinkan Anda untuk mengidentifikasi sinyal beli dan jual untuk meningkatkan waktu saat Anda mengambil posisi. Analisis teknikal bisa lebih efektif daripada analisis fundamental dalam menentukan waktu terbaik untuk membeli atau menjual suatu aset.

Baca juga Pentingnya Analisis Fundamental untuk Mendeteksi Proyek Kripto Undervalued

Misalnya, dengan menggunakan rasio keuangan yang berbeda, analisis fundamental dapat membantu Anda menentukan apakah sebuah proyek kripto dinilai undervalued atau overvalued oleh pasar. Di sisi lain, membaca data akuntansi ini tidak memungkinkan Anda untuk mengantisipasi kemana arah harga koin atau token kripto tersebut dalam jangka pendek. Dan di bagian inilah analisis teknikal mengambil peran.

3. Dasar-Dasar Analisis Teknikal

Illust : Dasar-Dasar Analisis Teknikal

Sebelum memulai melakukan analisis teknikal, Anda harus mengenal terlebih dahulu dasar-dasar analisis teknikal yang tentunya sudah familiar di telinga Anda. Berikut adalah dasar-dasar analisis teknikal.

  • Grafik Candlestik

Analisis teknikal tidak dapat dilakukan tanpa adanya sebuah chart atau grafik, dan candlestick adalah yang terpopuler. Trader sering kali lebih menyukai grafik candlestick karena tingkat detailnya yang tinggi. Daripada memadatkan data menjadi satu titik untuk setiap interval waktu, candlestick menampilkan empat tingkat harga yang berbeda untuk setiap interval. Dengan urutan dari atas ke bawah, berikut adalah harga berbeda yang terdapat dalam satu candle.

  • High Price.
  • Opening Price.
  • Closing Price.
  • Low Price.

Candlestick menunjukkan informasi harga dalam bentuk batang dan dua sumbu. Puncak sumbu atas adalah harga tertinggi dan ujung sumbu bawah adalah harga terendah. Candle bisa berwarna hijau atau merah. Merah menunjukkan bahwa closing price lebih rendah dari opening price, dan sebaliknya.

Pada candle hijau, bagian atas menunjukkan closing price dan bagian bawah menunjukkan opening price. Untuk candle berwarna merah, bagian atas menunjukkan opening price dan bagian bawah menunjukkan closing price.

Setiap candle dibaca dalam konteks titik data di sekitarnya, dan menawarkan tampilan mendetail tentang bagaimana investor membeli dan menjual kripto selama periode waktu tertentu.

  • Tren

Tren merupakan arah pergerakan harga dalam periode waktu tertentu. Terdapat tiga jenis tren di  pasar kripto maupun aset lainnya, yaitu:

1. Uptrend – menunjukkan grafik harga bergerak naik, dengan harga tertinggi yang lebih tinggi dari harga tertinggi sebelumnya.

2. Downtrend – menggambarkan pergerakan harga menurun, dengan harga tertinggi lebih rendah dari harga tertinggi sebelumnya dan harga terendah lebih rendah dari harga terendah sebelumnya.

3. Sideways – menunjukkan pergerakan harga horizontal, karena keseimbangan permintaan dan penawaran dalam periode waktu tertentu.

Terkadang trader juga menggunakan istilah bearish dan bullish untuk merujuk pada sebuah tren. Bullish bermakna banteng, yang menyerang ke atas dengan tanduknya, sehingga mendorong harga lebih tinggi. Sedangkan bearish berarti beruang, yang menyerang ke bawah dengan cakarnya, sehingga mendorong harga turun. Kedua istilah ini merupakan istilah yang sangat penting di dunia kripto.

  • Level Support dan Resistance

Anda juga tidak akan terlepas dari level support dan resistance saat melakukan analisis teknikal. Dua istilah ini memiliki arti berlawanan. Resistance merupakan di mana tren naik diperkirakan akan berhenti atau rebound yang mengindikasikan konsentrasi penjual. Sedangkan support merupakan level di mana tren turun diperkirakan akan berhenti atau rebound karena konsentrasi pembeli.

4. Tiga Prinsip Utama

Para trader yang menggunakan analisis teknikal, wajib berpegang pada tiga prinsip analisis teknikal berikut ini.

