Bekonta Berupaya Mendorong Edukasi Blockchain dan Kripto di Nigeria

Listen Audio Button

Peningkatan popularitas blockchain di seluruh Afika mendorong Bekonta untuk meningkatkan kesadaran terkait edukasi pengguna kripto di Nigeria. Ini ditujukan untuk membantu orang Nigeria memahami ekosistem blockchain sehingga mereka dapat memposisikan diri untuk mendapatkan keuntungan dari era saat ini.

Melalui sebuah platform otomatis, masyarakat Nigeria dapat membeli dan menjual token seperti Ethereum, BNB, USDT, BUSD, Tron, dan sebagainya. Platform ini memberi mereka akses untuk menjelajahi dunia kripto dan menghasilkan kekayaan pribadi.

Perlunya Edukasi Pengguna Blockchain

- Advertisement -

Bekonta berharap bahwa meningkatkan kesadaran pengguna akan teknologi blockchain dapat mempercepat adopsi kripto. Hal ini karena pengusaha Afrika terus mengembangkan solusi dan menciptakan lebih banyak use case untuk cryptocurrency.

Selain itu, startup Fintech Nigeria bekerja untuk menciptakan ekosistem yang memungkinkan orang Nigeria memasuki industri kripto dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya melalui aplikasi Bekonta, orang Nigeria dapat dengan mudah membayar kebutuhan seperti tagihan listrik, langganan TV, bahkan mengisi ulang pulsa dan sebagainya.

Baca juga BlackRock Mencantumkan Blockchain ETF Beberapa Hari setelah Peluncuran ETF Fidelity

Sebagian besar keberhasilan adopsi kripto di Nigeria adalah karena pendidikan pengguna, yaitu orang yang memahami cara kerjanya dan memanfaatkan apa yang ditawarkan oleh teknologi ini. Ruang kripto Nigeria mungkin belum mencapai puncaknya saat ini. Hal tersebut karena masih banyak masyarakat yang tidak terbiasa dengan mata uang digital. Akan tetapi, Bekonta berharap untuk segera membuat perubahan.

Berdasarkan sebuah survei, 55% orang Nigeria tidak tahu apa itu kripto, sementara Afrika Selatan dan Kenya mencapai 56% dan 64%. Hambatan utama yang mencegah orang menjelajahi ruang kripto adalah kurangnya pengetahuan tentang blockchain. Survei Coinbase juga menunjukkan bahwa banyak orang telah menyatakan keinginan kuat untuk mulai mempelajari aset kripto.

Bekonta mendorong perusahaan kripto Nigeria lainnya untuk tidak hanya mendidik pengguna tentang manfaat memiliki dan berinvestasi dalam cryptocurrency. Akan tetapi juga berbagi lebih banyak tentang use case dan aplikasi dunia nyata dari teknologi blockchain. Sehingga pengguna dapat melihat secara langsung bagaimana kripto dapat menjadi bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Sumber: Techpoint

Listen Audio Button

Peningkatan popularitas blockchain di seluruh Afika mendorong Bekonta untuk meningkatkan kesadaran terkait edukasi pengguna kripto di Nigeria. Ini ditujukan untuk membantu orang Nigeria memahami ekosistem blockchain sehingga mereka dapat memposisikan diri untuk mendapatkan keuntungan dari era saat ini.

Melalui sebuah platform otomatis, masyarakat Nigeria dapat membeli dan menjual token seperti Ethereum, BNB, USDT, BUSD, Tron, dan sebagainya. Platform ini memberi mereka akses untuk menjelajahi dunia kripto dan menghasilkan kekayaan pribadi.

Perlunya Edukasi Pengguna Blockchain

Bekonta berharap bahwa meningkatkan kesadaran pengguna akan teknologi blockchain dapat mempercepat adopsi kripto. Hal ini karena pengusaha Afrika terus mengembangkan solusi dan menciptakan lebih banyak use case untuk cryptocurrency.

Selain itu, startup Fintech Nigeria bekerja untuk menciptakan ekosistem yang memungkinkan orang Nigeria memasuki industri kripto dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya melalui aplikasi Bekonta, orang Nigeria dapat dengan mudah membayar kebutuhan seperti tagihan listrik, langganan TV, bahkan mengisi ulang pulsa dan sebagainya.

Baca juga BlackRock Mencantumkan Blockchain ETF Beberapa Hari setelah Peluncuran ETF Fidelity

Sebagian besar keberhasilan adopsi kripto di Nigeria adalah karena pendidikan pengguna, yaitu orang yang memahami cara kerjanya dan memanfaatkan apa yang ditawarkan oleh teknologi ini. Ruang kripto Nigeria mungkin belum mencapai puncaknya saat ini. Hal tersebut karena masih banyak masyarakat yang tidak terbiasa dengan mata uang digital. Akan tetapi, Bekonta berharap untuk segera membuat perubahan.

Berdasarkan sebuah survei, 55% orang Nigeria tidak tahu apa itu kripto, sementara Afrika Selatan dan Kenya mencapai 56% dan 64%. Hambatan utama yang mencegah orang menjelajahi ruang kripto adalah kurangnya pengetahuan tentang blockchain. Survei Coinbase juga menunjukkan bahwa banyak orang telah menyatakan keinginan kuat untuk mulai mempelajari aset kripto.

Bekonta mendorong perusahaan kripto Nigeria lainnya untuk tidak hanya mendidik pengguna tentang manfaat memiliki dan berinvestasi dalam cryptocurrency. Akan tetapi juga berbagi lebih banyak tentang use case dan aplikasi dunia nyata dari teknologi blockchain. Sehingga pengguna dapat melihat secara langsung bagaimana kripto dapat menjadi bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Sumber: Techpoint

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here