BitMEX Meluncurkan Layanan Trading Spot dan Melakukan Listing 7 Pasangan Aset Kripto

BitMEX telah melakukan ekspansi dari penawaran kontrak kripto intinya dan meluncurkan trading spot pada hari Selasa (17/05/22). Hal tersebut bertujuan untuk menarik minat trader kripto ritel ketika pasar aset kripto telah kehilangan nilai signifikan pada puncaknya.

Peluncuran tersebut tidak dilakukan secara tiba-tiba. Pasalnya, CEO induk BitMEX, yaitu Alexander Höptner telah berkali-kali mengungkapkan rencana perusahaan untuk berupaya terjun ke pasar trading spot kripto pada awal tahun lalu. Höptner sendiri telah menggantikan Arthur Hayes untuk posisi apex pada tahun 2020 lalu.

Pada tahap awalnya, platform spot kripto BitMEX akan mendukung trading untuk tujuh aset digital. Di antaranya termasuk aset kripto utama Bitcoin dan Ethereum, serta aset kripto lainnya seperti LINK Chainlink, UNI Uniswap, MATIC Polygon, AXS Axie Infinity dan token APE Bored Ape Yacht Club.

Semua aset kripto yang di-listing akan di-trading bersama tether (USDT), stablecoin yang dipatok kepada USD. Selain itu, BitMEX juga bermitra dengan penyedia fiat gateway, yaitu Banxa yang memungkinkan trader untuk membeli stablecoin.

- Advertisement -

Baca juga: CoinMENA Memperkenalkan Sejumlah Layanan First-in-Region untuk Trader Kripto

BitMEX adalah platform yang diluncurkan pada tahun 2014 dan telah menjadi bursa kripto yang  paling lama beroperasi. Nama bursa tersebut membangun popularitasnya dengan menawarkan kontrak aset kripto abadi (perpetual) yang pada dasarnya adalah kontrak berjangka tanpa adanya tanggal kedaluwarsa.

Bursa tersebut mendominasi pasar derivatif kripto selama bertahun-tahun dengan margin rendah dan penawaran leverage tinggi. Akan tetapi, BitMEX telah kehilangan peringkat di pasar intinya karena bursa pesaing seperti Binance dan OKX. Saat ini, ia berencana untuk menjadi salah satu dari “10 bursa spot global teratas.”

Di sisi lain, BitMEX juga adalah salah satu bursa kripto yang kontroversial karena bursa tersebut secara ilegal menawarkan layanan di Amerika Serikat. Namun, hal tersebut ditangani oleh regulator di Amerika Serikat dan mengharuskannya membayar $100 juta. Selanjutnya, tiga pendiri bursa juga didenda secara terpisah sebanyak $30 juta. Untuk saat ini, mereka masih menunggu hukuman dari tuntutan pidana terhadap mereka yang telah dinyatakan bersalah.

Sumber: financemagnates.com

BitMEX telah melakukan ekspansi dari penawaran kontrak kripto intinya dan meluncurkan trading spot pada hari Selasa (17/05/22). Hal tersebut bertujuan untuk menarik minat trader kripto ritel ketika pasar aset kripto telah kehilangan nilai signifikan pada puncaknya.

Peluncuran tersebut tidak dilakukan secara tiba-tiba. Pasalnya, CEO induk BitMEX, yaitu Alexander Höptner telah berkali-kali mengungkapkan rencana perusahaan untuk berupaya terjun ke pasar trading spot kripto pada awal tahun lalu. Höptner sendiri telah menggantikan Arthur Hayes untuk posisi apex pada tahun 2020 lalu.

Pada tahap awalnya, platform spot kripto BitMEX akan mendukung trading untuk tujuh aset digital. Di antaranya termasuk aset kripto utama Bitcoin dan Ethereum, serta aset kripto lainnya seperti LINK Chainlink, UNI Uniswap, MATIC Polygon, AXS Axie Infinity dan token APE Bored Ape Yacht Club.

Semua aset kripto yang di-listing akan di-trading bersama tether (USDT), stablecoin yang dipatok kepada USD. Selain itu, BitMEX juga bermitra dengan penyedia fiat gateway, yaitu Banxa yang memungkinkan trader untuk membeli stablecoin.

Baca juga: CoinMENA Memperkenalkan Sejumlah Layanan First-in-Region untuk Trader Kripto

BitMEX adalah platform yang diluncurkan pada tahun 2014 dan telah menjadi bursa kripto yang  paling lama beroperasi. Nama bursa tersebut membangun popularitasnya dengan menawarkan kontrak aset kripto abadi (perpetual) yang pada dasarnya adalah kontrak berjangka tanpa adanya tanggal kedaluwarsa.

Bursa tersebut mendominasi pasar derivatif kripto selama bertahun-tahun dengan margin rendah dan penawaran leverage tinggi. Akan tetapi, BitMEX telah kehilangan peringkat di pasar intinya karena bursa pesaing seperti Binance dan OKX. Saat ini, ia berencana untuk menjadi salah satu dari “10 bursa spot global teratas.”

Di sisi lain, BitMEX juga adalah salah satu bursa kripto yang kontroversial karena bursa tersebut secara ilegal menawarkan layanan di Amerika Serikat. Namun, hal tersebut ditangani oleh regulator di Amerika Serikat dan mengharuskannya membayar $100 juta. Selanjutnya, tiga pendiri bursa juga didenda secara terpisah sebanyak $30 juta. Untuk saat ini, mereka masih menunggu hukuman dari tuntutan pidana terhadap mereka yang telah dinyatakan bersalah.

Sumber: financemagnates.com

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here