  • Pasar Mempengaruhi Segalanya

Prinsip ini muncul dari keyakinan bahwa setiap faktor yang terkait dengan saham atau koin kripto telah dipertimbangkan dan tercermin dalam harganya. Untuk saham, mulai dari pengumuman dividen hingga pemecatan karyawan, semuanya akan menciptakan harga dan tren baru. Demikian pula dalam pasar kripto. Kesulitan hashing, adopsi dan regulasi pemerintah, atau bahkan sebuah tweet dapat mempengaruhi harga sebuah koin atau token.

  • Harga Selalu Bergerak dalam Tren

Ketika seorang investor atau trader pemula membuka grafik trading, mereka merasa kewalahan melihat beberapa pergerakan harga secara acak. Garis atau candle hijau dan merah akan sangat mengganggu penglihatan pada awalnya. Tapi, para ahli analisis teknikal memegang teguh prinsip bahwa terlepas dari timeframe, pergerakan harga selalu menjadi bagian dari sebuah tren. Setelah tren dirumuskan, harga akan bergerak ke arah yang sama.

  • Sejarah Cenderung Berulang

Sejarah cenderung berulang atau ‘History repeats itself’ merupakan prinsip analisis teknikal yang pasti sudah diketahui oleh semua trader. Prinsip ini menggambarkan pelaku pasar yang sering bereaksi sama ketika harga bergerak ke arah tertentu. Emosi mengalahkan logika karena beberapa tren bearish telah melihat banyak aksi sell secara mendadak dan juga selama bull run, peserta FOMO (Fear of Missing Out) sendiri dapat membeli saham atau koin di level tertinggi sepanjang masa.

5. Top Indikator dan Tools untuk Analisis Teknikal Kripto

Illust : Top Indikator dan Tools untuk Analisis Teknikal Kripto
Sumber Asset : Business photo created by freepik – www.freepik.com

Indikator digunakan oleh trader untuk memberikan indikasi tentang bagaimana pasar akan bergerak. Berbagai macam indikator dan trading tools bahkan dapat dikombinasikan untuk menunjukkan pola perilaku harga. Strategi kemudian dapat dirancang untuk mengeksploitasi pola-pola ini. Indikator teknikal juga digunakan untuk mengikuti setiap berita atau pergerakan di pasar lain yang dapat mempengaruhi harga.

Berikut adalah indikator analisis teknikal terbaik dan terpopuler untuk pasar kripto yang fluktuatif.

  • Grafik OHLC (Open-High-Low-Close)

Grafik atau OHLC chart menampilkan batang yang dikenal sebagai candle. Bentuk candle bervariasi berdasarkan hubungan antara harga tertinggi, terendah, pembukaan dan penutupan hari itu.

1. Bullish Candle (bisa berwarna hijau atau putih), yaitu closing price berada di atas opening price.

2. Bearish Candle (bisa merah atau hitam), yaitu closing price berada di bawah opening price.

Grafik candlestick didasarkan pada teknik yang dikembangkan di Jepang pada tahun 1700-an untuk melacak harga beras tetapi merupakan teknik yang cocok untuk memperdagangkan aset keuangan apa pun yang likuid. Candlestick dapat dipelajari secara individual untuk pola sederhana. Tetapi lebih sering dipelajari secara berkelompok untuk pola yang lebih kompleks. Tujuan dari grafik candlestick adalah untuk menentukan tren pasar.

  • Bollinger Band

Bollinger Band menampilkan pita grafis (amplop) dengan rata-rata pergerakan sederhana di tengah. Lebar amplop menunjukkan tingkat volatilitas.

Volatilitas mengacu pada tingkat di mana harga suatu aset dapat meningkat atau menurun. Volatilitas yang lebih tinggi berarti bahwa aset berfluktuasi dengan cepat dalam rentang nilai yang lebih besar .

  • Moving Average Convergence Divergence (MACD)

Moving Average Convergence Divergence (atau MACD) adalah indikator teknikal yang melihat kombinasi dari dua Moving Average (MA).

  1. Short-term Moving Average (MA).
  2. Long-term Moving Average (MA).

Kedua Moving Average ini digabungkan untuk mengidentifikasi tren saat ini dan perubahan momentum.

