Bagaimana Kondisi Bitcoin di Akhir November? Berikut Adalah Lima Hal yang Harus Diperhatikan

Kondisi Bitcoin di akhir November apakah membaik? Pada awal minggu ini, Bitcoin (BTC) kembali mencapai harga $57.000 dan menjadi penutupan mingguan yang jauh lebih kuat dari perkiraan banyak pihak. Bitcoin sempat pengalami aksi jual dan penurunan yang masif karena Covid-19. Berikut adalah beberapa hal yang dapat mempengaruhi harga Bitcoin di minggu ini:

1. Comeback Harga Bitcoin Memecahkan Rekor

Pergerakan harga BTC pulih dari keterpurukan pasca kehilangan $6.000 dalam satu candle harian. Meskipun sempat mencapai titik tertinggi lokal $58.200, BTC gagal memberikan terobosan yang meyakinkan, dengan resistensi yang signifikan di atas $60.000.

Sementara itu, tingkat pendanaan netral pada 28 November meningkat. Hal ini menunjukkan adanya pemulihan kepercayaan pada kenaikan harga BTC yang berkelanjutan.

- Advertisement -

2. Pengujian Ulang Maret 2020 dan Virus Corona

Ketika varian virus Corona baru, Omicron masuk, pasar aset digital mulai bergejolak. Hal ini karena terjadinya volatilitas ekstrem di pasar aset yang disebabkan oleh aksi jual masif. Sehingga meskipun harga Bitcoin naik, guncangan pada struktur makro dapat mengagalkan euforia ini.

Baca juga Perusahaan Teknologi SAITech Mengatakan Mereka Mendaur Ulang 90% Limbah Panas dari Penambangan Bitcoin

3. Entitas yang Mengendalikan Pasar

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh penyedia data analitik Material Scientist, dinding pembelian masif terbentuk. Sehingga pergerakan harga bertahan di atas $50.000. Ketika level tersebut gagal dipertahankan, maka Bitcoin akan terdorong untuk mempertimbangkan posisi mereka. Namun kemungkinannya lebih kecil karena banyaknya dukungan terhadap koin tersebut.

Selain itu, analis juga memaparkan bahwa ada satu entitas yang mengendalikan seluruh pasar. Sehingga mereka tahu apa yang akan terjadi di bulan berikutnya. Dengan demikian, harga $70.000 merupakan titik sasaran pennting bagi para investor yang mengharapkan kenaikan berlanjut pada akhir Q4 tahun ini.

4. Pergerakan Harga Bitcoin secara Historis

Kinerja Bitcoin selama tiga minggu ke depan akan ‘sangat terbuka’. Hal itu disimpulkan oleh analis Twitter terkemuka, TechDev, lantaran Bitcoin terus mengikuti ‘jejak emas’ sejak tahun 1970. Apabila tren tersebut terus berlanjut, Bitcoin kemungkinan besar akan mengalami kenaikan harga yang signifikan. Bahkan dapat mencapai $280.000 dengan batas waktu pertengahan Februari 2022.

Di sisi lain, fase perkiraan transformasi Bitcoin sejak September telah menyimpang dari jalur yang diharapkan. BTC diperkirakan akan diperdagangkan dengan harga $70.000 hingga $110.000 pada bulan Desember.

5. Di Mana ‘Moonvember’ Bitcoin akan Berakhir?

Pertanyaan tersebut berulang kali dilontarkan oleh berbagai pihak. Akan tetapi, sekarang kesadaran bahwa pasar bullish membutuhkan waktu yang lebih lama untuk berkembang, telah tumbuh. Meskipun demikian, terdapat alasan untuk tetap optimis dalam jangka pendek.

