Headlines

Artemis Vision, Marketplace Media Sosial yang Berambisi untuk Merevolusi NFT

Artemis Vision (ARV) merupakan pasar media sosial terdesentralisasi berbasis NFT, yang memiliki tekad besar untuk menghubungkan musisi, artis, dan penggemar dari seluruh dunia. Platform tersebut memungkinkan mereka untuk mencetak, membeli, dan menjual NFT dalam satu platform. Artemis Vision merupakan platform distribusi dan royalti musik NFT pertama di dunia yang mendukung konser VR 360 dan aset 3D AR.

Baca juga Microsoft Pimpin Pendanaan Seri B untuk Startup Palm NFT Studio

Artemis Vision terbukti menjadi pasar virtual terbaik untuk membeli dan menampilkan barang digital di profil media sosial metaverse para pengguna. Hal tersebut terlihat dari proses audit certik yang telah dijalankan oleh ARV, dengan skor senilai 99. Laporan tersebut berisikan:

“CERTIK percaya kontrak pintar (smart contract) ini lolos kualifikasi keamanan untuk terdaftar di bursa aset digital.”

Detail Token

Artemis Vision (ARV) menempatkan token dalam pool sejumlah $360 000, dengan swap rate per satu token ARV senilai 1.25, atau setara dengan 1 BUSD (Binance USD). Initial Dex Offering (IDO) akan dilakukan pada BSC, dan didistribusi pada ETH. Pre-sale ARV direncakan berlangsung pada hari Senin, 13 December 2021 pukul 11.00 UTC sampai pukul 17.00 UTC. Informasi tersebut pun telah diumumkan langsung dari akun Twitter ARV.

ARV merupakan token ERC-20, mengindikasikan bahwa token tersebut bergerak di atas jaringan Ethereum. ARV memiliki total supply sebesar 10.000.000 ARV. Sementara untuk initial supply, ARV me-minting token sejumlah 580.000 ARV, dengan kapitalisasi pasar senilai $464.000. Daftar (listing) token ARV akan ditambahkan setelah peluncuran token. ARV di distribusi dan diklaim pada TrustPad. Mereka akan mengeluarkan token seputar 10% pada TGE (Token Generation Event), peluncuran tersebut akan dilakukan secara bertahap atau dikunci selama 10 bulan.

Visi ARV

Seniman di media sosial memiliki satu kesamaan: bakat mereka jarang dikenali, dan bahkan mereka tidak dipromosikan ke pasar dunia. Tidak cukup insentif yang diberikan kepada mereka untuk menghasilkan karya seni.

Dengan menjembatani kesenjangan antara pencipta dan pelanggan, Artemis yang diprakarsai oleh Danny Nunez, memiliki ambisi untuk merevolusi ruang NFT. Pengguna Artemis dapat menggunakan token ARV/ARM mereka untuk membeli dan memperdagangkan seni digital, musik, dan video melalui aplikasi media sosial yang didukung oleh blockchain.

Artemis berharap dapat mendorong semua seniman yang tertarik untuk mendaftarkan karya mereka, meningkatkan kesadaran akan karya mereka, dan membangun kehadiran internet yang kuat. Pengguna media sosial terdesentralisasi dapat membeli, menjual, atau melelang NFT melalui transaksi peer-to-peer.

ARV sebagai teknologi berbasis blockchain, menjunjung privasi dan anonimitas. Transaksinya aman, secepat kilat, dan tidak memerlukan pemroses pembayaran perantara. Konsep Artemis untuk menggabungkan teknologi blockchain ke dalam pasar NFT sangat ideal karena memungkinkan pembayaran internasional dengan mudah.