  • Relative Strength Index (RSI)

RSI digunakan untuk menunjukkan kelemahan atau kekuatan suatu aset melalui perubahan harga akhir-akhir ini. Selanjutnya dapat dievaluasi jika suatu aset telah overbought atau oversold. Begini cara menghitungnya:

Biasanya jumlah periode yang digunakan adalah 14, tetapi sepenuhnya terserah kepada trader ingin menggunakan berapa banyak periode.

Umumnya, jika nilainya di bawah 30, itu menunjukkan aset telah oversold.  Di sisi lain, jika nilainya lebih dari 70, ini menunjukkan aset telah overbought.

  • On-Balance Volume (OBV)

OBV adalah indikator yang menggunakan aliran volume aset untuk memprediksi perubahan harga dan untuk menentukan seberapa kuat sinyal untuk membeli atau menjual aset. OBV digunakan sebagai indikator kumulatif, artinya:

Konsep OBV sebenarnya cukup sederhana. Jika ada harga yang lebih tinggi (kecuali ada zona resistance), ini berarti ada tekanan volume positif, dan ada peluang bagus bahwa harga akan naik. Dan kebalikannya berlaku dengan lower high (kecuali jika mencapai zona support), ini berarti ada tekanan volume negatif dan ada peluang harga suatu aset akan turun.

Trading cryptocurrency ataupun jenis aset lainnya, tidak akan terlepas dari metode analisis teknikal. Metode ini sangat esensial bagi para trader, terutama trader kripto dan valas yang beraktivitas di pasar yang fluktuatif.

Anda tentu sudah tidak asing dengan grafik candlestick, Moving Average, atau RSI. Ya, itu semua adalah bagian dari analisis teknikal kripto yang akan kami jelaskan lebih rinci di poin-poin berikut ini.

1. Apa Itu Analisis Teknikal?

Analisis teknikal adalah studi tentang tren statistik yang dikumpulkan dari harga historis dan data volume untuk mengidentifikasi peluang perdagangan. Analisis teknikal mengamati pola pergerakan harga, sinyal perdagangan, dan alat analisis lainnya untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan sebuah proyek kripto.

Tidak seperti analisis fundamental, analisis teknikal hanya melihat pergerakan harga. Tetapi untuk memahami pergerakan harga menggunakan tersebut, Anda harus melihat faktor-faktor lain seperti permintaan kripto di masa lalu dan saat ini, regulator global, dan tren terkini dalam komunitas kripto. Secara teori, tren harga teknikal memberikan para trader petunjuk atau sinyal tentang sentimen pasar.

2. Manfaat Analisis Teknikal

Saat menganalisis grafik, Anda lebih mementingkan psikologi pasar daripada menilai unsur intrinsik sebuah proyek kripto, dan ini adalah salah satu manfaat analisis teknikal. Untuk membaca grafik dengan benar, Anda tidak perlu memiliki pengetahuan khusus tentang ekonomi, keuangan, atau akuntansi. Jenis analisis ini mengabaikan data fundamental dan memusatkan perhatian Anda pada fluktuasi harga koin atau token kripto serta volume perdagangan.

Manfaat lain dari menafsirkan grafik adalah bahwa praktik ini memungkinkan Anda untuk mengidentifikasi sinyal beli dan jual untuk meningkatkan waktu saat Anda mengambil posisi. Analisis teknikal bisa lebih efektif daripada analisis fundamental dalam menentukan waktu terbaik untuk membeli atau menjual suatu aset.

Baca juga Pentingnya Analisis Fundamental untuk Mendeteksi Proyek Kripto Undervalued

Misalnya, dengan menggunakan rasio keuangan yang berbeda, analisis fundamental dapat membantu Anda menentukan apakah sebuah proyek kripto dinilai undervalued atau overvalued oleh pasar. Di sisi lain, membaca data akuntansi ini tidak memungkinkan Anda untuk mengantisipasi kemana arah harga koin atau token kripto tersebut dalam jangka pendek. Dan di bagian inilah analisis teknikal mengambil peran.

3. Dasar-Dasar Analisis Teknikal

Illust : Dasar-Dasar Analisis Teknikal

Sebelum memulai melakukan analisis teknikal, Anda harus mengenal terlebih dahulu dasar-dasar analisis teknikal yang tentunya sudah familiar di telinga Anda. Berikut adalah dasar-dasar analisis teknikal.

