Bank Rusia Mulai Menilai Volume Kepemilikan Bitcoin

Meskipun Presiden Rusia melihat kripto sebagai unit akun yang memiliki potensial besar, Bank of Rusia tetap merasa skeptis. Terkait dengan hal tersebut, Bank Sentral Rusia saat ini sedang mencoba untuk mengevaluasi volume kepemilikan Bitcoin (BTC) yang dipegang oleh investor lokal. Hal itu berkaitan dengan sejumlah besar uang yang tidak kembali ke bank setelah penarikan yang dipicu oleh pandemi.

Baca juga Aplikasi Strike Memperkenalkan Fitur Terbaru ‘Pay Me in Bitcoin’

Kepala departemen stabilitas keuangan bank sentral Rusia, Elizaveta Danilova melakukan poling kepada investor cryptocurrency lokal untuk memperkirakan volume investasi cryptocurrency Rusia.

Danilova mengungkapkan dalam wawancara  dengan Reuters yang diterbitkan oleh situs resmi Bank Rusia “kita perlu bekerja secara seksama pada data dan meningkatkan kesadaran publik tentang risiko investasi semacam itu yang tidak didukung oleh apa pun”.

- Advertisement -

Ia juga mengungkapkan pendapatnya bahwa pasar cryptocurrency tidak memiliki transparansi di Rusia dan yurisdiksi lain. Hal tersebut menunjukkan risiko yang lebih tinggi dari produk turunan kripto seperti Bitcoin atau dana yang diperdagangkan di bursa.

Danilova menambahkan bahwa “tantangannya yaitu pasar tersebut bersifat lintas batas. Orang dapat berinvestasi dalam kripto melalui perantara asing. Beberapa valuta asing utama memperdagangkan cryptocurrency derivatif yang membawa risiko besar”.

Upaya Bank Rusia untuk menganalisis volume investasi kripto lokal dilakukan di tengah orang Rusia yang tidak mau memasukkan uang ke bank di waktu-waktu ini. Sebanyak 2.6 triliun rubel atau setara dengan $36 miliar belum dikembalikan ke bank pasca terjadinya penarikan skala besar di tahun 2020 terkait dengan pandemi Covid-19.

Berdasarkan data, investasi kripto jauh lebih populer dibandingkan dengan instrumen investasi tradisional seperi emas dan forex, yang tercatat jumlah investor tersebut mencapai 77%. Di tengah popularitas kripto yang semakin meningkat, Bank of Rusia telah mendesak pemerintah untuk membatasi investasi kripto oleh investor yang tidak memiliki akreditasi.

Terkait hal tersebut, mereka mulai melakukan inisiatif hukum untuk memperlambat transaksi ke pertukaran kripto. Hal itu dilakukan untuk menghindari pembelian kripto yang bersifat emosional.

Sikap skeptis oleh Bank Rusia terhadap kripto tersebut berbanding terbalik dengan Vladimir Putin selaku Presiden Rusia yang berpikiran bahwa dengan kripto akan bekerja dengan baik dalam hal mentransfer dana di seluruh dunia dan dapat menjadi alat akumulasi di kemudian hari.

Sumber:

https://cointelegraph.com/news/bank-of-russia-to-assess-bitcoin-holdings-volumes-as-36m-leave-banks

Meskipun Presiden Rusia melihat kripto sebagai unit akun yang memiliki potensial besar, Bank of Rusia tetap merasa skeptis. Terkait dengan hal tersebut, Bank Sentral Rusia saat ini sedang mencoba untuk mengevaluasi volume kepemilikan Bitcoin (BTC) yang dipegang oleh investor lokal. Hal itu berkaitan dengan sejumlah besar uang yang tidak kembali ke bank setelah penarikan yang dipicu oleh pandemi.

Baca juga Aplikasi Strike Memperkenalkan Fitur Terbaru ‘Pay Me in Bitcoin’

Kepala departemen stabilitas keuangan bank sentral Rusia, Elizaveta Danilova melakukan poling kepada investor cryptocurrency lokal untuk memperkirakan volume investasi cryptocurrency Rusia.

Danilova mengungkapkan dalam wawancara  dengan Reuters yang diterbitkan oleh situs resmi Bank Rusia “kita perlu bekerja secara seksama pada data dan meningkatkan kesadaran publik tentang risiko investasi semacam itu yang tidak didukung oleh apa pun”.

Ia juga mengungkapkan pendapatnya bahwa pasar cryptocurrency tidak memiliki transparansi di Rusia dan yurisdiksi lain. Hal tersebut menunjukkan risiko yang lebih tinggi dari produk turunan kripto seperti Bitcoin atau dana yang diperdagangkan di bursa.

Danilova menambahkan bahwa “tantangannya yaitu pasar tersebut bersifat lintas batas. Orang dapat berinvestasi dalam kripto melalui perantara asing. Beberapa valuta asing utama memperdagangkan cryptocurrency derivatif yang membawa risiko besar”.

Upaya Bank Rusia untuk menganalisis volume investasi kripto lokal dilakukan di tengah orang Rusia yang tidak mau memasukkan uang ke bank di waktu-waktu ini. Sebanyak 2.6 triliun rubel atau setara dengan $36 miliar belum dikembalikan ke bank pasca terjadinya penarikan skala besar di tahun 2020 terkait dengan pandemi Covid-19.

Berdasarkan data, investasi kripto jauh lebih populer dibandingkan dengan instrumen investasi tradisional seperi emas dan forex, yang tercatat jumlah investor tersebut mencapai 77%. Di tengah popularitas kripto yang semakin meningkat, Bank of Rusia telah mendesak pemerintah untuk membatasi investasi kripto oleh investor yang tidak memiliki akreditasi.

Terkait hal tersebut, mereka mulai melakukan inisiatif hukum untuk memperlambat transaksi ke pertukaran kripto. Hal itu dilakukan untuk menghindari pembelian kripto yang bersifat emosional.

Sikap skeptis oleh Bank Rusia terhadap kripto tersebut berbanding terbalik dengan Vladimir Putin selaku Presiden Rusia yang berpikiran bahwa dengan kripto akan bekerja dengan baik dalam hal mentransfer dana di seluruh dunia dan dapat menjadi alat akumulasi di kemudian hari.

Sumber:

https://cointelegraph.com/news/bank-of-russia-to-assess-bitcoin-holdings-volumes-as-36m-leave-banks

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here