Bursa Coinberry Menuntut Pengguna atas Pengembalian Bitcoin yang Disalahgunakan

Illust - Bursa Coinberry Menuntut Pengguna atas Pengembalian Bitcoin yang Disalahgunakan
Sumber Asset: Illustration of a weighing scale created by rawpixel.com – www.freepik.com

Bursa kripto Kanada, Coinberry, dilaporkan telah menggugat pelanggannya yang memanfaatkan masalah pada software mereka dan memperoleh bitcoin tanpa membayarnya. Coinberry sendiri adalah platform trading crypto yang teregulasi yang dimiliki oleh Wonderfi Technologies Inc. Perusahaan tersebut berbasis di Vancouver dan didukung oleh bintang Shark Tank Kevin O’Leary.

Gugatan tersebut mereka ajukan di Ontario pada bulan Juni. Dalam pengajuan gugatan tersebut, Coinberry menjelaskan bahwa selama proses upgrade software mereka pada tahun 2020, Coinberry secara tidak sengaja membiarkan pengguna membeli Bitcoin BTC dengan dolar Kanada yang belum ditransfer dengan benar ke akun mereka.

Kemudian, bursa tersebut juga merinci bahwa selama periode tersebut, pelanggan dapat memulai transfer elektronik Interac, mendapatkan jumlah yang dikreditkan ke akun Coinberry mereka, membeli Bitcoin (BTC), mentransfer koin, dan membatalkan transfer elektronik mereka. Dengan melakukan itu, mereka dapat menyimpan dana mereka sambil mendapatkan bitcoin secara gratis.

Menurut Coinberry, 546 pengguna dapat memperoleh total sekitar 120 bitcoin sekaligus tanpa membayarnya sebelum masalah software tersebut diperbaiki. Gugatan itu menyatakan: Coinberry menghubungi semua 546 pengguna terdaftar yang terkena dampak melalui email dan menuntut pengembalian bitcoin yang disalahgunakan.

- Advertisement -

Baca juga: Platform Penerbitan NFT Fair.xyz Berkolaborasi dengan OpenSea dan Merilis “Minter Tokens”

Disebutkan bahwa Coinberry hanya dapat mengamankan pengembalian sekitar 37 bitcoin yang disalahgunakan dari 270 pengguna terdaftar yang terkena dampaknya. Beberapa pelanggan bahkan ada yang mentransfer bitcoin palsu mereka ke Binance. Dan Coinberry juga segera menghubungi Binance untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Setelah itu, Binance pun juga mengakui bahwa mereka telah mengidentifikasi sejumlah BTC yang disalahgunakan dan berusaha membatasi akses apapun ke akun tersebut. Namun, Coinberry mengatakan bahwa belum mendapatkan kembali dua pertiga dari BTC yang hilang dari ratusan pelanggannya itu.

Gugatan itu menuntut pengembalian 63 bitcoin dari 50 pelanggan, termasuk 9,48 BTC yang ditransfer ke Binance. Coinberry mengatakan daftar bitcoin yang disalahgunakan yang disediakan dalam gugatan tidak termasuk orang-orang yang telah mengambil dan belum mengembalikan jumlah di bawah $5.000, sesuai nilai BTC pada Mei 2020.

Sumber: news.bitcoin.com 

Illust - Bursa Coinberry Menuntut Pengguna atas Pengembalian Bitcoin yang Disalahgunakan
Sumber Asset: Illustration of a weighing scale created by rawpixel.com – www.freepik.com

Bursa kripto Kanada, Coinberry, dilaporkan telah menggugat pelanggannya yang memanfaatkan masalah pada software mereka dan memperoleh bitcoin tanpa membayarnya. Coinberry sendiri adalah platform trading crypto yang teregulasi yang dimiliki oleh Wonderfi Technologies Inc. Perusahaan tersebut berbasis di Vancouver dan didukung oleh bintang Shark Tank Kevin O’Leary.

Gugatan tersebut mereka ajukan di Ontario pada bulan Juni. Dalam pengajuan gugatan tersebut, Coinberry menjelaskan bahwa selama proses upgrade software mereka pada tahun 2020, Coinberry secara tidak sengaja membiarkan pengguna membeli Bitcoin BTC dengan dolar Kanada yang belum ditransfer dengan benar ke akun mereka.

Kemudian, bursa tersebut juga merinci bahwa selama periode tersebut, pelanggan dapat memulai transfer elektronik Interac, mendapatkan jumlah yang dikreditkan ke akun Coinberry mereka, membeli Bitcoin (BTC), mentransfer koin, dan membatalkan transfer elektronik mereka. Dengan melakukan itu, mereka dapat menyimpan dana mereka sambil mendapatkan bitcoin secara gratis.

Menurut Coinberry, 546 pengguna dapat memperoleh total sekitar 120 bitcoin sekaligus tanpa membayarnya sebelum masalah software tersebut diperbaiki. Gugatan itu menyatakan: Coinberry menghubungi semua 546 pengguna terdaftar yang terkena dampak melalui email dan menuntut pengembalian bitcoin yang disalahgunakan.

Baca juga: Platform Penerbitan NFT Fair.xyz Berkolaborasi dengan OpenSea dan Merilis “Minter Tokens”

Disebutkan bahwa Coinberry hanya dapat mengamankan pengembalian sekitar 37 bitcoin yang disalahgunakan dari 270 pengguna terdaftar yang terkena dampaknya. Beberapa pelanggan bahkan ada yang mentransfer bitcoin palsu mereka ke Binance. Dan Coinberry juga segera menghubungi Binance untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Setelah itu, Binance pun juga mengakui bahwa mereka telah mengidentifikasi sejumlah BTC yang disalahgunakan dan berusaha membatasi akses apapun ke akun tersebut. Namun, Coinberry mengatakan bahwa belum mendapatkan kembali dua pertiga dari BTC yang hilang dari ratusan pelanggannya itu.

Gugatan itu menuntut pengembalian 63 bitcoin dari 50 pelanggan, termasuk 9,48 BTC yang ditransfer ke Binance. Coinberry mengatakan daftar bitcoin yang disalahgunakan yang disediakan dalam gugatan tidak termasuk orang-orang yang telah mengambil dan belum mengembalikan jumlah di bawah $5.000, sesuai nilai BTC pada Mei 2020.

Sumber: news.bitcoin.com 

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here