BitOrbit: Platform Inovatif Berbasis Blockchain untuk Monetisasi Konten Para Kreator

Sebagaimana diketahui bahwa dengan platform media sosial yang semakin berkembang secara signifikan, maka jenis platform tersebut juga bertanggung jawab atas sebagian besar ruang penyimpanan data para penggunanya. Hal itu pada akhirnya memunculkan beberapa tantangan besar yang seringkali menjadi pertimbangan krusial mayoritas pengguna. Di antara tantangan tersebut yaitu berupa permintaan terkait penyensoran, fitur preferensi, dan informasi.

Untuk mengatasi masalah dan tantangan krusial tersebut, BitOrbit hadir menyapa pengguna di industri ini dengan menawarkan platform monetisasi konten dan media sosial berbasis blockchain Velas yang baru. Platform ini ingin melakukannya hanya dengan memanfaatkan sifat unik dari teknologi blockchain untuk tidak hanya mengatasi kekurangan yang dihadapi oleh media sosial tradisional, tetapi juga berpotensi besar untuk melangkah lebih jauh daripada itu.

Apa Itu BitOrbit?

BitOrbit adalah sebuah platform media sosial terdesentralisasi, pasar konten, dan aplikasi obrolan yang dirancang khusus untuk memberi para kreator solusi yang lebih baik untuk memonetisasi konten, mengembangkan lingkup audiens, serta membangun brand pribadi mereka sendiri.

- Advertisement -

Baca juga Voodoo akan Berinvestasi Sebesar $200 Juta untuk Pengembangan Game Blockchain

Sebagai aplikasi terdesentralisasi (DApp), BitOrbit memungkinkan para penggunanya untuk dapat dengan mudah membuat, berbagi, dan memonetisasi konten mereka tanpa mengorbankan privasi mereka. BitOrbit berupaya mengatasi platform raksasa media sosial terpusat seperti Meta (sebelumnya Facebook), Twitter, dan Instagram dalam satu misi berupa terobosan luar biasa.

Dibangun di atas teknologi blockchain besutan Velas, BitOrbit merupakan salah satu DApp pertama yang memanfaatkan platform kontrak pintar berkecepatan super tinggi yang mampu mendukung hingga 75.000 transaksi per detik (TPS) dan menampilkan teknologi state-of-the-art AI-assisted delegated proof-of-stake (DPoS).

Velas mampu menghindari hambatan berupa bottleneck dan kemacetan yang dihadapi oleh platform-platform lama pendahulunya. Keunggulan tersebut dimiliki Velas sebagai benefit dari fork Solana yang menawarkan sistem konsensus yang dioptimalkan secara otomatis dan membantu memaksimalkan kecepatan, keamanan, dan efisiensi.

BitOrbit sedang dikembangkan oleh tim inti yang sama di balik penciptaan Velas. Beberapa anggota tim paling menonjol di balik proyek ini termasuk co-founder sekaligus CEO Velas Alex Alexandrov — seorang pengusaha yang juga mendirikan gateway pembayaran cryptocurrency populer bernama CoinPayments, serta tokoh terkenal lainnya di industri blockchain. Selain itu, chief technology officer Velas Roman Cherednik yang merupakan pengembang yang sangat berpengalaman di bidangnya dengan lebih dari satu dekade pengalaman bekerja dengan perusahaan teknologi juga merupakan bagian dari tim inti tersebut.

Bagaimana Cara Kerja BitOrbit?

BitOrbit dirancang untuk menyediakan platform media sosial all-in-one yang mengambil aspek terbaik dari aplikasi media sosial populer seperti Facebook, Twitter dan Telegram. Kemudian secara sempurna menyatukan semuanya menjadi satu solusi bertenaga blockchain. Sejalan dengan ini, BitOrbit menyertakan beberapa komponen utama yang meliputi:

Platform berbagi sosial: Mirip dengan Facebook, Twitter, dan Instagram, BitOrbit akan memungkinkan pengguna untuk membuat dan membagikan konten mereka — di seluruh jaringan yang terdesentralisasi.

Fungsionalitas obrolan: Modul obrolan peer-to-peer (P2P) akan membentuk bagian utama lain dari produk BitOrbit ini. Fitur ini akan memungkinkan para pengguna setia untuk berkomunikasi satu sama lain, membuat grup, saluran, dan segala hal lainnya untuk kepentingan bersosialisasi, bekerja, dan berdiskusi dengan individu yang berpikiran sama.

Dompet bawaan: BitOrbit akan memungkinkan para penggunanya untuk menyimpan cryptocurrency mereka dengan aman dan bertransaksi satu sama lain melalui dompet bawaan yang bersifat intuitif. Fitur brilian ini tentunya akan membantu mendukung fitur monetisasi pula.

Sebuah suite aplikasi: Sama seperti Telegram yang memungkinkan penggunanya untuk menyebarkan aplikasi mereka sendiri dalam bentuk bot, BitOrbit akan memungkinkan para kreator untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri. Berkat penggunaan fungsi React Native, pengembang akan dapat menyesuaikan pengalaman pengguna dan antarmuka untuk membuat aplikasi hebat yang memberikan nilai dan utilitas tambahan bagi penggunanya.

