Apakah Momen Altseason atau Rekor All Time High Bitcoin yang akan Hadir Berikutnya?

Momen altseason atau ATH Bitcoin berikutnya? Bitcoin (BTC) merupakan koin terbesar di mana pergerakan harganya akan berpengaruh terhadap harga altcoin. Namun, selama tiga bulan terakhir altcoin telah mampu menciptakan momentumnya sendiri.

Altseason dihitung berdasarkan kinerja lima puluh altcoin teratas selama sembilan puluh hari terakhir (tidak termasuk stablecoin dan token yang didukung aset). Ketika hanya melihat daftar lima puluh teratas, sepertinya saat ini kita sudah berada pada momen altseason.

Sementara banyak altcoin yang mencapai rekor all-time-high (ATH) selama tiga puluh hari terakhir, kripto yang mengalami kenaikan hanya menyumbang 63% dari lima puluh altcoin teratas. Altseason dapat dianggap ‘tiba’ ketika ambang batas 75% dilewati, yang sempat terlihat pada bulan Maret tahun ini.

Baca juga Memecoin Memicu Keuntungan Tiga Digit dari Altcoin Berbasis Binance Smart Chain

- Advertisement -

Anehnya, altcoin utama yang saat ini memimpin kenaikan bukanlah yang banyak diharapkan. Banyak kinerja koin-koin besar yang dapat dikatakan cukup mengecewakan. Seperti Cardano, Litecoin, dan Bitcoin Cash.

Cardano (ADA) yang merupakan koin populer berubah menjadi koin yang mengecewakan bagi para investornya. ADA yang pada puncaknya merupakan cryptocurrency terbesar ketiga, mengandalkan antisipasi munculnya smart contract. Namun, pada saat yang sama, kinerja ADA tidak terlalu maksimal.

Meskipun begitu, sementara koin yang lebih besar tidak bekerja seperti yang diharapkan, altcoin seperti Fantom, Shiba Inu, Solana, AVAX, dan AR mengalami peningkatan lebih dari 400%.

Meskipun pemicu terjadinya altseason tidak dapat berupa insiden atau peristiwa tunggal, kontributor terbesar untuk altseason adalah ledakan DeFi. Hal ini karena sebagian besar token pada daftar dengan kinerja terbaik adalah Terra, Decentraland, Polkadot, dan sebagainya. Sehingga masuk akal jika DeFi bertanggung jawab atas terjadinya altseason.

Sementara altcoin meningkat, Bitcoin pun mengalami momentum yang sama. Meskipun sudah tujuh belas hari sejak rekor ATH, BTC mengalami sedikit penurunan yaitu hanya 8.22%. Indikator harga menunjukkan bahwa tren bearish Bitcoin akan segera berakhir. Sedangkan jika pasar yang lebih luas tetap bullish, BTC dapat mengalami peningkatan yang lebih jauh atau  bahkan mencapai titik ATH baru.

Jadi, saat ini waktu menjadi elemen penting. Semakin lama Bitcoin terkonsolidasi, semakin tinggi pula altcoin berkesempatan untuk menyaksikan momen altseason.

Sumber:

https://ambcrypto.com/an-altseason-incoming-or-will-another-bitcoin-ath-come-into-play/

Momen altseason atau ATH Bitcoin berikutnya? Bitcoin (BTC) merupakan koin terbesar di mana pergerakan harganya akan berpengaruh terhadap harga altcoin. Namun, selama tiga bulan terakhir altcoin telah mampu menciptakan momentumnya sendiri.

Altseason dihitung berdasarkan kinerja lima puluh altcoin teratas selama sembilan puluh hari terakhir (tidak termasuk stablecoin dan token yang didukung aset). Ketika hanya melihat daftar lima puluh teratas, sepertinya saat ini kita sudah berada pada momen altseason.

Sementara banyak altcoin yang mencapai rekor all-time-high (ATH) selama tiga puluh hari terakhir, kripto yang mengalami kenaikan hanya menyumbang 63% dari lima puluh altcoin teratas. Altseason dapat dianggap ‘tiba’ ketika ambang batas 75% dilewati, yang sempat terlihat pada bulan Maret tahun ini.

Baca juga Memecoin Memicu Keuntungan Tiga Digit dari Altcoin Berbasis Binance Smart Chain

Anehnya, altcoin utama yang saat ini memimpin kenaikan bukanlah yang banyak diharapkan. Banyak kinerja koin-koin besar yang dapat dikatakan cukup mengecewakan. Seperti Cardano, Litecoin, dan Bitcoin Cash.

Cardano (ADA) yang merupakan koin populer berubah menjadi koin yang mengecewakan bagi para investornya. ADA yang pada puncaknya merupakan cryptocurrency terbesar ketiga, mengandalkan antisipasi munculnya smart contract. Namun, pada saat yang sama, kinerja ADA tidak terlalu maksimal.

Meskipun begitu, sementara koin yang lebih besar tidak bekerja seperti yang diharapkan, altcoin seperti Fantom, Shiba Inu, Solana, AVAX, dan AR mengalami peningkatan lebih dari 400%.

Meskipun pemicu terjadinya altseason tidak dapat berupa insiden atau peristiwa tunggal, kontributor terbesar untuk altseason adalah ledakan DeFi. Hal ini karena sebagian besar token pada daftar dengan kinerja terbaik adalah Terra, Decentraland, Polkadot, dan sebagainya. Sehingga masuk akal jika DeFi bertanggung jawab atas terjadinya altseason.

Sementara altcoin meningkat, Bitcoin pun mengalami momentum yang sama. Meskipun sudah tujuh belas hari sejak rekor ATH, BTC mengalami sedikit penurunan yaitu hanya 8.22%. Indikator harga menunjukkan bahwa tren bearish Bitcoin akan segera berakhir. Sedangkan jika pasar yang lebih luas tetap bullish, BTC dapat mengalami peningkatan yang lebih jauh atau  bahkan mencapai titik ATH baru.

Jadi, saat ini waktu menjadi elemen penting. Semakin lama Bitcoin terkonsolidasi, semakin tinggi pula altcoin berkesempatan untuk menyaksikan momen altseason.

Sumber:

https://ambcrypto.com/an-altseason-incoming-or-will-another-bitcoin-ath-come-into-play/

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here