Bank Rusia Menentang Pembayaran Bitcoin, Mengatakan Negara Seharusnya Tidak Mendorong Penyebaran Cryptocurrency

Menurut kepala Bank Rusia, cryptocurrency bersifat anonim, dan pemerintah tidak boleh mempromosikan penggunaannya. Regulator terus dengan gigih menentang lisensi Bitcoin dan mata uang digital serupa sebagai metode pembayaran dalam Federasi Rusia.

Bank Sentral Rusia Menegaskan Penentangannya terhadap Cryptocurrency dan Legalisasi Bitcoin

Menurut Elvira Nabiullina, kepala Bank Sentral Rusia (CBR), “negara yang bertanggung jawab” seharusnya tidak mendorong penyebaran mata uang kripto. Ketua bank sentral membuat pengumuman di majelis rendah parlemen Rusia, Duma Negara (the State Duma).

Pejabat tinggi Rusia tersebut menekankan bahwa bank memiliki “sikap yang sangat negatif terhadap cryptocurrency” yang dia gambarkan sebagai “mata uang swasta yang berpura-pura menjadi uang fiat.” Dikutip dari kantor berita Tass, Nabiullina menjelaskan:

- Advertisement -

Namun, sang gubernur pun mengakui bahwa individu harus diberikan jalur alternatif.’ Bank Rusia berupaya untuk mencapai tujuan ini melalui beberapa program yang sedang berjalan. “Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya percaya mata uang digital harus berkembang,” lanjut Elvira Nabiullina.

Baca juga Menurut Bank Rusia, Rubel Digital Seharusnya Tidak Berpengaruh pada Inflasi

Gubernur bank sentral Rusia menyatakan bahwa bank sentral tidak menentang mata uang digital secara umum, selama tidak digunakan untuk “operasi ilegal.” Namun, Nabiullina mencatat bahwa Bank of Rusia terus menentang legalisasi Bitcoin di negara tersebut sebagai alat pembayaran.

Sebagai reaksi terhadap semakin meningkatnya populeritas cryptocurrency dan peningkatan besar dalam pembayaran elektronik, bank sentral Rusia telah mengintensifkan upayanya untuk mengembangkan mitra digital untuk mata uang fiat negara itu, yakni rubel.

Regulator membentuk kelompok uji coba rubel digital dengan sekitar selusin lembaga keuangan pada awal tahun ini. Pada bulan Desember, prototipe platform CBDC akan diluncurkan, dengan uji coba akan dimulai pada bulan Januari.

Rusia membutuhkan rubel digital karena hal tersebut akan memungkinkan pembayaran non-tunai yang murah dan dapat diandalkan, jelas Nabiullina baru-baru ini kepada peserta di simposium perbankan internasional.

Menurut strategi pertumbuhan pasar keuangan terbaru milik Rusia, mata uang digital yang dikeluarkan negara harus mencegah individu menggunakan ‘money surrogates‘, sebuah frasa yang diciptakan oleh pejabat Moskow untuk merujuk pada cryptocurrency.

Sumber: https://news.bitcoin.com/opposed-to-bitcoin-payments-bank-of-russia-says-state-should-not-stimulate-spread-of-cryptocurrencies/

Menurut kepala Bank Rusia, cryptocurrency bersifat anonim, dan pemerintah tidak boleh mempromosikan penggunaannya. Regulator terus dengan gigih menentang lisensi Bitcoin dan mata uang digital serupa sebagai metode pembayaran dalam Federasi Rusia.

Bank Sentral Rusia Menegaskan Penentangannya terhadap Cryptocurrency dan Legalisasi Bitcoin

Menurut Elvira Nabiullina, kepala Bank Sentral Rusia (CBR), “negara yang bertanggung jawab” seharusnya tidak mendorong penyebaran mata uang kripto. Ketua bank sentral membuat pengumuman di majelis rendah parlemen Rusia, Duma Negara (the State Duma).

Pejabat tinggi Rusia tersebut menekankan bahwa bank memiliki “sikap yang sangat negatif terhadap cryptocurrency” yang dia gambarkan sebagai “mata uang swasta yang berpura-pura menjadi uang fiat.” Dikutip dari kantor berita Tass, Nabiullina menjelaskan:

Namun, sang gubernur pun mengakui bahwa individu harus diberikan jalur alternatif.’ Bank Rusia berupaya untuk mencapai tujuan ini melalui beberapa program yang sedang berjalan. “Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya percaya mata uang digital harus berkembang,” lanjut Elvira Nabiullina.

Baca juga Menurut Bank Rusia, Rubel Digital Seharusnya Tidak Berpengaruh pada Inflasi

Gubernur bank sentral Rusia menyatakan bahwa bank sentral tidak menentang mata uang digital secara umum, selama tidak digunakan untuk “operasi ilegal.” Namun, Nabiullina mencatat bahwa Bank of Rusia terus menentang legalisasi Bitcoin di negara tersebut sebagai alat pembayaran.

Sebagai reaksi terhadap semakin meningkatnya populeritas cryptocurrency dan peningkatan besar dalam pembayaran elektronik, bank sentral Rusia telah mengintensifkan upayanya untuk mengembangkan mitra digital untuk mata uang fiat negara itu, yakni rubel.

Regulator membentuk kelompok uji coba rubel digital dengan sekitar selusin lembaga keuangan pada awal tahun ini. Pada bulan Desember, prototipe platform CBDC akan diluncurkan, dengan uji coba akan dimulai pada bulan Januari.

Rusia membutuhkan rubel digital karena hal tersebut akan memungkinkan pembayaran non-tunai yang murah dan dapat diandalkan, jelas Nabiullina baru-baru ini kepada peserta di simposium perbankan internasional.

Menurut strategi pertumbuhan pasar keuangan terbaru milik Rusia, mata uang digital yang dikeluarkan negara harus mencegah individu menggunakan ‘money surrogates‘, sebuah frasa yang diciptakan oleh pejabat Moskow untuk merujuk pada cryptocurrency.

Sumber: https://news.bitcoin.com/opposed-to-bitcoin-payments-bank-of-russia-says-state-should-not-stimulate-spread-of-cryptocurrencies/

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here