  • Grafik Candlestik

Analisis teknikal tidak dapat dilakukan tanpa adanya sebuah chart atau grafik, dan candlestick adalah yang terpopuler. Trader sering kali lebih menyukai grafik candlestick karena tingkat detailnya yang tinggi. Daripada memadatkan data menjadi satu titik untuk setiap interval waktu, candlestick menampilkan empat tingkat harga yang berbeda untuk setiap interval. Dengan urutan dari atas ke bawah, berikut adalah harga berbeda yang terdapat dalam satu candle.

  • High Price.
  • Opening Price.
  • Closing Price.
  • Low Price.

Candlestick menunjukkan informasi harga dalam bentuk batang dan dua sumbu. Puncak sumbu atas adalah harga tertinggi dan ujung sumbu bawah adalah harga terendah. Candle bisa berwarna hijau atau merah. Merah menunjukkan bahwa closing price lebih rendah dari opening price, dan sebaliknya.

Pada candle hijau, bagian atas menunjukkan closing price dan bagian bawah menunjukkan opening price. Untuk candle berwarna merah, bagian atas menunjukkan opening price dan bagian bawah menunjukkan closing price.

Setiap candle dibaca dalam konteks titik data di sekitarnya, dan menawarkan tampilan mendetail tentang bagaimana investor membeli dan menjual kripto selama periode waktu tertentu.

  • Tren

Tren merupakan arah pergerakan harga dalam periode waktu tertentu. Terdapat tiga jenis tren di  pasar kripto maupun aset lainnya, yaitu:

1. Uptrend – menunjukkan grafik harga bergerak naik, dengan harga tertinggi yang lebih tinggi dari harga tertinggi sebelumnya.

2. Downtrend – menggambarkan pergerakan harga menurun, dengan harga tertinggi lebih rendah dari harga tertinggi sebelumnya dan harga terendah lebih rendah dari harga terendah sebelumnya.

3. Sideways – menunjukkan pergerakan harga horizontal, karena keseimbangan permintaan dan penawaran dalam periode waktu tertentu.

Terkadang trader juga menggunakan istilah bearish dan bullish untuk merujuk pada sebuah tren. Bullish bermakna banteng, yang menyerang ke atas dengan tanduknya, sehingga mendorong harga lebih tinggi. Sedangkan bearish berarti beruang, yang menyerang ke bawah dengan cakarnya, sehingga mendorong harga turun. Kedua istilah ini merupakan istilah yang sangat penting di dunia kripto.

  • Level Support dan Resistance

Anda juga tidak akan terlepas dari level support dan resistance saat melakukan analisis teknikal. Dua istilah ini memiliki arti berlawanan. Resistance merupakan di mana tren naik diperkirakan akan berhenti atau rebound yang mengindikasikan konsentrasi penjual. Sedangkan support merupakan level di mana tren turun diperkirakan akan berhenti atau rebound karena konsentrasi pembeli.

4. Tiga Prinsip Utama

Para trader yang menggunakan analisis teknikal, wajib berpegang pada tiga prinsip analisis teknikal berikut ini.

  • Pasar Mempengaruhi Segalanya

Prinsip ini muncul dari keyakinan bahwa setiap faktor yang terkait dengan saham atau koin kripto telah dipertimbangkan dan tercermin dalam harganya. Untuk saham, mulai dari pengumuman dividen hingga pemecatan karyawan, semuanya akan menciptakan harga dan tren baru. Demikian pula dalam pasar kripto. Kesulitan hashing, adopsi dan regulasi pemerintah, atau bahkan sebuah tweet dapat mempengaruhi harga sebuah koin atau token.

  • Harga Selalu Bergerak dalam Tren

Ketika seorang investor atau trader pemula membuka grafik trading, mereka merasa kewalahan melihat beberapa pergerakan harga secara acak. Garis atau candle hijau dan merah akan sangat mengganggu penglihatan pada awalnya. Tapi, para ahli analisis teknikal memegang teguh prinsip bahwa terlepas dari timeframe, pergerakan harga selalu menjadi bagian dari sebuah tren. Setelah tren dirumuskan, harga akan bergerak ke arah yang sama.

