Aplikasi Teknologi Blockchain dalam Regtech Industri Keuangan

Regtech merupakan pengelolaan regulasi, kepatuhan, pelaporan, dan pemantauan melalui teknologi seperti big data, data mining, artificial intelligent, dan blockchain untuk memberikan solusi yang kuat, andal, dan efektif. Teknologi ini menawarkan data terkait aktivitas pencucian uang dan membantu mengurangi risiko penipuan keuangan.

Namun, regtech menghadapi beberapa tantangan seperti hambatan operasional, kurangnya sumber daya, biaya tinggi, dan proses otomatisasi prosedur manual yang rumit. Pasca krisis keuangan global, regulator mulai lebih fokus pada elemen kepatuhan dalam bisnis dan ribuan aturan, serta ketentuan yang diperkenalkan di seluruh dunia.

Dalam sistem perbankan, selain beperan dalam proses pembayaran, blockchain memungkinkan bank untuk menyederhanakan prosedur yang rumit serta meningkatkan proses internal. Sejauh ini, industri perbankan tradisional mengalami kemunduran karena tingginya biaya dan layanan.

Namun, 90% anggota European Payments Council mengindikasikan bahwa teknologi blockchain dalam kepatuhan terhadap peraturan akan mengubah bisnis secara mendasar pada tahun 2025. Mereka memprediksi bahwa teknologi buku besar yang didistribusikan (distributed ledger) akan menggantikan atau memodernisasi aspek sistem keuangan.

- Advertisement -

Baca juga Peluncuran Penelitian JPMorgan Chase Terkait Jaringan Blockchain Quantum Key Distribution (QKD)

Meskipun demikian, biaya penerapan layanan regtech untuk perbankan masih tinggi karena ratusan aturan kepatuhan yang muncul setiap tahun. Sehingga, bank harus mematuhi aturan baru untuk menghindari situasi yang menyebabkannya mendapatkan sanksi dari regulator.

Di sisi lain, teknologi blockchain juga memberikan dampak positif terhadap ekosistem regtech. Pertama, blockchain memberikan solusi untuk masalah yang dihadapi oleh lembaga keuangan dalam hal peraturan Anti-Money Laundering (AML) dan Know Your Customer (KYC). Hal ini karena transaksi dalam sistem blockchain tidak dapat diubah, sehingga memberikan transparansi terkait kepatuhan AML dan KYC.

Kedua, blockchain dapat membantu regtech untuk menyediakan layanan pemantauan transaksi klien secara real-time. Teknologi machine learning dan artificial intelligent secara algoritme mengamati perilaku klien saat melakukan transaksi dan mengembangkan pola untuk memperingatkan tim kepatuhan jika menemukan aktivitas mencurigakan.

Ketiga, blockchain dapat membantu pengarsipan data. Utilitas blockchain KYC juga dapat memberikan pengetahuan yang lebih jelas tentang bagaimana pengguna telah bergabung dan bagaimana informasi KYC yang mendasari telah diterapkan, kepada pihak berwenang.

Sumber: https://cointelegraph.com/explained/what-is-the-importance-of-blockchains-in-the-regtech-ecosystem/amp

Regtech merupakan pengelolaan regulasi, kepatuhan, pelaporan, dan pemantauan melalui teknologi seperti big data, data mining, artificial intelligent, dan blockchain untuk memberikan solusi yang kuat, andal, dan efektif. Teknologi ini menawarkan data terkait aktivitas pencucian uang dan membantu mengurangi risiko penipuan keuangan.

Namun, regtech menghadapi beberapa tantangan seperti hambatan operasional, kurangnya sumber daya, biaya tinggi, dan proses otomatisasi prosedur manual yang rumit. Pasca krisis keuangan global, regulator mulai lebih fokus pada elemen kepatuhan dalam bisnis dan ribuan aturan, serta ketentuan yang diperkenalkan di seluruh dunia.

Dalam sistem perbankan, selain beperan dalam proses pembayaran, blockchain memungkinkan bank untuk menyederhanakan prosedur yang rumit serta meningkatkan proses internal. Sejauh ini, industri perbankan tradisional mengalami kemunduran karena tingginya biaya dan layanan.

Namun, 90% anggota European Payments Council mengindikasikan bahwa teknologi blockchain dalam kepatuhan terhadap peraturan akan mengubah bisnis secara mendasar pada tahun 2025. Mereka memprediksi bahwa teknologi buku besar yang didistribusikan (distributed ledger) akan menggantikan atau memodernisasi aspek sistem keuangan.

Baca juga Peluncuran Penelitian JPMorgan Chase Terkait Jaringan Blockchain Quantum Key Distribution (QKD)

Meskipun demikian, biaya penerapan layanan regtech untuk perbankan masih tinggi karena ratusan aturan kepatuhan yang muncul setiap tahun. Sehingga, bank harus mematuhi aturan baru untuk menghindari situasi yang menyebabkannya mendapatkan sanksi dari regulator.

Di sisi lain, teknologi blockchain juga memberikan dampak positif terhadap ekosistem regtech. Pertama, blockchain memberikan solusi untuk masalah yang dihadapi oleh lembaga keuangan dalam hal peraturan Anti-Money Laundering (AML) dan Know Your Customer (KYC). Hal ini karena transaksi dalam sistem blockchain tidak dapat diubah, sehingga memberikan transparansi terkait kepatuhan AML dan KYC.

Kedua, blockchain dapat membantu regtech untuk menyediakan layanan pemantauan transaksi klien secara real-time. Teknologi machine learning dan artificial intelligent secara algoritme mengamati perilaku klien saat melakukan transaksi dan mengembangkan pola untuk memperingatkan tim kepatuhan jika menemukan aktivitas mencurigakan.

Ketiga, blockchain dapat membantu pengarsipan data. Utilitas blockchain KYC juga dapat memberikan pengetahuan yang lebih jelas tentang bagaimana pengguna telah bergabung dan bagaimana informasi KYC yang mendasari telah diterapkan, kepada pihak berwenang.

Sumber: https://cointelegraph.com/explained/what-is-the-importance-of-blockchains-in-the-regtech-ecosystem/amp

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here