Beberapa pihak mengatakan bahwa pergerakan kondisi harga bitcoin di akhir November akan berhenti di titik $60.000. Sebagian yang lainnya meemperkirakan penutupan harga sebesar $55.000 hingga $60.000

Sumber:

https://cointelegraph.com/news/where-will-btc-end-november-2021-5-things-to-watch-in-bitcoin-this-week

Kondisi Bitcoin di akhir November apakah membaik? Pada awal minggu ini, Bitcoin (BTC) kembali mencapai harga $57.000 dan menjadi penutupan mingguan yang jauh lebih kuat dari perkiraan banyak pihak. Bitcoin sempat pengalami aksi jual dan penurunan yang masif karena Covid-19. Berikut adalah beberapa hal yang dapat mempengaruhi harga Bitcoin di minggu ini:

1. Comeback Harga Bitcoin Memecahkan Rekor

Pergerakan harga BTC pulih dari keterpurukan pasca kehilangan $6.000 dalam satu candle harian. Meskipun sempat mencapai titik tertinggi lokal $58.200, BTC gagal memberikan terobosan yang meyakinkan, dengan resistensi yang signifikan di atas $60.000.

Sementara itu, tingkat pendanaan netral pada 28 November meningkat. Hal ini menunjukkan adanya pemulihan kepercayaan pada kenaikan harga BTC yang berkelanjutan.

2. Pengujian Ulang Maret 2020 dan Virus Corona

Ketika varian virus Corona baru, Omicron masuk, pasar aset digital mulai bergejolak. Hal ini karena terjadinya volatilitas ekstrem di pasar aset yang disebabkan oleh aksi jual masif. Sehingga meskipun harga Bitcoin naik, guncangan pada struktur makro dapat mengagalkan euforia ini.

Baca juga Perusahaan Teknologi SAITech Mengatakan Mereka Mendaur Ulang 90% Limbah Panas dari Penambangan Bitcoin

3. Entitas yang Mengendalikan Pasar

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh penyedia data analitik Material Scientist, dinding pembelian masif terbentuk. Sehingga pergerakan harga bertahan di atas $50.000. Ketika level tersebut gagal dipertahankan, maka Bitcoin akan terdorong untuk mempertimbangkan posisi mereka. Namun kemungkinannya lebih kecil karena banyaknya dukungan terhadap koin tersebut.

Selain itu, analis juga memaparkan bahwa ada satu entitas yang mengendalikan seluruh pasar. Sehingga mereka tahu apa yang akan terjadi di bulan berikutnya. Dengan demikian, harga $70.000 merupakan titik sasaran pennting bagi para investor yang mengharapkan kenaikan berlanjut pada akhir Q4 tahun ini.

4. Pergerakan Harga Bitcoin secara Historis

Kinerja Bitcoin selama tiga minggu ke depan akan ‘sangat terbuka’. Hal itu disimpulkan oleh analis Twitter terkemuka, TechDev, lantaran Bitcoin terus mengikuti ‘jejak emas’ sejak tahun 1970. Apabila tren tersebut terus berlanjut, Bitcoin kemungkinan besar akan mengalami kenaikan harga yang signifikan. Bahkan dapat mencapai $280.000 dengan batas waktu pertengahan Februari 2022.

Di sisi lain, fase perkiraan transformasi Bitcoin sejak September telah menyimpang dari jalur yang diharapkan. BTC diperkirakan akan diperdagangkan dengan harga $70.000 hingga $110.000 pada bulan Desember.

5. Di Mana ‘Moonvember’ Bitcoin akan Berakhir?

Pertanyaan tersebut berulang kali dilontarkan oleh berbagai pihak. Akan tetapi, sekarang kesadaran bahwa pasar bullish membutuhkan waktu yang lebih lama untuk berkembang, telah tumbuh. Meskipun demikian, terdapat alasan untuk tetap optimis dalam jangka pendek.

Beberapa pihak mengatakan bahwa pergerakan kondisi harga bitcoin di akhir November akan berhenti di titik $60.000. Sebagian yang lainnya meemperkirakan penutupan harga sebesar $55.000 hingga $60.000

Sumber:

https://cointelegraph.com/news/where-will-btc-end-november-2021-5-things-to-watch-in-bitcoin-this-week

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here