Atlas Mining Merelokasi Pasokan Besar Penambangan Bitcoin ke Amerika Serikat

Atlas Mining yang berkantor pusat di Singapura, sebelum ini memiliki penambangan Bitcoin yang beroperasi di China, akan merelokasi hashrate dalam jumlah yang signifikan ke Amerika Utara.

Altas Mining menyampaikan dalam sebuah pengumuman bahwa mereka telah menandatangani kemitraan kerja dengan penyedia kolokasi pertambangan Compute North. Kedua belah pihak menyepakati Atlas Mining akan diberikan kapasitas hosting  lebih dari 100 megawatt (MW). Penyebaran peralatan penambangan milik Atlas Mining mulai dilaksanakan pada kuarter pertama tahun depan. Penyebaran itu akan menghasilkan sekitar 3,7 EH/s (exhashes per second) dari tingkat hashrate di titik puncak penyebaran penuh.

Baca juga Bisakah Bitcoin Menyelamatkan Bumi? Narasi Penambangan BTC Dapat Berubah Menurut Anggota Parlemen ini

Setelah Comute North, kesepakatan lain pula datang dalam hitungan beberapa minggu. Atlas Mining mengumumkan kemitraan dengan Core Scientific yang berlokasi di AS. Core Scientific menjanjikan akan menyediakan kapasitass hosting lebih dari 100 megawatt dan sedang dalam proses pengembangan selama 15 bulan ke depan.

- Advertisement -

Tahapan tersebut merupakan bagian dari rencana migrasi dan ekspansi global Atlas Mining setelah negara China menutup operasi penambangan Bitcoin pada musim panas lalu. Perusahaan ini juga fokus pada lokasi utama lainnya, seperti Eropa Utara dan Asia Tengah.

Atlas Mining merupakan cabang penambang Bitcoin untuk kripto berbasis di Shanghai dan blockhain dari Fundamental Labs. Atlas pernah mencetak hasil penambangan sekitar $44 miliar Bitcoin pada tahun 2019 dan menginvestasikannya dalam puluhan ribu peralatan penambangan baru ketika itu. Operasi Atlas sebagian besar berlokasi di pusat pertambangan utama China, hal berlangsung sebelum negara tersebut mengambil tindakan keras terharap penyebaran Bitcoin.

Dalam pernyataan yang disampaikan Atlas, pihaknya telah membeli lebih dari 200.000 unit peralatan penambangan generasi terbaru. Selain itu, Atlas memiliki tujuan untuk melanjutkan tren dan dobrakan terbaru di tahun-tahun yang akan datang. Saat ini Atlas telah mencadangkan kapasitas hosting lebih dari 400 megawatt untuk penambangan mereka melalui hosting lokal di berbagai wilayah.

Dave Perrill, CEO Compute North, mengatakan bahwa perusahaan itu memiliki sejumlah pelanggan dari China yang berencana untuk merelokasi penambangan Bitcoin mereka. Namun, ada permintaan yang cukup banyak, kapasitas hosting mereka sudah habis di kuarter ketiga dan keempat tahun ini. Calon pelanggan akan disediakan kapasitas hosting mulai tahun depan.

Penyediaan kolokasi yang berlokasi di AS memicu ledakan infrastruktur pertambangan di Amerika Utara karena ada banyaknya permintaan ekspansi dan relokasi. Perusahaan Bitcoin seperti Atlas Mining bisa membangun fasilitas mereka sendiri melalui kerja sama dengan perusahaan lokal di wilayah tersebut. Tentu hal ini memberi dampak kepada Amerika Serikat yang kini menjadi destinasi utama para perusahaan penambangan Bitcoin, menggantikan posisi China sebelum ini.

Sumber: https://www.theblockcrypto.com/post/121133/bitcoin-atlas-mining-relocate-north-america-200-mw?utm_source=coinmarketcap&utm_medium=rss

Atlas Mining yang berkantor pusat di Singapura, sebelum ini memiliki penambangan Bitcoin yang beroperasi di China, akan merelokasi hashrate dalam jumlah yang signifikan ke Amerika Utara.

Altas Mining menyampaikan dalam sebuah pengumuman bahwa mereka telah menandatangani kemitraan kerja dengan penyedia kolokasi pertambangan Compute North. Kedua belah pihak menyepakati Atlas Mining akan diberikan kapasitas hosting  lebih dari 100 megawatt (MW). Penyebaran peralatan penambangan milik Atlas Mining mulai dilaksanakan pada kuarter pertama tahun depan. Penyebaran itu akan menghasilkan sekitar 3,7 EH/s (exhashes per second) dari tingkat hashrate di titik puncak penyebaran penuh.

Baca juga Bisakah Bitcoin Menyelamatkan Bumi? Narasi Penambangan BTC Dapat Berubah Menurut Anggota Parlemen ini

Setelah Comute North, kesepakatan lain pula datang dalam hitungan beberapa minggu. Atlas Mining mengumumkan kemitraan dengan Core Scientific yang berlokasi di AS. Core Scientific menjanjikan akan menyediakan kapasitass hosting lebih dari 100 megawatt dan sedang dalam proses pengembangan selama 15 bulan ke depan.

Tahapan tersebut merupakan bagian dari rencana migrasi dan ekspansi global Atlas Mining setelah negara China menutup operasi penambangan Bitcoin pada musim panas lalu. Perusahaan ini juga fokus pada lokasi utama lainnya, seperti Eropa Utara dan Asia Tengah.

Atlas Mining merupakan cabang penambang Bitcoin untuk kripto berbasis di Shanghai dan blockhain dari Fundamental Labs. Atlas pernah mencetak hasil penambangan sekitar $44 miliar Bitcoin pada tahun 2019 dan menginvestasikannya dalam puluhan ribu peralatan penambangan baru ketika itu. Operasi Atlas sebagian besar berlokasi di pusat pertambangan utama China, hal berlangsung sebelum negara tersebut mengambil tindakan keras terharap penyebaran Bitcoin.

Dalam pernyataan yang disampaikan Atlas, pihaknya telah membeli lebih dari 200.000 unit peralatan penambangan generasi terbaru. Selain itu, Atlas memiliki tujuan untuk melanjutkan tren dan dobrakan terbaru di tahun-tahun yang akan datang. Saat ini Atlas telah mencadangkan kapasitas hosting lebih dari 400 megawatt untuk penambangan mereka melalui hosting lokal di berbagai wilayah.

Dave Perrill, CEO Compute North, mengatakan bahwa perusahaan itu memiliki sejumlah pelanggan dari China yang berencana untuk merelokasi penambangan Bitcoin mereka. Namun, ada permintaan yang cukup banyak, kapasitas hosting mereka sudah habis di kuarter ketiga dan keempat tahun ini. Calon pelanggan akan disediakan kapasitas hosting mulai tahun depan.

Penyediaan kolokasi yang berlokasi di AS memicu ledakan infrastruktur pertambangan di Amerika Utara karena ada banyaknya permintaan ekspansi dan relokasi. Perusahaan Bitcoin seperti Atlas Mining bisa membangun fasilitas mereka sendiri melalui kerja sama dengan perusahaan lokal di wilayah tersebut. Tentu hal ini memberi dampak kepada Amerika Serikat yang kini menjadi destinasi utama para perusahaan penambangan Bitcoin, menggantikan posisi China sebelum ini.

Sumber: https://www.theblockcrypto.com/post/121133/bitcoin-atlas-mining-relocate-north-america-200-mw?utm_source=coinmarketcap&utm_medium=rss

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here