  • Sejarah Cenderung Berulang

Sejarah cenderung berulang atau ‘History repeats itself’ merupakan prinsip analisis teknikal yang pasti sudah diketahui oleh semua trader. Prinsip ini menggambarkan pelaku pasar yang sering bereaksi sama ketika harga bergerak ke arah tertentu. Emosi mengalahkan logika karena beberapa tren bearish telah melihat banyak aksi sell secara mendadak dan juga selama bull run, peserta FOMO (Fear of Missing Out) sendiri dapat membeli saham atau koin di level tertinggi sepanjang masa.

5. Top Indikator dan Tools untuk Analisis Teknikal Kripto

Illust : Top Indikator dan Tools untuk Analisis Teknikal Kripto
Sumber Asset : Business photo created by freepik – www.freepik.com

Indikator digunakan oleh trader untuk memberikan indikasi tentang bagaimana pasar akan bergerak. Berbagai macam indikator dan trading tools bahkan dapat dikombinasikan untuk menunjukkan pola perilaku harga. Strategi kemudian dapat dirancang untuk mengeksploitasi pola-pola ini. Indikator teknikal juga digunakan untuk mengikuti setiap berita atau pergerakan di pasar lain yang dapat mempengaruhi harga.

Berikut adalah indikator analisis teknikal terbaik dan terpopuler untuk pasar kripto yang fluktuatif.

  • Grafik OHLC (Open-High-Low-Close)

Grafik atau OHLC chart menampilkan batang yang dikenal sebagai candle. Bentuk candle bervariasi berdasarkan hubungan antara harga tertinggi, terendah, pembukaan dan penutupan hari itu.

1. Bullish Candle (bisa berwarna hijau atau putih), yaitu closing price berada di atas opening price.

2. Bearish Candle (bisa merah atau hitam), yaitu closing price berada di bawah opening price.

Grafik candlestick didasarkan pada teknik yang dikembangkan di Jepang pada tahun 1700-an untuk melacak harga beras tetapi merupakan teknik yang cocok untuk memperdagangkan aset keuangan apa pun yang likuid. Candlestick dapat dipelajari secara individual untuk pola sederhana. Tetapi lebih sering dipelajari secara berkelompok untuk pola yang lebih kompleks. Tujuan dari grafik candlestick adalah untuk menentukan tren pasar.

  • Bollinger Band

Bollinger Band menampilkan pita grafis (amplop) dengan rata-rata pergerakan sederhana di tengah. Lebar amplop menunjukkan tingkat volatilitas.

Volatilitas mengacu pada tingkat di mana harga suatu aset dapat meningkat atau menurun. Volatilitas yang lebih tinggi berarti bahwa aset berfluktuasi dengan cepat dalam rentang nilai yang lebih besar .

  • Moving Average Convergence Divergence (MACD)

Moving Average Convergence Divergence (atau MACD) adalah indikator teknikal yang melihat kombinasi dari dua Moving Average (MA).

  1. Short-term Moving Average (MA).
  2. Long-term Moving Average (MA).

Kedua Moving Average ini digabungkan untuk mengidentifikasi tren saat ini dan perubahan momentum.

  • Relative Strength Index (RSI)

RSI digunakan untuk menunjukkan kelemahan atau kekuatan suatu aset melalui perubahan harga akhir-akhir ini. Selanjutnya dapat dievaluasi jika suatu aset telah overbought atau oversold. Begini cara menghitungnya:

Biasanya jumlah periode yang digunakan adalah 14, tetapi sepenuhnya terserah kepada trader ingin menggunakan berapa banyak periode.

Umumnya, jika nilainya di bawah 30, itu menunjukkan aset telah oversold.  Di sisi lain, jika nilainya lebih dari 70, ini menunjukkan aset telah overbought.

  • On-Balance Volume (OBV)

OBV adalah indikator yang menggunakan aliran volume aset untuk memprediksi perubahan harga dan untuk menentukan seberapa kuat sinyal untuk membeli atau menjual aset. OBV digunakan sebagai indikator kumulatif, artinya:

Konsep OBV sebenarnya cukup sederhana. Jika ada harga yang lebih tinggi (kecuali ada zona resistance), ini berarti ada tekanan volume positif, dan ada peluang bagus bahwa harga akan naik. Dan kebalikannya berlaku dengan lower high (kecuali jika mencapai zona support), ini berarti ada tekanan volume negatif dan ada peluang harga suatu aset akan turun.

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here