Sebagaimana diketahui bahwa dengan platform media sosial yang semakin berkembang secara signifikan, maka jenis platform tersebut juga bertanggung jawab atas sebagian besar ruang penyimpanan data para penggunanya. Hal itu pada akhirnya memunculkan beberapa tantangan besar yang seringkali menjadi pertimbangan krusial mayoritas pengguna. Di antara tantangan tersebut yaitu berupa permintaan terkait penyensoran, fitur preferensi, dan informasi.

Untuk mengatasi masalah dan tantangan krusial tersebut, BitOrbit hadir menyapa pengguna di industri ini dengan menawarkan platform monetisasi konten dan media sosial berbasis blockchain Velas yang baru. Platform ini ingin melakukannya hanya dengan memanfaatkan sifat unik dari teknologi blockchain untuk tidak hanya mengatasi kekurangan yang dihadapi oleh media sosial tradisional, tetapi juga berpotensi besar untuk melangkah lebih jauh daripada itu.

Apa Itu BitOrbit?

BitOrbit adalah sebuah platform media sosial terdesentralisasi, pasar konten, dan aplikasi obrolan yang dirancang khusus untuk memberi para kreator solusi yang lebih baik untuk memonetisasi konten, mengembangkan lingkup audiens, serta membangun brand pribadi mereka sendiri.

Baca juga Voodoo akan Berinvestasi Sebesar $200 Juta untuk Pengembangan Game Blockchain

Sebagai aplikasi terdesentralisasi (DApp), BitOrbit memungkinkan para penggunanya untuk dapat dengan mudah membuat, berbagi, dan memonetisasi konten mereka tanpa mengorbankan privasi mereka. BitOrbit berupaya mengatasi platform raksasa media sosial terpusat seperti Meta (sebelumnya Facebook), Twitter, dan Instagram dalam satu misi berupa terobosan luar biasa.

Dibangun di atas teknologi blockchain besutan Velas, BitOrbit merupakan salah satu DApp pertama yang memanfaatkan platform kontrak pintar berkecepatan super tinggi yang mampu mendukung hingga 75.000 transaksi per detik (TPS) dan menampilkan teknologi state-of-the-art AI-assisted delegated proof-of-stake (DPoS).

Velas mampu menghindari hambatan berupa bottleneck dan kemacetan yang dihadapi oleh platform-platform lama pendahulunya. Keunggulan tersebut dimiliki Velas sebagai benefit dari fork Solana yang menawarkan sistem konsensus yang dioptimalkan secara otomatis dan membantu memaksimalkan kecepatan, keamanan, dan efisiensi.

BitOrbit sedang dikembangkan oleh tim inti yang sama di balik penciptaan Velas. Beberapa anggota tim paling menonjol di balik proyek ini termasuk co-founder sekaligus CEO Velas Alex Alexandrov — seorang pengusaha yang juga mendirikan gateway pembayaran cryptocurrency populer bernama CoinPayments, serta tokoh terkenal lainnya di industri blockchain. Selain itu, chief technology officer Velas Roman Cherednik yang merupakan pengembang yang sangat berpengalaman di bidangnya dengan lebih dari satu dekade pengalaman bekerja dengan perusahaan teknologi juga merupakan bagian dari tim inti tersebut.

Bagaimana Cara Kerja BitOrbit?

BitOrbit dirancang untuk menyediakan platform media sosial all-in-one yang mengambil aspek terbaik dari aplikasi media sosial populer seperti Facebook, Twitter dan Telegram. Kemudian secara sempurna menyatukan semuanya menjadi satu solusi bertenaga blockchain. Sejalan dengan ini, BitOrbit menyertakan beberapa komponen utama yang meliputi:

Platform berbagi sosial: Mirip dengan Facebook, Twitter, dan Instagram, BitOrbit akan memungkinkan pengguna untuk membuat dan membagikan konten mereka — di seluruh jaringan yang terdesentralisasi.

Fungsionalitas obrolan: Modul obrolan peer-to-peer (P2P) akan membentuk bagian utama lain dari produk BitOrbit ini. Fitur ini akan memungkinkan para pengguna setia untuk berkomunikasi satu sama lain, membuat grup, saluran, dan segala hal lainnya untuk kepentingan bersosialisasi, bekerja, dan berdiskusi dengan individu yang berpikiran sama.

Dompet bawaan: BitOrbit akan memungkinkan para penggunanya untuk menyimpan cryptocurrency mereka dengan aman dan bertransaksi satu sama lain melalui dompet bawaan yang bersifat intuitif. Fitur brilian ini tentunya akan membantu mendukung fitur monetisasi pula.

Sebuah suite aplikasi: Sama seperti Telegram yang memungkinkan penggunanya untuk menyebarkan aplikasi mereka sendiri dalam bentuk bot, BitOrbit akan memungkinkan para kreator untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri. Berkat penggunaan fungsi React Native, pengembang akan dapat menyesuaikan pengalaman pengguna dan antarmuka untuk membuat aplikasi hebat yang memberikan nilai dan utilitas tambahan bagi penggunanya.

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here