Binance Mengumpulkan Dana $500 Juta untuk Diinvestasikan di Sektor ‘Web3’

Bursa kripto terbesar di dunia, yaitu Binance telah meluncurkan dana modal venturanya sendiri, Binance Labs. Cabang ventura perusahaan bursa tersebut mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka telah mengumpulkan $500 juta sebagai dana awal untuk debutnya. Pendanaan tersebut  mendapatkan dukungan dari perusahaan modal ventura DST Global dan Breyer Capital.

Binance Labs berencana menggunakan modal tersebut untuk berinvestasi di perusahaan yang membangun sektor “Web3.” Peluncuran pendanaan terbaru Binance tersebut muncul pada saat nilai bitcoin dan mata uang digital lainnya turun drastis. Bitcoin telah jatuh lebih dari 50% sejak mencapai level tertinggi sepanjang masanya yang hampir mencapai $69.000 pada bulan November. Hal tersebut pun berdampak pada perusahaan kripto seperti Coinbase, yang sahamnya telah anjlok 69% sejak awal tahun 2022. Oleh karena itulah para investor khawatir bahwa kemerosotan tersebut akan berdampak pada start-up kripto yang mereka miliki.

Binance Labs berharap dapat memanfaatkan turunnya harga aset digital yang terjadi baru-baru ini dapat membuat banyak founder yang dapat menemukan inovasi baru di dunia teknologi.

CEO Binance mengungkapkan bahwa mereka sedang mencari proyek yang memiliki potensi untuk untuk mendorong pertumbuhan ekosistem Web3. Proyek semacam itu dapat mencakup infrastruktur, non-fungible token (NFT), dan DAO. Binance memperkirakan bahwa saat ini terdapat sekitar 300.000 hingga 500.000 developer Web3 yang aktif, dan berharap jumlah tersebut akan tetap bertambah seiring berjalannya waktu.

- Advertisement -

Baca Juga : Coinbase Berhasil Mendapatkan Peringkat Pertama sebagai Bursa Kripto Teraman

Pada tahun lalu, Binance juga telah melakukan serangkaian investasi ekuitas dengan profil tinggi. Sedangkan yang dilakukan perusahaan tersebut kali ini adalah pertama kalinya mereka secara resmi mengumpulkan dana VC dengan pendanaan dari investor eksternal.

Beberapa portofolio investasi Binance Labs termasuk majalah berita bisnis Forbes dan Sky Mavis dan perusahaan di balik game NFT populer Axie Infinity. Perusahaan tersebut juga merupakan investor di Terraform Labs, start-up berbasis di Singapura yang dikritik atas proyek stablecoin Terra yang gagal. Binance juga berencana untuk mengambil $500 juta saham di Twitter untuk mendukung upaya Elon Musk dalam mengakuisisi layanan media sosial.

Sumber : cnbc.com

Bursa kripto terbesar di dunia, yaitu Binance telah meluncurkan dana modal venturanya sendiri, Binance Labs. Cabang ventura perusahaan bursa tersebut mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka telah mengumpulkan $500 juta sebagai dana awal untuk debutnya. Pendanaan tersebut  mendapatkan dukungan dari perusahaan modal ventura DST Global dan Breyer Capital.

Binance Labs berencana menggunakan modal tersebut untuk berinvestasi di perusahaan yang membangun sektor “Web3.” Peluncuran pendanaan terbaru Binance tersebut muncul pada saat nilai bitcoin dan mata uang digital lainnya turun drastis. Bitcoin telah jatuh lebih dari 50% sejak mencapai level tertinggi sepanjang masanya yang hampir mencapai $69.000 pada bulan November. Hal tersebut pun berdampak pada perusahaan kripto seperti Coinbase, yang sahamnya telah anjlok 69% sejak awal tahun 2022. Oleh karena itulah para investor khawatir bahwa kemerosotan tersebut akan berdampak pada start-up kripto yang mereka miliki.

Binance Labs berharap dapat memanfaatkan turunnya harga aset digital yang terjadi baru-baru ini dapat membuat banyak founder yang dapat menemukan inovasi baru di dunia teknologi.

CEO Binance mengungkapkan bahwa mereka sedang mencari proyek yang memiliki potensi untuk untuk mendorong pertumbuhan ekosistem Web3. Proyek semacam itu dapat mencakup infrastruktur, non-fungible token (NFT), dan DAO. Binance memperkirakan bahwa saat ini terdapat sekitar 300.000 hingga 500.000 developer Web3 yang aktif, dan berharap jumlah tersebut akan tetap bertambah seiring berjalannya waktu.

Baca Juga : Coinbase Berhasil Mendapatkan Peringkat Pertama sebagai Bursa Kripto Teraman

Pada tahun lalu, Binance juga telah melakukan serangkaian investasi ekuitas dengan profil tinggi. Sedangkan yang dilakukan perusahaan tersebut kali ini adalah pertama kalinya mereka secara resmi mengumpulkan dana VC dengan pendanaan dari investor eksternal.

Beberapa portofolio investasi Binance Labs termasuk majalah berita bisnis Forbes dan Sky Mavis dan perusahaan di balik game NFT populer Axie Infinity. Perusahaan tersebut juga merupakan investor di Terraform Labs, start-up berbasis di Singapura yang dikritik atas proyek stablecoin Terra yang gagal. Binance juga berencana untuk mengambil $500 juta saham di Twitter untuk mendukung upaya Elon Musk dalam mengakuisisi layanan media sosial.

Sumber : cnbc.com

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here