Bangsa Navajo Menggunakan Energi Berkelanjutan untuk Menambang Bitcoin

Dalam beberapa bulan terakhir, laporan tentang pengadopsian Bitcoin bangsa Navajo mungkin adalah yang paling mengharukan. Pertambangan tersebut tidak hanya mempekerjakan orang-orang di suku Navajo, tetapi juga membantu proses transisi dari batu bara ke sumber energi terbarukan. Hal ini merupakan saksi nyata bagaimana Bitcoin mendorong dan menyediakan dana untuk energi terbarukan. Sekali lagi, orang-orang yang kehilangan haknya dibantu oleh Bitcoin.

Baca juga Rusia Mempertimbangkan Proposal untuk Menambang Bitcoin dengan Gas

Seberapa Jauh Masyarakat Navajo Dilucuti dari Haknya?

Narasumber yang tidak disebutkan identitasnya (anonim) dalam dokumenter mini Compass Mining mengklaim, “Pemerintah Federal mengambil semua hak tanah dari orang-orang Navajo.” Menurutnya, bangsa Navajo terdiri dari:

  • 48% pengangguran.
  • 40% orang tidak memiliki akses ke air mengalir.
  • 32% hidup di luar jaringan
  • 33% hidup di bawah tingkat kemiskinan.
- Advertisement -

“Namun, Navajo adalah orang-orang tangguh yang telah mengklaim gurun Southwest sebagai tanah leluhur mereka sejak dahulu kala,” tulis pembuat film Will Foxley di Twitter. Dan mereka sekarang memiliki manfaat Bitcoin di pihak mereka.

Penambangan Bitcoin Pertama di Wilayah Navajo

Sejarah penambangan Bitcoin pertama milik bangsa Navajo dirinci melalui karya audiovisual disertasi teks berikut:

“Pemimpin Navajo pada tahun 2017 didekati oleh sebuah perusahaan pertambangan kecil Kanada, West Block, tentang rencana pengembangan pertambangan di properti Navajo. Sebanyak 8 megawatt (MW) daya dihasilkan setelah putaran pertama investasi di pertambangan tersebut, yang Navajo investasikan selama pasar bear tahun 2018. Tiga tahun kemudian, penambangan Bitcoin telah berkembang menjadi salah satu industri cryptocurrency yang paling menguntungkan.”

Menurut pembangkit listrik tenaga surya yang ditampilkan, 58% listrik tambang sudah disuplai melaluinya. “Pertambangan Bitcoin mempromosikan pengembangan energi terbarukan di tanah Navajo untuk menggantikan energi batu bara,” jelas narator film dokumenter tersebut.

Foxley menegaskan bahwa “pertambangan Bitcoin mempekerjakan orang-orang Navajo dengan memanfaatkan energi dari lahannya sendiri.” Namun, teks dokumenter tersebut menambahkan bahwa “Navajo memilih untuk mengambil keuntungan dari divestasi mereka.” Itu adalah langkah yang pintar karena “mengembalikan uang ke tangan orang-orang Navajo dengan investasi di utilitas publik.”

Transisi Energi Terbarukan Bangsa Navajo

Secara historis, Navajo telah dikaitkan dengan jenis energi beracun. Detailnya diringkas pada penjelasan berikut:

“Pada abad kedua puluh, Kisah Navajo penuh dengan eksploitasi energi, termasuk ekstraksi batubara dan uranium ilegal untuk penduduk non-pribumi. Generasi Navajo saat ini terus menghadapi eksternalitas negatif, seperti tingkat radiasi yang meningkat di air sumur.”

Saat dunia bekerja untuk beralih dari energi berbahan bakar batu bara, Navajo datang dengan ide-ide lain. Menurut Walter Hasse, presiden Otoritas Utilitas Suku Navajo,

“Saya memiliki surplus listrik yang harus saya bayar dan kelola. Sekarang, saya bertujuan untuk mengembangkan energi terbarukan untuk mengkompensasi sumber daya batu bara negara yang hilang. Saya membutuhkan konsumen untuk sumber energi terbarukan itu.”

Peluang Kerja untuk Orang Navajo

Secara historis, Navajo telah menentang untuk meninggalkan tanah suku miliknya. Namun, kesempatan kerja terbatas. Begitulah, sampai Bitcoin tiba. Foxley memperkirakan bahwa tambang tersebut sekarang menampung sekitar 3.000 peralatan.

“Fasilitas itu sekarang mempekerjakan dua staf penuh waktu,” jelas pernyataan itu. Jumlah itu akan bertambah menjadi sebelas fasilitas sebagai akibat dari pertumbuhan Bitcoin. Uang ini kemudian mengalir dari tambang ke bisnis lokal, menghasilkan lebih banyak keuntungan.” Tidak hanya itu, narator film dokumenter itu berjanji bahwa “dalam bulan-bulan berikutnya, tambang tambahan akan segera online.”

Ketika perusahaan pertambangan Navajo menerbitkan potongan audiovisual dan teks tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa “pertambangan tambahan akan segera diharapkan.” Dan untuk itu, Navajo pantas mendapatkan tepuk tangan yang paling meriah.

Sumber: https://www.newsbtc.com/news/bitcoin/navajo-nation-mining-sustainable/

Dalam beberapa bulan terakhir, laporan tentang pengadopsian Bitcoin bangsa Navajo mungkin adalah yang paling mengharukan. Pertambangan tersebut tidak hanya mempekerjakan orang-orang di suku Navajo, tetapi juga membantu proses transisi dari batu bara ke sumber energi terbarukan. Hal ini merupakan saksi nyata bagaimana Bitcoin mendorong dan menyediakan dana untuk energi terbarukan. Sekali lagi, orang-orang yang kehilangan haknya dibantu oleh Bitcoin.

Baca juga Rusia Mempertimbangkan Proposal untuk Menambang Bitcoin dengan Gas

Seberapa Jauh Masyarakat Navajo Dilucuti dari Haknya?

Narasumber yang tidak disebutkan identitasnya (anonim) dalam dokumenter mini Compass Mining mengklaim, “Pemerintah Federal mengambil semua hak tanah dari orang-orang Navajo.” Menurutnya, bangsa Navajo terdiri dari:

  • 48% pengangguran.
  • 40% orang tidak memiliki akses ke air mengalir.
  • 32% hidup di luar jaringan
  • 33% hidup di bawah tingkat kemiskinan.

“Namun, Navajo adalah orang-orang tangguh yang telah mengklaim gurun Southwest sebagai tanah leluhur mereka sejak dahulu kala,” tulis pembuat film Will Foxley di Twitter. Dan mereka sekarang memiliki manfaat Bitcoin di pihak mereka.

Penambangan Bitcoin Pertama di Wilayah Navajo

Sejarah penambangan Bitcoin pertama milik bangsa Navajo dirinci melalui karya audiovisual disertasi teks berikut:

“Pemimpin Navajo pada tahun 2017 didekati oleh sebuah perusahaan pertambangan kecil Kanada, West Block, tentang rencana pengembangan pertambangan di properti Navajo. Sebanyak 8 megawatt (MW) daya dihasilkan setelah putaran pertama investasi di pertambangan tersebut, yang Navajo investasikan selama pasar bear tahun 2018. Tiga tahun kemudian, penambangan Bitcoin telah berkembang menjadi salah satu industri cryptocurrency yang paling menguntungkan.”

Menurut pembangkit listrik tenaga surya yang ditampilkan, 58% listrik tambang sudah disuplai melaluinya. “Pertambangan Bitcoin mempromosikan pengembangan energi terbarukan di tanah Navajo untuk menggantikan energi batu bara,” jelas narator film dokumenter tersebut.

Foxley menegaskan bahwa “pertambangan Bitcoin mempekerjakan orang-orang Navajo dengan memanfaatkan energi dari lahannya sendiri.” Namun, teks dokumenter tersebut menambahkan bahwa “Navajo memilih untuk mengambil keuntungan dari divestasi mereka.” Itu adalah langkah yang pintar karena “mengembalikan uang ke tangan orang-orang Navajo dengan investasi di utilitas publik.”

Transisi Energi Terbarukan Bangsa Navajo

Secara historis, Navajo telah dikaitkan dengan jenis energi beracun. Detailnya diringkas pada penjelasan berikut:

“Pada abad kedua puluh, Kisah Navajo penuh dengan eksploitasi energi, termasuk ekstraksi batubara dan uranium ilegal untuk penduduk non-pribumi. Generasi Navajo saat ini terus menghadapi eksternalitas negatif, seperti tingkat radiasi yang meningkat di air sumur.”

Saat dunia bekerja untuk beralih dari energi berbahan bakar batu bara, Navajo datang dengan ide-ide lain. Menurut Walter Hasse, presiden Otoritas Utilitas Suku Navajo,

“Saya memiliki surplus listrik yang harus saya bayar dan kelola. Sekarang, saya bertujuan untuk mengembangkan energi terbarukan untuk mengkompensasi sumber daya batu bara negara yang hilang. Saya membutuhkan konsumen untuk sumber energi terbarukan itu.”

Peluang Kerja untuk Orang Navajo

Secara historis, Navajo telah menentang untuk meninggalkan tanah suku miliknya. Namun, kesempatan kerja terbatas. Begitulah, sampai Bitcoin tiba. Foxley memperkirakan bahwa tambang tersebut sekarang menampung sekitar 3.000 peralatan.

“Fasilitas itu sekarang mempekerjakan dua staf penuh waktu,” jelas pernyataan itu. Jumlah itu akan bertambah menjadi sebelas fasilitas sebagai akibat dari pertumbuhan Bitcoin. Uang ini kemudian mengalir dari tambang ke bisnis lokal, menghasilkan lebih banyak keuntungan.” Tidak hanya itu, narator film dokumenter itu berjanji bahwa “dalam bulan-bulan berikutnya, tambang tambahan akan segera online.”

Ketika perusahaan pertambangan Navajo menerbitkan potongan audiovisual dan teks tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa “pertambangan tambahan akan segera diharapkan.” Dan untuk itu, Navajo pantas mendapatkan tepuk tangan yang paling meriah.

Sumber: https://www.newsbtc.com/news/bitcoin/navajo-nation-mining-sustainable/

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here